Tanamonews.com, Pesisir Selatan - Peresmian RSUD Tapan, Instalasi Farmasi, serta gedung rawat inap pada Rabu (11/2) menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat wilayah selatan Kabupaten Pesisir Selatan. Ketua DPRD Pesisir Selatan, Darmansyah, menyebut peristiwa ini sebagai kemenangan nyata rakyat yang telah lama menantikan fasilitas kesehatan representatif di kawasan Basa IV Balai Tapan dan sekitarnya.
Bagi Darmansyah, berdirinya RSUD Tapan bukan sekadar tambahan infrastruktur pemerintah daerah, melainkan simbol hadirnya negara di tengah kebutuhan mendasar masyarakat. Ia menilai perjuangan panjang warga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak kini mulai terjawab dengan berdirinya rumah sakit tersebut.
Wilayah selatan Pesisir Selatan selama ini menghadapi tantangan geografis yang tidak ringan. Jarak tempuh menuju rumah sakit di Painan atau bahkan ke Kota Padang kerap menjadi hambatan serius bagi pasien yang membutuhkan penanganan cepat dan darurat.
“Dengan beroperasinya RSUD Tapan, kendala jarak dan waktu tempuh diharapkan tidak lagi menjadi momok bagi masyarakat. Kecepatan pelayanan medis sangat menentukan keselamatan jiwa, sehingga peningkatan pelayanan kesehatan ini memiliki dampak strategis,” terangnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan yang dinilai konsisten memperjuangkan pemerataan pembangunan fasilitas kesehatan. Menurutnya, keberpihakan pada pelayanan dasar seperti kesehatan adalah indikator keseriusan pemerintah daerah dalam membangun kualitas hidup masyarakat.
Lebih jauh, Darmansyah mendorong agar RSUD Pratama Tapan segera dipersiapkan untuk naik status menjadi rumah sakit Tipe C. Peningkatan status ini dinilai penting agar layanan spesialis dapat tersedia secara lebih lengkap bagi masyarakat wilayah selatan.
“Kami (DPRD) akan mengawal proses peningkatan tersebut, baik dari sisi regulasi maupun dukungan anggaran. Pemerataan kualitas layanan kesehatan tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata,” ungkap Darmansyah.
Dengan fasilitas yang semakin memadai, ia optimistis sebagian besar kasus medis masyarakat sudah dapat ditangani langsung di Tapan. Hal ini tentu akan mengurangi ketergantungan rujukan ke rumah sakit yang lebih jauh.
Darmansyah juga menyoroti dampak ekonomi yang selama ini dirasakan warga ketika harus berobat ke luar daerah. Biaya transportasi, akomodasi, hingga waktu yang terbuang menjadi beban tambahan bagi keluarga pasien.
Kehadiran RSUD Tapan diharapkan mampu meringankan beban tersebut secara signifikan. Ia menilai efisiensi waktu dan biaya akan memberikan ketenangan bagi keluarga pasien dalam mendampingi proses pengobatan.
Selain layanan medis, Darmansyah menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan rumah sakit. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan keindahan fasilitas yang telah dibangun dengan anggaran besar tersebut.
Menurutnya, rumah sakit bukan hanya tempat berobat, tetapi juga ruang pemulihan psikologis bagi pasien. Lingkungan yang bersih dan tertata rapi akan memberikan energi positif dalam proses penyembuhan.
Ia juga menyoroti tata kelola sampah medis yang harus dikelola secara profesional. Standar higienitas, katanya, harus menjadi perhatian utama agar keberadaan rumah sakit tidak menimbulkan persoalan baru bagi lingkungan sekitar.
Darmansyah menyambut baik dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan yang mengalokasikan bantuan dana sebesar Rp2 miliar. Bantuan tersebut dinilai sebagai bentuk perhatian nyata terhadap penguatan layanan kesehatan di daerah.
Selain dukungan anggaran, bantuan alat kesehatan seperti EKG dan kursi perawatan menjadi pelengkap penting dalam menunjang kualitas layanan. Ia memastikan DPRD akan mengawasi agar bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal.
Program rehabilitasi terhadap 17 fasilitas kesehatan di berbagai kecamatan juga menjadi perhatian serius DPRD. Darmansyah ingin memastikan standar pelayanan kesehatan merata di seluruh wilayah Pesisir Selatan.
Menurutnya, RSUD Tapan harus menjadi motor penggerak peningkatan mutu pelayanan kesehatan di wilayah selatan. Kehadirannya harus memberi dampak luas terhadap peningkatan indeks kesehatan masyarakat.
Sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam peresmian tersebut mencerminkan kekompakan seluruh unsur pemerintahan daerah. Darmansyah melihat kolaborasi ini sebagai modal penting dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Ia juga menegaskan komitmen DPRD untuk terus menjadi jembatan aspirasi tenaga kesehatan. Dukungan terhadap tenaga medis, menurutnya, sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur fisik.
Darmansyah mengingatkan bahwa pelayanan yang ramah dan profesional adalah wajah utama rumah sakit. Kemegahan bangunan harus diimbangi dengan sikap humanis dari seluruh petugas medis.
Dengan hadirnya Instalasi Farmasi yang terintegrasi, ia yakin distribusi obat akan semakin tertib dan mudah diakses. Sistem pelayanan satu pintu diharapkan mempercepat proses pelayanan bagi pasien.
Pembangunan Pustu Pasar Tapan juga dinilai sebagai langkah strategis dalam mendekatkan layanan kesehatan dasar ke pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Warga kini dapat memperoleh pemeriksaan awal tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Darmansyah menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa pembangunan sektor kesehatan adalah fondasi kemajuan daerah. Ia percaya investasi di bidang kesehatan akan berpengaruh langsung terhadap produktivitas masyarakat.
Peresmian RSUD Tapan, katanya, adalah titik awal perjalanan panjang menuju layanan kesehatan yang lebih baik. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan mendukung keberlangsungan rumah sakit kebanggaan warga selatan tersebut. (Adv)









0 Komentar