Tambang Di Sawah Lunto Memakan Korban Lagi, Seharusnya Dinas ESDM Sumbar Bertindak - Tanamonews.com
  • Breaking News

    Tambang Di Sawah Lunto Memakan Korban Lagi, Seharusnya Dinas ESDM Sumbar Bertindak

    "33 Korban Tewas Beberapa Tahun Lalu, Kali Ini Ditambah 3 Orang Lagi, Sudah Seharusnya Dinas ESDM Sumbar Tinjau Ulang Izin Tambang PT. DSAS"

    Sawahlunto - Dasrat Sarana Arang Sejati (DSAS) adalah salah satu PT yang mengelola Tambang Batu Bara di Kota Sawahlunto. Meskipun beberapa tahun yang lalu perna memakan korban hingga 33 orang tewas, PT. DSAS masih beroperasi di Kota Sawahlunto dan kali ini pun terulang lagi kejadian yang sama.


    Tanamonews | Kecelakaan tambang Batu Bara terjadi kembali lagi Sabtu 25 Juli lalu, yang memakan korban 3 pekerja tambang dalam kondisi luka bakar yang cukup parah. 3 korban tersebut sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. DR. M. Ali Hanafiah Batusangkar, namun akhirnya satu persatu dari mereka pun tewas.

    Meski dilokasi yang berbeda, dahulu di Ngalau Cigak 33 Korban Tewas, kini di Perambahan 3 Korban Tewas, tetap dengan Perusahan Tambang yang Sama yaitu PT. Dasrat Sarana Arang Sejati (DSAS). Lalu apakah Dinas ESDM Sumbar tetap akan memberkan Izin Operasi Tambang terhadap perusahaan ini ? Tidakkah seharusnya Dinas ESDM Sumbar meninjau ulang Izin Tambang PT. DSAS ?

    Kecelakaaan ledakan tambang tersebut terjadi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Lobang Tambang Bawah Tanah D,03; lobang B PT, Dasrat Sarana Arang Sejati (DSAS) yang berlokasi di Perambahan, Kota Sawahlunto.

    Hasil penyelidikan sementara dari Polres Kota Sawahlunto, diduga kejadian yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB ini terjadi pada saat pekerja lobang bawah tanah milik PT. Dasrat sedang tidak beraktifitas karena jam istirahat. Pada saat jam istirahat itu salah seorang yang menjabat selaku Kepala Lubang atas nama inisial I dan Teknisi Listrik atas nama inisial M serta Teknisi Pompa atas nama inisial E sedang melakukan pengecekan ke dalam jalur maju lubang B.

    Namun pada saat di lokasi cabang 4 untuk memeriksa pompa air di kedalaman 160 meter,disaat bersamaan salah seorang Teknisi listrik inisial M mencabut colokan listrik dari mesin Pompa Air (DAP) sehingga mengakibatkan terjadi percikan api yang memicu kebakaran di lubang tersebut. Akibatnya 3 pekerja tambang bawah tanah terkena leDakan, dan sempat dirawat di RSUD Prof. M.Ali Hanafiah Batusangkar dan sampai saat berita ini diturunkan, ahkirnya ke -3 korban tersebut tewas dalam perawatan Rumah Sakit.

    Pihak Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat, pernah melakukan investigasi ke TKP guna mengumpulkan fakta kecelakaan tambang, namun usaha tersebut urung dihentikan, karena saat tim berada di TKP masih terjadi ledakan, untuk menghindari hal yang tak diinginkan akhirnya Tim pun untuk sementara terpaksa menghentikan penyelidikan.

    Kita masih ingat beberapa Tahun lalu, di lokasi Ngalau Cigak, dengan perusahan yang sama, 33 pekerja tambang tewas. Jelas lokasi tersebut Batu Bara memiliki kalori 7000 dan rentan dengan gas methane, saat itu lokasi sempat di tutup dari aktifitas tambang.

    25 Juli 2020 lalu masyarakat Kota Tambang pun kembali dikejutkan oleh peristiwa yang sama, peristiwa ledakan tanbang di lokasi yang berdekatan dengan lokasi yang memakan korban 33 orang tewas tersebut, dengan 3 pekerja tebang tewas.

    Ini meruakan tantangan berat bagi Dinas ESDM Provinsi Sumbar,apakah masih adakah izin untuk menambah korban lebih banyak lagi?

    Dengan kejadian tersebut di atas, sudah seharusnya Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat meninjau ulang Izin Operasi Tambang PT.DSAS tersebut. Masyarakat tentunya juga berharap adanya peninjauan ulang terhadap Lokasi Tambang ini oleh Pihak terkait dan Pihak yang berkompeten dalam bidang pertambangan, apakah Lokasi Tambang ini layak/bisa untuk beroperasi atau tidak. 

    Atau jika memang harus beroperasi tentunya harus dikaji ulang, diteliti dan dipelajari sehingga Perusahaan Penambang bisa mempersiapkan bagaimana sistem penambangan yang aman yang kecil kemungkinan menyebabkan kecelakaan/ledakan tambang. Tentunya harus dikerjakan oleh pihak yang berkompeten dan ahli dalam bidang Pertambangan.  Dilansir dari laman beritaterbit.com. (Hms-Sumbar)

    No comments

    Selamat datang di Portal Berita www.tanamonews.com : Legalitas perusahaan media SIUP. No. SK 0075/03.07/MK/SIUP/V/2017-TDP. No. : 03.07.3.58.05437-IG. No. SK : 1078/IG-NI/DPMPTSP/V/2017 - NPWP. Badan : S-4488KT/WPJ.27/KP.0403/2017 - Diskominfo : 555.166/Diskominfo/IV-2017-Surat Domisili : 470/44/APK-IV/2017. Bank Nagari : 2100.0210.45535-821039217 dan BRI : 5466-01-017035-53-8 a/n Pt. Tanamo Media Inter Pers, atas nama segenap redaksi dan Pimpinan Pt. Tanamo Media Inter Pers, mengucapkan Terima kasih telah berkunjung.. tertanda: Owner, Pendiri dan Direksi : Indra Afriadi dan Pemimpin Redaksi : Robby Octora Romanza