• Breaking News

    PPDB Online Kota Padang Mendapat Sorotan Dari Orang Tua Murid


    Tanamo News | Padang - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini kembali mendapat sorotan dari berbagai kalangan termasuk Orang tua murid, Pihaknya sangat menyangkan ditengah program pemerintah untuk menuntaskan wajib belajar 12 tahun masih banyak calon siswa baru tidak bisa diterima di sekolah negeri karena daya tampung ruang kelas yang terbatas. 

    Banyak orang tua yang putus asa untuk melanjutkan pendidikan anaknya karena tidak sanggup membiayai anaknya bersekolah di sekolah swasta. Tentu saya banyak anak tidak bisa bersekolah karena alasan zonasi dan nilai rendah. Menyikapi kondisi ini pihak sekolah dihimbau untuk menambah jumlah siswa perkelas, agar tidak terjadi kasus putus sekolah. 

    “Para orang tua sangat prihatin pendidikan di negeri kita masih ada hambatan, anak tidak dapat sekolah karena masalah NEM rendah. NEM bukan parameter bodoh atau kurang pintar, bagaimana program pemerintah mensukseskan pendidikan 12 tahun untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat bisa tercapai,” ungkapnya dewil di kota padang, Jumat (6/7/2018).
     
    Sistem zonasi ini masih membingungkan bagi orang tua murid yang gaptek teknologi untuk itu diharapkan kepada yang pihak terkait dengan dengan pendidikan dapat memberikan solusi bagi orang tua murid dan mampu menjawab permasalahan yang terjadi. Praktisi hukum yang kerap mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak masuk akal khususnya di bidang pendidikan ini juga mengatakan, persoalan PPDB ini tidak boleh lagi terjadi dimasa mendatang sehingga perlu segera dibangun ruang kelas baru atau sekolah baru sesuai kebutuhan di masyarakat. 

    Di tengah kondisi seperti ini seharusnya sekolah memprioritaskan untuk menerima siswa miskin atau siswa yang berdomisili dekat dengan sekolah sehingga sistem zonasi tidak menimbulkan permasalahan. Disisi lain masyarakat banyak yang belum mengerti terkait PPDB dengan jalur zonasi sehingga sangat berharap bisa menyekolahkan anaknya berdasarkan lokasi terdekat dari rumahnya terlebih sekokah negeri.

    “Zona itu menurut saya sebuah batasan karena anak-anak belum bisa sekolah karena NEM rendah. Masyarakat dan otang tua murid panik apalagi masyarakat miskin yang berharap pemerintah memberikan sekokah gratis. Ketika NEM rendah kemungkinan anak akan putus sekolah,” paparnya.

    Alasan lain yang membuat wali murid ingin menyekolahkan anak mereka dekat dengan rumah yakni masalah biaya. Jangan sampai sistem zonasi malah menguntungkan kepentingan golongan saja atau ada potensi sekokah bermain dalam proses penerimaan siswa baru sehingga memungkinkan adanya jalur belakang. 

    Bagi siswa miskin atau siswa yang memiliki NEM rendah namun berdomisili dekat dengan sekolah. “Mau dimana NEM rendah, tau-tau zona luar bisa masuk. Wali murid sedang bingung setelah tau anaknya tidak dapat sekolah. Semoga Kadis mendengar ini, mudah-mudah segera disikapi agar siswa nyaman bersekolah,” harapnya. 





    #ia.1*tn

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728
    Selamat datang di Website www.tanamonews.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pimred: Indra Afriadi