Raperda Perpustakaan, Perpajakan Daerah Disyahkan DPRD Padang, Diteruskan Ke Gubenur Sumbar - Tanamonews.com
  • Breaking News

    TV. TANAMO

    Raperda Perpustakaan, Perpajakan Daerah Disyahkan DPRD Padang, Diteruskan Ke Gubenur Sumbar


    Tanamo News | Padang - DPRD Padang menggelar rapat paripurna penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi tntang rancangan dua peraturan daerah (Raperda), Jum'at (4/5). Pertama tentang Perpustakaan dan kedua Ketentuan Umum Perpajakan Daerah.

    Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Padang, Elly Thrisyanti dihadiri 30 orang anggota dewan, sakit 1 orang, izin berhalangan hadir 4 orang dan selebihnya ditunggu kedatangannya.


    Rapat Paripurna DPRD Padang sahkan dua Ranperda dipimpin ketuanya Elly Thrisyanti, Kamis 3/5 di ruang sidang utama DPRD Padang

    Kedua Raperda dibahas sesuai dengan ketentuan yang berlaku didahulukan rapat internal, kunjungan kerja, rapat kerja dengan OPD terkait, rapat fraksi-fraksi dan rapat gabungan pansus I dan II.

    Laporan disampaikan Ketua Pansus II tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah, Amrizal Hadi. Pansus sudah studi banding ke DPRD Kota Malang Provinsi Jawa Timur dan Dirjen Pajak Kementerian Keuangan RI.

    Juru biacara Pansus II DPRD Kota Padang, Amrizal Hadi.

     Sementara laporan Pansus I tentang Perpustakaan disampaikan oleh ketuanya, Zulhardi Z Latif. Dengan pertimbangan dalam rangka mendukung peningkatan penerimaan pajak daerah, pemerintah memandang perlu penguatan administrasi pemungutan pajak daerah.

    Hal ini karena pengaturan dalam Peraturan Pemerintah Nomor (PP) 91 Tahun 2010 tentang Jenis Pajak Daerah yang dipungut berdasarkan Penetapan Kepala Daerah atau dibayar sendiri oleh Wajib Pajak, belum mencukupi kebutuhan daerah dalam melaksanakan pemungutan pajak daerah.

    Ketua Pansus III DPRD Kota Padang, Zulhardi Z. Latif
    Atas dasar pertimbangan tersebut, Presiden Joko Widodo pada 21 November 2016 telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2016 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Pemungutan Pajak Daerah.

    Menurut PP itu, jenis pajak provinsi yang dipungut berdasarkan penetapan kepala daerah terdiri atas : pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor dan pajak air permukaan.

    Sementara jenis pajak provinsi yang dibayar sendiri berdasarkan penghitungan oleh wajib pajak terdiri atas : pajak bahan bakar kendaraan bermotor dan pajak rokok.

    Adapun jenis pajak kabupaten/kota yang dipungut berdasarkan penetapan kepala daerah terdiri atas : pajak reklame, pajak air tanah dan pajak bumi bangunan-P2.

    Sedangkan jenis pajak kabupaten/kota yang dibayar sendiri berdasarkan penghitungan oleh wajib pajak terdiri atas : pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak penerangan jalan, pajak mineral bukan logam dan batuan, pajak parkir, pajak sarang burung walet dan pajak BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan).

    PP ini menegaskan, bahwa pajak daerah ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Perda sebagaimana dimaksud paling sedikit mengatur ketentuan mengenai : nama, objek pajak, dan subjek pajak, dasar pengenaan, tarif.

    Rapat Paripurna DPRD Padang sahkan dua Ranperda dipimpin ketuanya Elly Thrisyanti, Kamis 3/5 di ruang sidang utama DPRD Padang
    Dan cara penghitungan pajak, wilayah pemungutan, masa pajak, penetapan, tata cara pembayaran dan penagihan, kadaluwarsa, sanksi administratif dan tanggal mulai berlakunya, demikian bunyi Pasal 4 ayat (2) PP ini.

    Selain itu, kata Zulhardi, Peraturan Daerah tentang pajak dapat juga mengatur ketentuan mengenai pemberian pengurangan, keringanan, dan pembebasan dalam hal-hal tertentu atas pokok Pajak dan/atau sanksinya, tata cara pengajuan dan penyelesaian keberatan.

    Serta, tata cara penghapusan piutang pajak yang kadaluwarsa dan/atau asas timbal balik, berupa pemberian pengurangan, keringanan, dan pernbebasan pajak kepada kedutaan, konsulat, dan perwakilan negara asing sesuai dengan kelaziman internasional.

    Wajib pajak untuk jenis pajak yang dipungut berdasarkan penetapan kepala daerah, menurut PP ini, wajib mendaftarkan objek pajak kepada kepala daerah dengan menggunakan: surat pendaftaran objek pajak untuk jenis pajak yang dipungut berdasarkan penetapan kepala daerah dan SPOP (Surat Pemberitahuan Objek Pajak) untuk jenis pajak yang dipungut berdasarkan penetapan kepala daerah.

    "Sementara wajib pajak untuk jenis pajak yang dibayar sendiri berdasarkan penghitungan oleh wajib pajak diwajibkan mendaftarkan diri kepada kepala daerah untuk mendapatkan nomor pokok wajib pajak daerah," katanya.

    Pjs. Wako Padang, Alwis menyampaikan harapan Pemko Padang



    Pjs Walikota Padang, Alwis menerima laporan kedua pansus dari Ketua DPRD Kota Padang diteruskan pada Gubernur Sumbar untuk direvisi menjadi Perda Kota Padang.


    #ia.1*

    RADIO TANAMO

    IKLAN DALAM

    ad728
    Selamat datang di Website www.tanamonews.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pimred: Indra Afriadi