PIMRED : ROBBY OCTORA ROMANZA (WARTAWAN UTAMA)

6/recent/ticker-posts
"SEBAR LUASKAN INFORMASI KEGIATAN DAN PROMOSI USAHA ANDA DISINI"

Di Bawah Langit Painan, Efrianto Datuak Rajo Panjang Tegaskan Balimau Paga sebagai Titik Temu Adat dan Spirit Ramadan

Painan, Tanamonews.com – Menjelang datangnya Ramadan 1447 Hijriah, tradisi Balimau Paga kembali digelar di Mesjid Akbar Baiturrahman Painan. Di momen yang sarat makna itu, Ketua Komisi IV DPRD Pesisir Selatan, Efrianto Datuak Rajo Panjang, menegaskan pentingnya menjadikan adat dan Ramadan sebagai dua kekuatan yang saling menguatkan.

Efrianto hadir bersama Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, unsur Forkopimda, anggota DPRD dari Dapil I, Ketua KAN Nagari Painan, ninik mamak, serta Bundo Kanduang. Kehadiran para tokoh tersebut memperlihatkan kebersamaan dalam menjaga tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.

Bagi Efrianto Datuak Rajo Panjang, Balimau Paga bukan sekadar agenda tahunan yang diulang setiap menjelang Ramadan. Ia adalah ruang perenungan kolektif bagi masyarakat untuk kembali mengingat akar budaya dan nilai spiritual.

Menurutnya, tradisi ini memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar membersihkan pagar makam leluhur. Ada pesan moral dan spiritual yang tersimpan di dalamnya.

“Balimau Paga adalah momentum untuk memperkuat adat sekaligus menyucikan diri sebelum memasuki bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Ia menilai, ketika pemerintah daerah hadir langsung dalam kegiatan adat, maka itu menjadi sinyal kuat bahwa pelestarian budaya adalah komitmen bersama.

“Ketika pemerintah daerah ikut hadir dan terlibat, ini menjadi semangat baru bagi kaum ninik mamak untuk tetap konsisten memelihara adat dan tradisi sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat,” kata Efrianto Datuak Rajo Panjang.

Menurutnya, dukungan dari unsur legislatif dan eksekutif memperlihatkan bahwa adat tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian integral dari pembangunan daerah.

Balimau Paga sendiri merupakan tradisi membersihkan pagar makam sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Namun di balik kegiatan itu, tersimpan makna penghargaan terhadap sejarah dan jati diri.

Efrianto menegaskan bahwa generasi hari ini berdiri di atas perjuangan para pendahulu. Karena itu, menjaga makam dan mendoakan mereka adalah wujud rasa hormat yang tidak boleh luntur.

Ia juga melihat Balimau Paga sebagai sarana mempererat silaturahmi. Masyarakat berkumpul tanpa sekat, bekerja bersama, dan berbagi doa dalam satu kebersamaan.

Di tengah dinamika sosial yang terus berubah, nilai gotong royong seperti ini menurutnya harus terus dirawat agar tidak terkikis oleh individualisme.

Lebih jauh, Efrianto Datuak Rajo Panjang menekankan dimensi spiritual dalam tradisi tersebut. Membersihkan pagar makam adalah perlambang membersihkan hati dari segala noda dan kesalahan.

Momentum itu terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan datangnya Ramadan, bulan yang penuh rahmat dan ampunan.

“Ramadhan adalah hadiah dari Allah SWT untuk umat Muslim, untuk penghapusan dosa-dosa dan penyempurnaan ibadah,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa Ramadan hanya datang sekali dalam setahun, sehingga setiap Muslim harus memanfaatkannya sebaik mungkin.

Menurutnya, bulan suci harus dijadikan titik balik untuk memperbaiki kualitas ibadah, memperkuat keimanan, dan memperbaiki hubungan sosial.

“Mari kita niatkan Ramadan tahun ini menjadi Ramadan terbaik, untuk mendapatkan pengampunan dari Allah SWT,” ajaknya.

Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni menyampaikan bahwa Balimau Paga merupakan warisan budaya yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Nagari Painan.

Ia menegaskan bahwa tradisi ini bukan sekadar ritual membersihkan pagar kuburan, tetapi simbol nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh nenek moyang.

Menurut Hendrajoni, ada tiga makna utama dalam Balimau Paga, yakni penghormatan kepada leluhur, penguatan silaturahmi, dan persiapan spiritual menyambut Ramadan.

“Membersihkan pagar adalah simbol dari membersihkan hati kita dari segala kotoran dan dosa,” tegasnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak hanya menyaksikan tradisi adat, tetapi ikut terlibat aktif dalam pelestariannya agar nilai budaya tetap hidup.

Kegiatan yang berlangsung khidmat itu ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan bagi Nagari Painan dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Bagi Efrianto Datuak Rajo Panjang, Balimau Paga dan Ramadan adalah dua momentum yang saling melengkapi—adat menjaga identitas dan persatuan, sementara Ramadan menyucikan jiwa dan memperkuat iman—keduanya menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang berakar pada budaya dan berlandaskan nilai agama.

Posting Komentar

0 Komentar





Selamat datang di Portal Berita, Media Online : www.tanamonews.com, atas nama Redaksi mengucapkan Terima kasih telah berkunjung.. tertanda: Owner and Founding : Indra Afriadi Sikumbang, S.H. Tanamo Sutan Sati dan Pemimpin Redaksi : Robby Octora Romanza