Ticker

6/recent/ticker-posts

Seni Ukiran Museum Istana Basa Pagaruyung, Salah Satu Keistimewaan Yang Harus Dilestarikan

TANAMONEWS.COM, TANAHDATAR - Di indonesia kita sudah tidak asing lagi dengan seni ukir ataupun seni ragam hias. Ragam hias ini dapat di jumpai di segala aspek. Motif ragam hias terdapat dikehidupan masyarakat sebagai  media untuk mengekspresikan  perasaan yang ditampilkan dalam bentuk visual, yang proses pengerjaannyaa tidak lepas dari pengaruh alam dan lingkungan sekitarnya. 

Ragam hias ukiran tradisional yang diaplikasikan pada Rumah Gadang masyarakat  Minangkabau beranekaragam jumlahnya tergantung kedudukannya dalam suku. setiap bentuk ukiran mengandung arti tersendiri yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat Minangkabau. 

Jika dilihat Secara keseluruhan, arti yang terkandung merupakan tuntunan bagi masyarakat suku Minangkabau dalam menjalankan kehidupan sehari-hari . Makna ukiran tersebut juga bahkan dikuatkan dengan penggunaan ungkapan atau kata-kata adat

Ragam hias ukiran Minangkabau pada umumnya diaplikasikan pada bangunan seperti rumah gadang atau rumah adat, istana kerajaan, balai adat, masjid, rangkiang, dan lainnya. baik untuk bangunan kecil ataupun pada bangunan besar. Selain itu juga diaplikasikan pada beberapa perkakas sehari-hari seperti pada peralatan upacara, rumah tangga, alat pertanian, alat permainan dan lainnya.

Ukiran-ukiran yang digunakan merupakan ilustrasi keadaan alam sekitar, seperti tumbuhan, hewan, benda, dan manusia. Ukiran tersebut berdasarkan pada  falsafah hidup suku Minangkabau, alam takambang jadi guru, yang artinya alam yang berada di muka bumi ini dapat  dijadikan guru.

Salah satu  contoh rumah  Gadang yang terkenal menerapkan seni ukir adalah Museum Istano Basa Pagaruyung atau lebih sering dikenal dengan Istana Pagaruyung yang terletak di kecamatan Tanjung Emas, kota Batusangkar, kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Istano Basa yang  sekarang ini  merupakan  replika dari yang asli. 

Keistimewaan dari museum istana basa pagaruyung  tidak hanya  terletak pada bentuknya yang anggun dan menjulang tinggi, tetapi juga pada berbagai ragam hias yang diukir pada dinding dan bagian lain dari rumah gadang tersebut. 

Pada rumah-rumah sederhana, ukiran ditempatkan pada pintu dan jendela rumah, sedangkan pada rumah-rumah  gadang, ukiran hampir menutupi seluruh badan bangunan. Dinding, tiang-tiang rumah, jendela, pintu, akan dihiasi dengan ukiran yang terdiri dari berbagai motif. 

Ragam hias museum istana basa pagaruyung memiliki bermacam  pola di berbagai tempat. Ragam hias pada bagian atap Istana Basa Pagaruyung dipenuhi oleh ukiran di  yang berukkuran kecil. Adapun nama dari motif ragam hias yang terdapat dalam bagian atap salah satunya adalah Tupai Managun. 

Masih banyak lagi pola ragam hias di museum istana basa pagaruyung, seperti pola ragam hias di pintu istana yang bermotif labah mangirok, pola ragam hias di langit-langit istana yang bernama jalo taserak, pola ragam hias di kaki istana yang bernama lapieh jerami, dan masih banyak pola ragam hias lainnya yang terdapat di museum istana basa pagaruyung. (Nasriadi)

Posting Komentar

0 Komentar

"PITUAH PITARUAH DARI YUS DATUAK PARPATIAH, ADAT ISTIADAT MINANGKABAU"



Welcome to Thank's