Ticker

6/recent/ticker-posts

TMMD Bukti Kemanunggalan TNI Bersama Rakyat

TANAMONEWS | TNI AD Membangun Bersama Rakyat, TMMD Bukti Kemanuggalan TNI Bersama Rakyat. Rabu, 31 Maret 2021.

Ditulis oleh Arif Budiman Effendi (Wartawan www.tanamonews.com)

Dari AMD ke TMMD

Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) sudah dari dulu turut serta aktif membantu pembangunan. Masih ingat dalam ingatan, ketika penulis masih dalam usia SD, di tahun 1980-an, saat itu terkenal dengan  kegiatan ABRI Masuk Desa (AMD). Pasca  era reformasi, setelah tahun 1998, AMD  berubah menjadi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Kegiatan TMMD tersebut terus berlangsung setiap tahun hingga tahun 2021 ini.


Tentang TMMD

Seperti AMD, salah satu tujuan utama TMMD adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang dilakukan Satgas TMMD. Program TMMD membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan akselerasi proses pembangunan yang merata untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat di daerah terpencil, pelosok maupun tertinggal. 

Program TMMD merupakan komitmen TNI untuk meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. TMMD juga memiliki misi yang mulia yaitu mempertahankan semangat kekeluargaan dan budaya gotong royong yang merupakan jiwa Bangsa Indonesia.

Program TMMD merupakan salah satu wujud operasi Bhakti TNI dengan melibatkan segenap instansi lintas sektoral dan seluruh komponen masyarakat. TMMD dilakukan secara terintegrasi dalam upaya meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah pedesaan, daerah tertinggal, terisolir, perbatasan, daerah kumuh, serta daerah-daerah yang terkena dampak bencana. 

Selain sebagai wujud sinergi dan kemanunggalan TNI bersama rakyat, program TMMD antara lain juga bertujuan untuk membantu program pemerintah, khususnya dalam upaya memacu peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, yang diaplikasikan melalui berbagai kegiatan pembangunan fisik, maupun non fisik, yang menyasar langsung pada kepentingan dan hajat hidup masyarakat banyak.


Nagari Salibutan Lubuk Alung, Daerah Sasaran TMMD TA 2021 di Kab. Padang Pariaman

Nagari Salibutan Lubuk Alung, Kec. Lubuk Alung, Kab. Padang Pariaman adalah salah satu daerah sasaran TMMD ke-110 yang pada tahun 2021 di Provinsi Sumatera Barat.

Dandim 0308/Pariaman yang juga Dansatgas TMMD ke-110 Kodim 0308/Pariaman, Letkol Czi Titan Jatmiko mengungkapkan alasan dipilihnya Nagari Salibutan Lubuk Alung, Kec. Lubuk Alung, Kab. Padang Pariaman sebagai sasaran pelaksanaan kegiatan TMMD ke-110 di wilayah teritorial Kodim 0308/Pariaman tahun 2021. Letkol Czi. Titan Jatmiko  menjelaskan alasannya adalah karena

akses transportasi masyarakat di daerah ini yang belum memadai. "Kebetulan jalan yang dibuka sepanjang 2.500 m pada TMMD ke-110 tahun ini, termasuk salah satu jalur lintasan strategis yang akan memberikan banyak manfaat kepada warga Nagari Salibutan Lubuk Alung", tutur Letkol Czi. Titan Jatmiko.

Nagari Salibutan Lubuk Alung merupakan daerah pemekaran dari Nagari Lubuk Alung. Nagari Salibutan Lubuk Alung terletak di koordinat 0.6220 LS dan 100.2960 BT. Memiliki luas 15,08 kilometer persegi. Nagari ini terdiri dari empat korong, masing-masingnya Korong Lipek Pageh, Gamaran, Lubuak Munti dan Kampuang Alai.

Selain pembukaan jalan sepanjang 2.500 × 6 meter, sasaran fisik yang dikerjakan antara lain meliputi pembuatan jembatan plat 1×1,5×7 meter, jembatan plat 6x4x2 meter di dua titik, pemasangan gorong-gorong di tiga titik, pembuatan mortar/saluran air sepanjang 50 meter dan pembuatan tempat berwudhu di Musala Al-Ikhlas, Korong Lipek Pageh. Letkol Czi Titan Jatmiko menambahkan, “Selain itu juga ada sasaran tambahan berupa rehab RTLH sebanyak 5 unit, musalla sebanyak 2 unit dan lapangan bola kaki".

Untuk sasaran non fisik, berupa kegiatan penyuluhan. Seperti penyuluhan pertanian, kesehatan, peternakan, kerukunan beragama, kesadaran bela negara, wawasan kebangsaan, narkoba, penyuluhan kebencanaan dan sosialisasi Covid-19. Pelaksanaannya melibatkan seluruh instansi terkait di lingkungan Pemkab Padang Pariaman dengan tetap mengikuti prosedur protokol kesehatan Covid-19. 

 

Tanggapan Warga Nagari Salibutan Lubuk Alung

Letkol Titan Jatmiko menuturkan, “Alhamdulillah, kita melihat partisipasi masyarakat cukup bagus sepanjang pelaksanaan TMMD ini. Baik dalam hal gotong-royong pengerjaan sasaran fisik, maupun keikutsertaan dalam serangkaian kegiatan penyuluhan dan sosialisasi".

Sekretaris Nagari Salibutann Lubuk Alung, Ilman Hadi, S.Pd menjelaskan bahwa ruas jalan yang dikerjakan personil Satgas TMMD bersama masyarakat itu, sebelumnya merupakan jalan setapak yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. 

Ilman mengungkapkan, "Ruas jalan tersebut berlokasi di jalur strategis yang akan saling menghubungkan empat korong di Nagari Salibutan Lubuk Alung". Ilman mengatakan, "Potensi sektor ketahanan pangan di daerah ini cukup tinggi, namun distribusi dan pemasaran sangat rendah. 

Salah satu penyebabnya adalah faktor ketersediaan jalan dan akses transportasi yang memang belum memadai. Jika menggunakan kendaraan, jarak yang ditempuh cukup jauh". 

Penduduk Nagari Salibutan dengan berjumlah 2.500 jiwa, mayoritas berprofesi sebagai buruh, petani dan peladang. Selain padi, masyarakat di daerah itu juga menghasilkan berbagai macam komoditi unggulan dari hasil kebun dan berladang. Seperti karet, petai, kandis, jengkol, jagung, durian, mangga, kelapa dan lain-lain.

Ilman memaparkan, "Kami yakin dan optimis, pembukaan jalan ini nantinya akan memberikan banyak manfaat dan kemudahan dalam menunjang berbagai aktivitas keseharian masyarakat Nagari Salibutan Lubuk Alung. Baik mobilisasi anak sekolah, pemasaran hasil ladang dan pertanian, maupun berbagai keperluan untuk mendapatkan pelayanan di kantor pemerintahan dan fasilitas kesehatan". 

Wali Nagari Salibutan Lubuk Alung Jahidir, SH berharap setelah selesai program TMMD ini agar Pemerintah Kab. Padang Pariaman bisa ditindaklanjutkan. Seperti jalan yang sepanjang 2,5 km yang sudah dibuka pada TMMD ini dilakukan pengaspalan.

Yuni Marni (34) dan Edwar (35), dua dari lima warga Nagari Salibutan penerima manfaat program rehab Rumah Tak Layak Huni (RTLH) pada giat TMMD ke-110 tahun ini, mengaku tak kuasa menyembunyikan kebahagiaannya dan bersyukur, ketika mengetahui bahwa mereka ditetapkan sebagai keluarga terpilih program rehab RTLH.     

Yuni Marni sendiri adalah seorang janda dengan tiga anak yang masih kecil. Pasca ditinggal mati suaminya pada tahun 2020 lalu, perempuan yang hanya bermata pencaharian sebagai buruh tani ini, harus berjuang seorang diri untuk menafkahi keluarga, memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan dua anaknya yang sudah duduk di bangku sekolah. TMMD ke-110 tahun ini, diakui Yuni sebagai sebuah anugerah yang diturunkan Allah SWT kepadanya.

Edwar (35 tahun)  dan istrinya Citra Syovia (33 tahun) bersyukur kepada Allah SWT karena pelaksanaan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD)  ke 110 TA 2021 Kodim 0308/Pariaman diselenggarakan di Nagari Salibutan. 

Rasa syukur itu disebabkan karena Edwar mendapatkan berkah dari  kegiatan TMMD di Nagari Salibutan, Kec. Lubuk Alung, Kab. Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Edwar adalah salah seorang kepala keluarga yang menjadi penerima sasaran bantuan rehab/bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada kegiatan TMMD tersebut.

Edwar memiliki 3 orang anak yang masih kecil. Gema adalah anak sulungnya yang berusia 9  tahun, bersekolah di SD. Alifa (6 tahun) anaknya yang kedua, belajar di TK. Dahlil putra bungsunya yang masih berusia 1 tahun. Istri tercintanya, Citra Syovia sehari-hari bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga.

Untuk memenuhi kebutuhan kesehariannya, Edwar yang merupakan warga Korong Kampung Alai, Nagari Salibutan ini bekerja sebagai buruh ladang. Kepada www.tanamonews.com, Edwar mengatakan, "Penghasilan saya sebagai buruh di ladang orang ini rata-rata Rp 500 ribu per bulan. Itupun kadang tidak menentu, apalagi jika harga hasil ladang harganya turun".

Edwar berterima kasih kepada Pemerintah Kab. Padang Pariaman, Kodim 0308/Pariaman dan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat yang sudah membantunya untuk menerima bantuan  rehab/bedah RTLH pada kegiatan TMMD ini. 

"Biasanya kalau hari hujan lebat, di rumah saya ini masuk air karena atapnya banyak yang bocor", ujar Edwar pada (14/3/2021), ketika ditemui oleh www.tanamonews.com. Edwar berharap semoga dengan bantuan bedah/rehab RTLH yang diterimanya bisa tinggal dengan nyaman di rumah tersebut.


Pesan Danrem 032/Wbr Brigjend Arief Gajah Mada

Komandan Korem 032/Wirabraja, Brigjend Arief Gajah Mada pada 18/3/2021 memaparkan, "Program TMMD ke-110 tahun 2021 yang mengusung tema “TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri”, merupakan aksi nyata dari kepedulian dan peran aktif TNI dalam menjaga pertahanan rakyat semesta. 

Dari sinergi dan kemanunggalan TNI bersama rakyat dalam program TMMD sebagai sebuah operasi militer non perang, diharapkan akan menjadi pondasi terbangunnya semangat kebersamaan dan kesatupaduan. 

Brigjend Arief menyatakan, "Tujuan akhir dari pelaksanaan kegiatan TMMD di internal TNI adalah terciptanya kemanunggalan TNI dan rakyat guna mewujudkan pertahanan negara dan rakyat semesta. Dari aspek lainnya, pelaksanaan TMMD juga diharapkan mampu mewujudkan percepatan pembangunan, guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. TNI berasal dari rakyat, berjuang untuk rakyat, dan pada akhirnya akan kembali kepada rakyat. Jadi harapannya memang seperti itu, dengan terbangunnya kemanunggalan, kesatupaduan dan interaksi positif antara TNI dengan rakyat, diharapkan akan memperkuat sektor pertahanan dan kemandirian menuju masyarakat sejahtera dan bermartabat".


Amanat Pangdam I/Bukit Barisan Mayjend TNI Hasanudin

Pangdam l/Bukit Barisan Mayjend TNI Hasanudin dalam amanat tertulisnya dibacakan oleh Kasrem 032/Wirabraja Kol. Inf. Amrizen menyampaikan bahwa kebersamaan TNI dan rakyat merupakan sinergitas yang positif dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa, khususnya membantu pemda dalam menyiapkan infrastruktur yang  sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam amanat tertulis tersebut  Pangdam l/Bukit Barisan Mayjend TNI Hasanudin juga menyampaikan beberapa atensi dan harapan sebagai tindak lanjut dari  Program TMMD ke-110. 

Harapan dan atensi yang pertama adalah agar memelihara kebersamaan dan semangat gotong royong yang sudah terbina dengan baik serta memelihara hasil Program TMMD, agar usia pakainya lama dan manfaatnya dapat dinikmati  oleh warga masyarakat dalam kurun waktu yang cukup panjang.  

Selanjutnya, Pangdam l/Bukit Barisan memerintahkan kepada para  Dansatgas TMMD ke-110, untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan TMMD untuk dijadikan bahan perbaikan pada TMMD mendatang. (Arif)

Posting Komentar

0 Komentar

"Upaya Pemprov Sumbar Membangkitkan Ekonomi dimasa Pandemi Covid-19"





Welcome to Thank's