Ticker

6/recent/ticker-posts

Rangkiang Patah Sembilan, Salah Satu Keunikan Museum Istana Basa Pagaruyung

TANAMONEWS.COM, TANAHDATAR - Museum Istano Basa Pagaruyung atau yang biasa dikenal dengan nama Istano Pagaruyung, merupakan sebuah istana yang berada di jalan Sutan Alam Bagargasyah, Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Istana ini Terletak di Nagari Pagaruyung Kecamatan Tanjung Emas, berjarak 106 km dari Ibukota Provinsi Sumatera Barat, dan 5 km dari Kota Batusangkar. 

Museum Istano Basa Pagaruyung memiliki  unsur penunjang. Di antaranya dapur, surau, rangkiang patah sembilan, tabuah larangan, Taman Istano Basa, Kuburan Panjang Datuak Tantejo Gurhano.

Salah satu yang menarik dari unsur penunjang tersebut yakni Rangkiang Patah Sembilan. Rangkiang tersebut berada di halaman depan sebelah kiri bangunan istana. Rangkiang tersebut berfungsi sebagai tempat penyimpanan padi dan merupakan simbol dari kemakmuran dan kekuasaan alam di Minangkabau

Pada masa pemerintahan kerajaaan Pagaruyung, Rangkiang sendiri sudah banyak terdapat di setiap rumah gadang. Setiap pemilik rumah pasti akan membangun setidaknya satu buah rangkiang yang nantinya akan digunakan sebagai tempat penyimpanan beras.

Di Museum istana basa pagaruyung, rangkiang memiliki berbgai fungsi dan kegunaan. Salah satu Rangkiang yang berada di halaman museum ini berukuran cukup besar. Atapnya terbuat dari ijuk dan memiliki empat gonjong, tidak memiliki  pintu dan  hanya ada  satu jendela disetiap sisinya  lalu dindingnya terbuat dari bambu dengan berbagai ukiran.  Rangkiang inilah yang  bernama Rangkiang Patah Sembilan.

Rangkiang Patah Sambilan berfungsi sebagai tempat penyimpanan padi. Rangkiang adalah simbol kemakmuran dan kekuasaan alam Minangkabau, disetiap rumah-rumah adat Minangkabau Rangkiang dibangun di depan rumah sebanyak dua buah, kedua Rangkiang tersebut berbeda fungsi, tetapi pada umumnya Rangkiang digunakan sebagai tempat penyimpanan padi. 

Di Museum Istano Basa Pagaruyung terdapat banyak  Rangkiang dan  disatukan dengan nama Rangkiang Patah Sambilan, yang mempunyai sembilan nama dan fungsi yang berbeda beda.

Yang pertama adalah Rangkiang Sitinjau Lauik.  Berfungsi sebagai tempat penyimpanan harta dan pusaka, Rangkiang ini lebih istimewa dibandingkan yg lainnya karena terletak pada ruang yang paling tengah. Rangkiang ini hanya boleh dibuka setahun sekali yang digunakan untuk keperluan menjaga adat, upacara adat, menegakkan penghulu raja. Yang kedua Rangkiang Mandah Pahlawan.  Berfungsi untuk pertahanan dan keamanan, yang mana gunanya untuk persiapan apabila terjadi keributan, perang atau sangketa kerajaan. 

Dan masih da beberapa jenis lagi yakni Rangkiang Harimau Pauni Koto, Rangkiang Sitangka Lapa, Rangkiang Kapuak Garuik Simajo Labiah, Rangkiang Kapuak Galuak Bulek Basandiang, dan  Rangkiang Kapuak Gadiang Bapantang Luak 

Jadi dapat disimpulkan bahwa Rangkiang-rangkiang yang berada di museum istana basa pagaruyung tersebut memiliki fungsi utama yang sama, yakni sebagai tempat penyimpanan harta. (Nasriadi)

Posting Komentar

0 Komentar

"PITUAH PITARUAH DARI YUS DATUAK PARPATIAH, ADAT ISTIADAT MINANGKABAU"



Welcome to Thank's