TdS Salah Satu Sport Tourism Terdepan di Indonesia - Tanamonews.com
  • Breaking News

    TdS Salah Satu Sport Tourism Terdepan di Indonesia

    Tonton Vidio Pembukaan TdS 2018 dibawah

    Tanamo News | "Perjalanan 1 dekade bukan lah waktu yang sedikit. Ini bukti konsistensi dari TdS yang merupakan salah satu cikal bakal konsep sport tourism di Indonesia. 

    TdS bahkan menjadi inspirasi bagi beberapa event sejenis di Indonesia seperti tour de siak, tour de sulawesi, tour de ijen dan lain sebagainya diwilayah indonesia
     
    Sejak digulirkan pada 2009, TdS telah bertranformasi menjadi sebuah pemicu perkembangan pariwisata Sumbar,"

    TdS telah masuk sebagai 5 besar dunia event balap sepeda dengan penonton terbanyak. Data tersebut dikeluarkan oleh Amouri Sport Organization (ASO) dan Union Cycliste Internationale (UCI).

    Tahun ini, TdS diikuti oleh 20 tim. 15 diantaranya merupakan tim Internasional. Total lintasannya 1.267 Km, melintasi 16 Kabupaten/Kota di Sumbar.

    Geliatnya begitu terasa disetiap Kabupaten/Kota yang dilaluinya. Perekonomian tumbuh. Hotel-hotel penuh. Ini memicu seluruh kabupaten dan kota di Sumbar untuk memoles wajah pariwisatanya. Terutama peningkatan sektor 3A (Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas).

    "TdS telah menjadi daya tarik yang luar biasa. Event ini berpengaruh juga secara multi efek terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah. Sekaligus peningkatan infrastruktur pendukung pariwisata. 

    Semua Kabupaten atau Kota kian berpacu memperkuat aspek 3A-nya. Imbasnya tentu makin kuatnya infrastruktur dalam rangka mendorong sektor kepariwisataan,

    Dampak tidak langsung lebih hebat lagi. TDS telah menjadikan Sumbar lebih terkenal di dunia. Cover up media baik lokal mau pun internasional begitu masif. Pemberitaan ini tentunya mengangkat pariwisata Sumbar.

    "Sebagai sport event, yang terbesar dicari adalah indirect impact, atau yang lebih sering disebut sebagai media value. Itulah yang tersebar luas di seluruh dunia, dan membuat pamor Sumatera Barat semakin dikenal sebagai destinasi pariwisata,

    Soal potensi pariwisata, Sumbar memiliki segalanya. Punya danau dan gunung berapi, hutan hijau lestari, sungai dengan air yang jernih, pantai di teluk Mandeh yang eksotik. Boleh dibilang merupakan Raja Ampatnya Sumatera, Paradise from the South, pulau-pulau yang indah, pasir putih yang bagus, sampai bawah laut yang menawan. 

    Bahkan Sumbar punya Mentawai yang mendunia. Runner up Best Worlds Spot Surfing dan Ombak Terbaik di dunia.

    "Atraksinya sudah ada, potensinya cukup berprospek. Belum lagi soal rumah-rumah adat yang lancip di ujung kiri kanan, dengan posisi di atas tanah. Kulinernya apa lagi. Semua orang terkagum-kaum dengan cita rasa masakan Padang dengan Rendangnya yang mendunia,” paparnya.

    Semua itu didukung oleh aksesibilitas serta amnenitas yang makin mumpuni. Sumbar memiliki Bandara International Minangkabau. Bandara ini melayani penerbangan dari 13 Kota di Indonesia serta 2 rute internasional dari Malaysia.

    Begitu juga dengan amnenitasnya. Sumbar memiliki KEK Mentawai seluas 804 hektar yang kini tengah telah dibahas di Sekretariat Dewan Nasional KEK. Berdasarkan data BPS tahun 2018, Sumbar juga telah memiliki 76 hotel dengan jumlah kamar 4.560 unit. Dan juga didukung dengan 500 unit homestay dengan 6.461 kamar.

    Khusus bagi Kabupaten Solok sebagai pencetus lahirnya Tour de Singkarak, setidaknya telah menikmati dampak yg positif, misalnya semakin berkembangnya pembangunan sektor pariwisata diwilayah ini dengan banyaknya bermunculan destinasi wisata baru yg dibangun oleh masyarakat baik perorangan/swasta maupun kelompok.
     
    Disamping itu, Singkarak sebagai icon daerah Kabupaten solok juga sudah dikenal oleh pemerintah pusat dan propinsi sebagai daerah yg kaya potensi wisatanya, hal ini dibuktikan dg adanya perhatian khusus berupa bantuan dana DAK bidang kepariwisataan dari pemerintah pusat dan dana BKK bidang kepariwisataan dari pemerintah propinsi yg jumlahnya selalu meningkat dari 2 tahun terakhir.
     
    Untuk tahun 2019 Pemerintah pusat Insya Allah menetapkan kawasan Danau kembar sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Agrowisata Nasional serta menetapkan danau singkarak dan danau kembar sebagai objek percepatan pengembangan pariwisata Nasional sebagaimana yg telah dilaksanakan di kawasan mandeh pesisir selatan.
     
    Pemerintah Propinsi juga tidak tinggal diam, pada tahun 2019 akan membangun monumen TdS di dermaga singkarak dan Rest Area di kawasan danau kembar.
     
    “Karena itu, momentum memiliki event yang mendunia ini harus dimaksimalkan benefitnya untuk mendongkrak pariwisata Sumbar ke dunia, dan khususnya Kabupaten Solok".
     
    Satu dekade perjalanan TdS memang penuh lika liku dan banyak yg masih perlu diperdebatkan tapi bukan untuk jadi menjadi bahan pertikaian, selamat buat daerah dan para pihak yang telah berkontribusi pada TdS 2018 dan selamat berjumpa pada TdS berikutnya atau even sport tourism lainnya di Kabupaten Solok.


    Tonton Vidio Pembukaan TdS 2018:



    *idi
    #Disparbud. Kab. Solok

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728
    Selamat datang di Website www.tanamonews.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pimpinan Umum/Direktur: Indra Afriadi | Penanggung Jawab