Gubernur Sebut Peran Petani Besar Dalam Harkat Orang Banyak - Tanamonews.com
  • Breaking News

    TV. TANAMO

    Gubernur Sebut Peran Petani Besar Dalam Harkat Orang Banyak

    Payakumbuh(SUMBAR).TN ~ Acara Temu Lapang Pengembangan Kluster Hortikultura Binaan Bank Indonesia yang digelar di tengah kawasan perkebunan dan lahan pertanian milik Kelompok Tani (Keltan) 'Bina Bersama' di Kelurahan Koto Baru Payo Basuang Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, Jumat (24/03).

    Dikesempatan itu Gubernur Irwan Prayitno mengatakan,"Pertanian itu hajat hidup orang banyak. Jasa petani sangat besar terhadap hajat hidup orang banyak itu. Oleh karenanya, petani jangan dibiarkan sendiri semua harus turun untuk ketahanan pangan kita, dan untuk kesejahteraan petani kita. Terima kasih BI telah beri perhatian pada petani," ungkapnya
    Turut hadir di acara tersebut Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sumatera Barat Puji Atmoko, Walikota Payakumbuh Riza Falepi, Ketua DPRD Kota Payakumbuh, dan jajaran Forkopimda Kota Payakumbuh.Kelompok Tani 'Bina Bersama' sendiri merupakan salah satu kelompok petani yang telah dibina oleh BI sejak 2015 lalu dengan komoditas utama holtikultura, khususnya cabai merah.

    Bentuk pembinaan yang dilakukan oleh BI antara lain dengan memberikan bantuan teknis serta sarana dan prasarana pertanian serta mendorong peningkatan kualitas petani anggota kelompok dalam mengelola komoditas holtikultura mulai dari hulu hingga hilir  dalam sambutannya Gubernur  mengatakana bahwa ia  mengapresiasi secara  ini khusus kepada Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Barat yang telah memberikan perhatian dan pembinaan kepada Keltan Bina Bersama,”katanyaMenurutnya, perhatian dan pembinaan kepada petani adalah salah satu kunci untuk meningkatkan produksi pangan dan menjamin terjaganya ketahanan pangan Provinsi Sumatera Barat\
    .
    .Kemudian, kepada anggota Keltan Bina Bersama yang hadir di acara tersebut, Gubernur mengajak agar terus semangat mengelola pertanian. Gubernur juga menekankan agar petani tidak merasa rendah diri, apalagi berpikir melalui usahanya mereka tidak bisa sejahtera dan hidup layak."Kalau pertanian diurus benar-benar, hidup kita bisa layak. Saya kemarin berkunjung ke Sungai Nanang. Di sana petani ada yang sudah bisa beli Fortuner. Jadi, Ayo, semangat! Dan jangan merasa rendah hari," katanya
    .
    lebih lanjut Gubernur menjelaskan, cabai merah adalah komoditas utama yang sering mempengaruhi fluktuasi inflasi Sumbar, oleh karena itu, penanaman komoditas cabai merah oleh Keltan Bina Bersama sangat ia dukung karena dapat membantu Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia menjaga dan mengendalikan inflasi Sumbar. Dikatakannya, "kami sangat mendukung bapak ibu tanam cabai. Ayo, selain di ladang, tanam juga di rumah."

    Menutup pesannya, Gubernur mengingatkan bahwa pembinaan yang dilakukan BI kepada Keltan Bina Bersama hanya berjalan selama 3 tahun dan berharap setelah pembinaan selesai Keltan mampu mandiri dan dapat mengelola usaha komoditas hortikultura secara berkelanjutan yang pada akhirnya akan menguntungkan petani juga, yakni, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya.

    Dalam kesempatan itu, Puji Atmoko dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa Keltan Bina Bersama merupakan salah satu kelompok yang masuk dalam program lapangan BI, dalam rangka membantu mengendalikan inflasi. Selain Keltan Bina Bersama, BI juga telah melakukan program yang sama, antara lain di Kinali dan Padang Panjang dengan komoditas sapi perah.. BI juga berencana akan menerapkan program yang sama di Sungai Nanang dalam waktu dekat.

    Di sela sambutannya, Gubernur berpesan kepada anggota Keltan Bina Bersama dan seluruh tamu yang hadir untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan pertanian guna meningkatkan produksi pertanian dalam rangka menjaga ketahanan pangan Prov. Sumbar.

    Walikota Payakumbuh Riza Falepi yang juga hadir diacara tersebut berharap," Mohon Pak Wali, jangan sampai lahan-lahan subur yang ada irigasi bagus di sebelahnya dipakai untuk yang bukan pertanian. Ini bisa mengurangi produksi dan mengancam ketahanan pangan kita. Kalau memang ada lahan kosong yang tak terpakai, coba diajak yang punya untuk ditanami," harapnya.


     #IA/wt/ Sdr.

    RADIO TANAMO

    IKLAN DALAM

    ad728
    Selamat datang di Website www.tanamonews.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pimred: Indra Afriadi