Ticker

6/recent/ticker-posts

TMMD 110, Menjemput Mimpi Yang Terkubur Lama

Oleh: Mayor Inf. Hasanuddin Daulay (Kapenrem 032/Wbr Kodam I/BB)

TANAMONEWS |  Desa Bukit Pamewa di Kab. Mentawai dan Nagari Salibutan di Kab. Padang Pariaman, kembali menjadi saksi sejarah kemanunggalan Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama rakyat. Masyarakat di dua daerah yang menjadi sasaran kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 tahun 2021 ini, kini tengah bersuka cita dalam menjemput dan mewujudkan mimpi mereka yang sudah terkubur lama.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, program TMMD merupakan salah satu wujud operasi Bhakti TNI dengan melibatkan segenap instansi lintas sektoral dan seluruh komponen masyarakat. TMMD dilakukan secara terintegrasi dalam upaya meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah pedesaan, daerah tertinggal, terisolir, perbatasan, daerah kumuh, serta daerah-daerah yang terkena dampak bencana.

Selain sebagai wujud sinergi dan kemanunggalan TNI bersama rakyat, program TMMD antara lain juga bertujuan untuk membantu program pemerintah, khususnya dalam upaya memacu peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, yang diaplikasikan melalui berbagai kegiatan pembangunan fisik, maupun non fisik, yang menyasar langsung pada kepentingan dan hajat hidup masyarakat banyak.

Di Sumatera Barat sendiri, alasan dipilihnya Desa Bukit Pamewa di Mentawai dan Nagari Salibutan di Padang Pariaman sebagai daerah sasaran TMMD ke-110 yang pada tahun 2021 ini mengusung tema “TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri”, tak lain karena berdasar kepada kebutuhan masyarakat yang mendambakan ketersediaan jalan yang representatif dan memadai, terutama dalam mendukung segala aktivitas dan mobilitas mereka.

Desa Bukit Pamewa terletak di Kec. Sipora Utara, tepatnya di sisi barat Pulau Sipora. Sejak beberapa tahun terakhir, persoalan transportasi diakui menjadi salah satu masalah besar yang dihadapi masyarakat di daerah dengan luas 16,21 kilometer persegi itu. Baik untuk keperluan mobilitas ke kantor-kantor pemerintahan, anak sekolah, maupun aktivitas masyarakat peladang yang hendak memasarkan hasil panennya.

“Tidak memadainya akses jalan darat, membuat masyarakat Desa Bukit Pamewa hanya memiliki dua pilihan. Berjalan kaki melewati jalan setapak menembus hutan, atau memilih menggunakan moda transportasi laut,” kata Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, Kortanius Sabeleake.

Selain harus mengeluarkan biaya tinggi, pilihan menggunakan transportasi laut ujar Wabup, juga tak jarang membuat masyarakat harus mengalah dengan cuaca dan kondisi alam. Berbagai aktivitas masyarakat Desa Bukit Pamewa, tak jarang harus tertunda sampai cuaca dan keadaan laut normal kembali.

“Ombaknya besar, gelombang juga tinggi. Jadi penuh risiko kalau tetap dihadang. Kebanyakan masyarakat Bukit Pamewa lebih memilih menunda aktivitas, ketimbang harus menghadapi risiko dan segala kemungkinan terburuk saat dalam pelayaran di laut,” ujar Kortanius.

Dandim 0319/Mentawai, Letkol Czi. Bagus Mardyanto yang dihubungi usai meninjau langsung pengerjaan jalan Desa Bukit Pamewa, Jumat (12/3) menyebutkan, meski terkendala cuaca yang kurang mendukung, namun sampai dengan hari 15 TMMD ke-110 di Mentawai, realisasi dari pelaksanaan seluruh kegiatan fisik dan non fisik sudah mendekati angka 80 persen.

Khusus pengerjaan jembatan dan badan jalan sepanjang lebih kurang 6 kilometer di Desa Bukit Pamewa itu sebut Letkol Bagus, pihaknya optimis dan bertekad pelaksanaan pekerjaan sudah bisa dirampungkan sebelum penutupan TMMD ke-110, pada 31 Maret 2021 mendatang. Apalagi didukung dengan adanya partisipasi dan keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat.

“Kasihan kita, selama ini sebagian masyarakat terpaksa harus berjalan kaki, menghabiskan waktu berjam-jam, yang tentunya akan sangat menguras tenaga. Kalau naik kapal, biayanya sangat besar. Insha Allah, pengerjaan jalan ini bisa diselesaikan tepat waktu, sehingga bisa pula segera dimanfaatkan oleh masyarakat.” ucap Letkol Bagus.

Berikan Banyak Manfaat


Terpisah, Dandim 0308/Pariaman, Letkol Czi Titan Jatmiko mengatakan, alasan dipilihnya Nagari Salibutan Kec. Lubuk Alung, Kab. Padang Pariaman sebagai sasaran pelaksanaan kegiatan TMMD ke-110 di wilayah teritorial Kodim 0308/Pariaman tahun 2021 ini, nyaris tak jauh berbeda dengan harapan dan kebutuhan masyarakat di Desa Bukit Pamewa, Mentawai.

“Bedanya, di Nagari Salibutan tidak ada laut. Namun, akses transportasi masyarakat di daerah ini memang belum memadai. Kebetulan jalan yang dibuka sepanjang 2,5 kilometer pada TMMD ke-110 tahun ini, termasuk salah satu jalur lintasan strategis yang akan memberikan banyak manfaat kepada warga,” ujar Letkol Titan.

Nagari Salibutan yang merupakan daerah pemekaran dari Nagari Lubuk Alung (2016), terletak di koordinat 0.6220 LS dan 100.2960 BT. Memiliki luas 15,08 kilometer persegi, Salibutan terdiri dari empat korong, masing-masingnya Korong Lipek Pageh, Gamaran, Lubuak Munti dan Kampuang Alai.

Selain pembukaan jalan sepanjang 2.500×6 meter, sasaran fisik yang dikerjakan antara lain meliputi pembuatan jembatan plat 1×1,5×7 meter, jembatan plat 6x4x2 meter di dua titik, pemasangan gorong-gorong di tiga titik, pembuatan mortar/saluran air sepanjang 50 meter dan pembuatan tempat berwudhu di Musala Al-Ikhlas, Korong Lipek Pageh.

“Selain itu juga ada sasaran tambahan berupa rehab RTLH sebanyak 5 unit, musala sebanyak 2 unit dan lapangan bola kaki. Sampai dengan 18 Maret 2021, realisasi dari seluruh kegiatan fisik sudah mencapai angka 80 persen. Kita berharap, semua pengerjaan bisa selesai tepat waktu,” ujar Letkol Titan.

Sementara untuk sasaran non fisik sendiri terangnya, antara lain berupa kegiatan penyuluhan pertanian, kesehatan, peternakan, kerukunan beragama, kesadaran bela negara, wawasan kebangsaan, narkoba, penyuluhan kebencanaan dan sosialisasi Covid-19. Pelaksanaannya jelas Letkol Titan, melibatkan seluruh instansi terkait di lingkungan Pemkab Padang Pariaman dan tetap mengikuti prosedur protokol kesehatan Covid-19.

“Alhamdulillah, kita melihat partisipasi masyarakat cukup bagus sepanjang pelaksanaan TMMD ini. Baik dalam hal gotong-royong pengerjaan sasaran fisik, maupun keikutsertaan dalam serangkaian kegiatan penyuluhan dan sosialisasi,” ujar Letkol Titan.

Wali Nagari Salibutan, Jahidir, SH., melalui Sekretaris Nagari, Ilman Hadi, S.Pd., mengatakan, ruas jalan yang kini tengah dikerjakan personil Satgas TMMD bersama masyarakat itu, sebelumnya merupakan jalan setapak yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Padahal sebut Ilman, ruas jalan tersebut berlokasi di jalur strategis yang akan saling menghubungkan empat korong di Nagari Salibutan.

“Potensi sektor ketahanan pangan di daerah ini cukup tinggi. Namun distribusi dan pemasaran sangat rendah. Salah satunya disebabkan faktor ketersediaan jalan dan akses transportasi yang memang belum memadai. Jika menggunakan kendaraan, jarak yang ditempuh cukup jauh,” kata Ilman.

Panduduk Nagari Salibutan dengan jumlah 2.500 jiwa, mayoritas berprofesi sebagai buruh, petani dan peladang. Selain padi, masyarakat di daerah itu juga menghasilkan berbagai macam komoditi unggulan dari hasil kebun dan berladang. Seperti karet, petai, kandis, jengkol, jagung, durian, mangga, kelapa dan banyak lainnya.

“Kami yakin dan optimis, pembukaan jalan itu nantinya akan memberikan banyak manfaat dan kemudahan dalam menunjang berbagai aktivitas keseharian masyarakat Nagari Salibutan. Baik mobilisasi anak sekolah, pemasaran hasil ladang dan pertanian, maupun berbagai keperluan untuk mendapatkan pelayanan di kantor pemerintahan dan fasilitas kesehatan,” papar Ilman.

Ramadian, salah seorang warga yang juga tokoh masyarakat Korong Gamaran menuturkan, program TMMD tahun ini akan sejarah penting dalam pembangunan di Nagari Salibutan. Tidak hanya menjawab segala harapan dan mimpi masyarakat, hasil dari seluruh rangkaian kegiatan TMMD, baik fisik maupun non fisik, diharapkan akan ikut memacu peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Atas nama masyarakat, kami sangat berterima kasih dengan dibukanya jalan baru di Korong Lipek Pageh. Yang pastinya, jalan itu akan mempersingkat jarak tempuh dari dan ke Nagari Salibutan. Apalagi, jalan itu juga sudah menjadi mimpi yang cukup lama dinanti-nanti warga. Alhamdulillah, tahun ini Bapak-bapak TNI mewujudkannya melalui program TMMD. Sekali lagi, atas nama masyarakat Nagari Salibutan, kami mengucapkan terima kasih,” kata Ramadian.

Rosita, warga Korong Lipek Pageh, mengaku sangat antusias menyambut dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan TMMD ke-110 Kodim 0308/Pariaman. Perempuan tujuh anak yang kebetulan berladang di sekitar lokasi pembangunan jalan yang menjadi sasaran fisik TMMD itu, tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih atas dipilihnya kampung yang sudah sejak 52 tahun silam dihuninya itu.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Pembangunan jalan ini memang sudah kami nantikan sejak lama. Mudah-mudahan program TMMD tahun ini membawa keberkahan untuk Salibutan dan seluruh masyarakatnya,” ujar Rosita.

Yuni Marni (34) dan Julita (42), dua dari lima warga Nagari Salibutan penerima manfaat program rehab Rumah Tak Layak Huni (RTLH) pada giat TMMD ke-110 tahun ini, mengaku tak kuasa menyembunyikan kebahagiaannya, ketika mengetahui bahwa mereka ditetapkan sebagai keluarga terpilih program rehab RTLH.

Yuni Marni sendiri adalah seorang janda dengan tiga anak yang masih belia. Pasca ditinggal mati suaminya pada tahun 2020 lalu, perempuan yang hanya bermata pencaharian sebagai buruh tani ini, harus berjuang seorang diri untuk menafkahi keluarga, memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan dua anaknya yang sudah duduk di bangku sekolah. TMMD ke-110 tahun ini, diakui Yuni sebagai sebuah mukjizat yang diturunkan Allah SWT kepadanya.

“2009 lalu, rumah saya hancur akibat gempa. Bantuan tak cukup, kami juga tak canggung untuk melanjutkan renovasi dan perbaikan rumah. Alhamdulillah, ini adalah berkah untuk keluarga kami, doa dan harapan kami akhirnya dikabulkan Allah SWT,” ujar Yuni.

Begitu juga dengan Julita, perempuan tiga anak yang kesehariannya melakoni profesi sebagai buruh pembuat bata. Apa yang dilihat dan dirasakan istri dari Mulyadi (52) itu, jauh berbeda dengan keadaan yang telah dilaluinya sejak 17 tahun silam. Tempat tinggalnya yang dulu hanya sebuah gubuk tua di tengah sawah, kini sudah berdiri kokoh berkat program rehab RTLH TMMD ke-110 tahun 2021.

“Rumah ini dulunya adalah sebuah pondok reot berukuran 3×4 meter di areal persawahan. Tak ada kamar tidur, tak ada sekat pembatas ruangnya. Lantainya tanah, dindingnya terbuat dari bambu dan atapnya rumbia. Kalau sudah hujan, bocor dan becek dimana-mana,” kenang Julita.

Julita dan suaminya Mulyadi, bukannya tidak berkeinginan untuk bisa keluar dari kesusahan itu. Namun faktor kesulitan ekonomi dan keterbatasan materi, membuat pasangan suami istri itu tak mampu berbuat apa-apa. Apalagi Mulyadi, juga hanya berprofesi sebagai buruh tani, yang terkadang hasilnyapun tak mencukupi untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga mereka.

“Kami hanya bisa bersyukur kepada Allah SWT, berterima kasih kepada Bapak-Bapak TNI dan seluruh pihak yang telah ikut membantu dalam program TMMD ini. Ini benar-benar berkah bagi keluarga kami. Sekali lagi terima kasih, Bapak. Terima kasih banyak,” ujar Julita terbata.

Berikan Bakti Terbaik

Program TMMD ke-110 tahun 2021 yang mengusung tema “TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri”, merupakan aksi nyata dari kepedulian dan peran aktif TNI dalam menjaga pertahanan rakyat semesta. Dari sinergi dan kemanunggalan TNI bersama rakyat dalam program TMMD sebagai sebuah operasi militer non perang, diharapkan akan menjadi pondasi terbangunnya semangat kebersamaan dan kesatupaduan.

Hal itu dikatakan Komandan Korem 032/Wbr Kodam I/BB, Brigjen TNI Arief Gajah Mada, Kamis 18 Maret 2021. Brigjen Arief menyebutkan, tujuan akhir dari pelaksanaan kegiatan TMMD di internal TNI adalah terciptanya kemanunggalan TNI dan rakyat guna mewujudkan pertahanan negara dan rakyat semesta. Dari aspek lainnya, pelaksanaan TMMD juga diharapkan mampu mewujudkan percepatan pembangunan, guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“TNI berasal dari rakyat, berjuang untuk rakyat, dan pada akhirnya akan kembali kepada rakyat. Jadi harapannya memang seperti itu, dengan terbangunnya kemanunggalan, kesatupaduan dan interaksi positif antara TNI dengan rakyat, diharapkan akan memperkuat sektor pertahanan dan kemandirian menuju masyarakat sejahtera dan bermartabat,” kata Brigjen Arief.

Sekaitan dengan pelaksanaan TMMD ke-110 tahun 2021 di wilayah teritorial Korem 032/Wbr, Danrem menginstruksikan kepada seluruh Satgas TMMD, untuk benar-benar memberikan bakti terbaik kepada masyarakat, bekerja sungguh-sungguh dan senantiasa berpedoman kepada 8 Wajib TNI saat berbaur bersama-sama rakyat.

“Jaga kehormatan diri dan kesatuan, jaga kehormatan rakyat. Jadilah panutan dan contoh yang baik dalam bersikap. Ingat, TNI adalah Tentara Rakyat, berasal dari rakyat dan berjuang untuk rakyat. Dan kemanunggalan melalui program TMMD ini adalah pondasinya. Jadi bisa tolong dijaga dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” pesan Brigjen Arief mengakhiri. (Daulay/Arif).

Simak Videonya :


TNI AD Mengabdi dan Membangun Bersama Rakyat 

Posting Komentar

0 Komentar

"Upaya Pemprov Sumbar Membangkitkan Ekonomi dimasa Pandemi Covid-19"





Welcome to Thank's