Ticker

6/recent/ticker-posts

Cegah Rentenir, Nevi Zuairina Minta Pembentukan Holding Ultra Mikro (UMi)

TANAMONEWS.COM I Jakarta --  Anggota DPR RI Komisi VI II, Hj. Nevi Zuairina pada  Rapat Kerja Komisi VI dengan  Wakil Menteri BUMN, Dirut PT BRI Persero, Dirut PT Pegadaian dan Dirut PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan tema Progress Perkembangan Pembentukan Holding Ultra Mikro (UMi) menyampaikan, agar ketika Holding ini terbentuk, aktivitas rentenir di masyarakat mesti ditekan seminimal mungkin dan memberi harapan sekaligus peluang kepada UMKM untuk berkembang dimana selama ini banyak yang tidak bankable sehingga sulit mendapat bantuan permodalan. Senin, 27 September 2021.

"Se.suai dengan kesimpulan rapat, saya dan masyarakat di bawah sangat mengharapkan, bahwa pembentukan Holding Ultra Mikro dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat sehingga ada peningkatan skala usaha pelaku UMKM. Selain lebih memudahkan mengakses permodalan, juga adanya fasilitas pinjaman dengan suku bunga rendah", tutur Nevi.

Politisi PKS ini menekankan, Holding UMi yang resmi terbentuk tanggal 13 September 2022 di Jakarta ini memiliki potensi kuat dalam pemberdayaan masyarakat dan menyediakan pembiayaan yang lebih lengkap dan murah. Kondisi ini mesti tercapai karena merupakan salah satu tujuan dari hadirnya Holding UMi melalui sinergi ketiga BUMN. Melalui co-location jejaring layanan BRI ke depan akan dilengkapi pula dengan loket untuk Pegadaian, maupun pos para Account Officer (AO) dari PNM Mekaar.

Legislator asal Sumatera Barat ini menerima data dari BRI, bahwa  usaha ultra mikro yang membutuhkan pendanaan tambahan mencapai 45 juta nasabah pada 2018. Dari jumlah itu, yang sudah tersentuh lembaga keuangan formal baru sekitar 15 juta nasabah. 

"Dari jangkauan BRI saja, ada sekitar 30 juta pelaku UMKM yang mesti di dorong permodalannya untuk maju dan berkembang. Dengan berdirinya holding ini diharapkan semakin banyak  pelaku usaha ultra mikro yang makin berkembang karena berkesempatan menerima akses permodalan. Mesti ada target, beberapa tahun kedepan pelaku usaha ultra mikro ini bisa naik kelas menjadi  pengusaha mikro dan kecil", tutur Nevi.

Nevi mengharap, dua hingga tiga tahun kedepan sudah mulai muncul hasil pembentukan holding UMi dengan penciptaan  lapangan kerja baru dan penyerapan tenaga kerja di daerah.

"Dalam jangka pendek, Kementerian BUMN mesti melakukan sosialisasi secara intensif ke masyarakat atas pembentukan Holding UMi ini. Mayarakat mesti paham merata seluruh Indonesia, apa UMi ini dan bagaimana mekanismenya sehingga pemahaman masyarakat yang utuh akan UMi termasuk manfaat apa yang dapat diterima oleh masyarakat atas kehadirannya", tutup Nevi Zuairina. (Abe)

Posting Komentar

0 Komentar

"PROMOSIKAN KEGIATAN DAN USAHA ANDA DISINI"



Welcome to Thank's