• Breaking News

    45 Tahun HKTI, Berkarya Memberikan Arti Bagi Petani


    Tanamo News | Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) memasuki usia 45 tahun. Usia yang cukup dewasa bagi sebuah organisasi di negeri ini. HKTI lahir pada 27 April 1973. Didirikan oleh 14 organinasi penghasil pertanian utama, Jumat, 27 April 2018
     
    Sebagaimana tertuang dalam Anggaran Dasar, HKTI bertujuan meningkatkan kapasitas, harkat, martabat, dan kesejahteraan insan tani, penduduk pedesaan serta pelaku agribisnis lainnya; Menghimpun insan tani dalam organisasi berdasarkan kesamaan komoditas usaha tani; Mempercepat pembangunan pertanian dan menjadikan sektor pertanian sebagai basis pembangunan nasional.

    HKTI memiliki doktrin “Tri Matra” yang mengandung pengertian: (1) Insan tani Indonesia berhak memiliki lahan pertanian dan pengairan yang memadai; (2) Insan tani Indonesia berhak dilindungi kesejahteraannya; (3) Bangsa Indonesia berdaulat di bidang pangan.

    Dalam kurun waktu tersebut, HKTI sudah banyak berperan dan membangun pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia. Namun, semakin dewasa usia HKTI saat ini, peran dan kontribusi HKTI untuk memakmurkan petani dan membangun kedaulatan pangan nasional harus semakin besar lagi.

    “Kami memberikan apresiasi dan mengucapkan terimasih setinggi-tingginya kepada para pendiri HKTI, yang telah melahirkan organisasi sosial masyarakat yang memiliki tujuan mulia untuk petani, masyarakat, dan bangsa Indonesia.,”ungkap Ketua Umum HKTI Periode 2017-2020 Jenderal  Purn Dr Moeldoko, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Jenderal HKTI, Mayjen Pur Bambang Budi Waluyo, S.Sos, M.Si, pada peringatan HUT ke-45 HKTI di Kantor Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI Jl HOS Cokroaminto No 55-57, Menteng, Jakarta, Jumat 27 April 2018 malam. 

    Ketum HKTI Jenderal Purn Moeldoko berhalangan hadir sehubungan tugas negara sebagai Kepala Staf Presiden mendampingi Presiden Jokowi menghadiri KTT ASEAN di Singapura.

    Sebagai salah satu bentuk apresiasi kepada para pendiri HKTI, pengurus DPN HKTI bersilaturahmi kepada salah seorang pendiri HKTI yang masih hidup, Heroe Soeprapto. Heroe bersama-sama Martono, M. Ismail, dan Siswono Yudhohusodo serta 14 pimpinan organisasi penghasil pertanian utama mendirikan HKTI pada 1973. 

    Heroe bangga dan menyambut gembira kehadiran pengurus HKTI yang dipimpin Sekjen HKTI Bambang Budi Waluyo, Kamis 26 April 2018. Ia pun memberikan arahan  mengajak insan HKTI untuk meujudkan cita-cita para pendiri memakmurkan petani dan mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia.

    “Kami bersyukur, keluarga besar HKTI masih dapat  berkunjung dan bersilaturahmi kepada salah seorang pendiri HKTI, Bapak Heroe Soeprapto. Kita doakan beliau selalu sehat dan panjang umur. Kita juga sampaikan terimakasih dan panjatkan doa untuk para pendiri HKTI yang sudah tiada, dan kami berkomitmen melanjutkan cita-cita luhur para pendiri HKTI,”papar Bambang Budi Waluyo.

    HKTI hadir dengan tujuan meningkatkan kapasitas, harkat, martabat, dan kesejahteraan insan tani, penduduk pedesaan serta pelaku agribisnis lainnya. Menghimpun insan tani dalam organisasi berdasarkan kesamaan komoditas usaha tani; Mempercepat pembangunan pertanian dan menjadikan sektor pertanian sebagai basis pembangunan nasional.

    HKTI memiliki doktrin “Tri Matra” yang mengandung pengertian: (1) Insan tani Indonesia berhak memiliki lahan pertanian dan pengairan yang memadai; (2) Insan tani Indonesia berhak dilindungi kesejahteraannya; (3) Bangsa Indonesia berdaulat di bidang pangan.






    Jenderal TNI Purn Moeldoko adalah Ketua Umum HKTI yang ke-7. Moeldoko mendapat amanah menjadi Ketua Umum HKTI pada tanggal 10 April 2017, menggantikan Mahyudin. Ia menjadi pimpinan HKTI periode 2017-2020. Dan kepengurusan HKTI yang dipimpin Moeldoko sudah mendapat pengakuan dan pengesahan Surat Keputusan dari Menteri Hukum dan Ham Nomor AHU- 0000056.AH.01.08 tahun 2018. 

    “HKTI yang saya pimpin adalah satu-satunya HKTI yang legal, sehingga saudara-saudara jangan pernah ragu untuk berkarya dan bekerja memakmurkan petani dan membangun pertanian Indonesia,”tegas Jenderal Moeldooko.

    Pengurus HKTI terdiri dari orang-orang dengan beragam profesi dan latar belakang. Di dalamnya juga banyak pengurus dan anggota yang aktif sebagai kader di berbagai partai politik. Namun dalam HKTI mereka harus melepaskan baju partai politiknya. “HKTI tidak melakukan politik praktis. Politik HKTI adalah membangun kedaulatan pangan, memakmurkan petani, dan menjadikan petani kaya,”kata mantan Panglima TNI ini.

    Dalam rangka memperingati HUT ke-45 HKTI, dilaksanakan beberapa kegiatan. Pemuda Tani dan Perempuan Tani HKTI melaksanakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) untuk mempertajam visi misi dan peran sayap organisasi tersebut. Kemudian, HKTI juga menggelar Turnamen Tinju Internasional Perebutan Sabuk Ketua Umum HKTI untuk memupuk bakat  anak-anak bangsa di bidang olahraga. 

    HKTI menyelenggarakan Pagelaran Wayang dengan lakon “Pandawa Tani” yang dipimpin dalang senior Ki Manteb Sudarsono. Kegiatan lainnya dalah Gerakan Peduli Alam yang dilakukan di berbagai daerah. Dan HKTI menyelenggarakan Syukuran HUT ke-45 di kantor HKTI pada hari ini.

    Masih dalam rangkaian HUT HKTI dan untuk menyambut Asian Games 2018 dimana Indonesia sebagai tuan rumah event olahraga bergengsi tersebut, HKTI akan menyelenggarakan event internasional Asian Agriculture and Food Forum (AAFF) di Jakarta Convention Center (JCC) pada 28 Juni – 1 Juli 2018. 

    Kegiatan ini terdiri dari pameran, konferensi, forum bisnis, dan apresiasi inovasi petani muda petani milenial. Mari kita bersama-sama mendukung dan mensukseskan ASAFF untuk membangkitkan pertanian Indonesia, membangun jejaring kerjasama kemanan pangan di kawasan Asia, dan meningkatkan produksi pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan domestik, regional, dan global.

    Dalam kurun waktu yang cukup singkat, setahun, HKTI pimpinan Jenderal Purn Moeldoko sudah melakukan banyak hal.

    Seiring dengan visi misi dan kebijakan HKTI, HKTI membangun program pengembangan sektor pertanian, mulai dari benih, pupuk, teknologi pertanian, hingga membuka pasar dengan menggandeng perusahaan besar sebagai off-taker. Benih varietas padi unggul M-70-D dan M-400 yang yang dikembangkan HKTI bersama Mtani kini sudah banyak ditanam oleh masyarakat di berbagai daerah dengan hasil produksi lebih tinggi. HKTI memberikan klinik permasalahan hama dan sudah memiliki Brigade Anti Hama. 

    Di bidang inovasi teknologi, HKTI juga mengembangkan drone untuk membantu penyebaran pupuk, pemberantasan hama, penyiraman, dan monitoring areal petani. Dan banyak program lainnya yang dilakukan HKTI-HKTI di daerah.

    “Kita berharap dan terus berupaya HKTI menjadi lebih besar baik dari sisi organisani, maupun peran dan kontribusinya bagi petani dan pertanian Indonesia. HKTI harus menjadi “bridging instituion” bagi petani dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan pertanian,”tutur Panglima Tani Moeldoko.

    Dirgahayu HKTI ke 45 “HKTI Bangkit, Petani Makmur”
     
    Kepengurusan HKTI sejak 1973-2018 

    Didirikan pada 27 April 1973 oleh 14 organisasi penghasil pertanian utama.
    • MUNAS Ke- 1 Periode Tahun 1979 - 1984 dengan Ketua Umum Martono
    • MUNAS Ke- 2 Periode Tahun 1984 - 1989 dengan Ketua Umum Martono
    • MUNAS Ke- 3 Periode Tahun 1989 - 1993 dengan Ketua Umum Martono.
    • MUNAS Ke- 4 Periode Tahun 1993 - 1999 dengan Ketua Umum H. M. Ismail.
    • MUNAS Ke- 5 Periode Tahun 1999 - 2004 dengan Ketua Umum Dr. Ir. Siswono Yudohusodo
    • MUNAS Ke- 6 Periode Tahun 2004 - 2009 dengan Ketua Umum Prabowo Subianto.
    • MUNAS Ke- 7 Periode Tahun 2010 - 2015 dengan Ketua Umum Dr. Oesman Sapta. (Ada proses hukum dalam kepengurusan HKTI hasil MUNAS Ke- 7 di bawah Kepemimpinan Ketua Umum Dr. Oesman Sapta dan akhirnya mendapatkan kekuatan hukum dan telah mendapat Pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia dengan Nomor: AHU-14 . AH.01.06. Tahun 2011 tertanggal 18 Januari 2011.)
    • MUNAS Ke- 8 Periode Tahun 2015 - 2020 dengan Ketua Umum Mahyudin.
    • RAPIMNAS HKTI tanggal 9 – 10 April 2017 menyetujui pengunduran diri Mahyudin dan memilih/menetapkan Jenderal TNI (Purn) Dr Moeldoko, SIP, M.Si, sebagai Ketua Umum HKTI periode 2017-2020. Kepengurusan Moeldoko sudah mendapat pengakuan dan pengesahan Surat Keputusan dari Menteri Hukum dan Ham Nomor AHU- 0000056.AH.01.08 tahun 2018
    # ia.1*
    # Tags : HKTI

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728
    Selamat datang di Website www.tanamonews.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pimred: Indra Afriadi