Tanamonews.com, Dharmasraya – Gemuruh sorak-sorai warga memecah keheningan di tepian irigasi Nagari Sungai Langkok, Kecamatan Tiumang, pada puncak perhelatan Alek Nagari Sabiduak Selaju Sampan 2026, Selasa (24/3). Dikutip dari akun faceebok warga dan Nagari Sungai Langkok dan berbagai narasumber(26/03/26)

Di tengah keriuhan pesta rakyat tersebut, hadir sosok pemimpin yang mencuri perhatian: Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani. Kehadiran Bupati Annisa bukan sekadar memenuhi agenda protokoler, melainkan membawa pesan mendalam tentang kepemimpinan, kolaborasi, dan pelestarian akar budaya di tengah arus modernisasi.

Filosofi Dayung

Simbol Kepemimpinan Kolektif. Dalam sambutannya yang memukau, Bupati Annisa tidak hanya berbicara tentang teknis perlombaan. Ia menarik filosofi mendalam dari olahraga dayung sampan yang menjadi napas acara ini.

"Di atas biduak ini, kita belajar tentang arti keselarasan. Jika satu pendayung egois dan mengayun ke arah berbeda, sampan akan karam atau hanya berputar di tempat. Dharmasraya pun demikian; pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat adalah pendayung dalam satu biduak besar. Kita butuh satu ayunan dayung yang sama untuk sampai ke dermaga kesejahteraan," ujar Annisa dengan nada bicara yang teduh namun penuh semangat, disambut tepuk tangan meriah warga.

Menyatu dengan Akar Budaya dan Tokoh Adat

Satu momen yang sangat menyentuh adalah ketika Bupati lulusan Columbia University ini memilih meninggalkan kursi VIP untuk duduk bersila di atas tikar pandan bersama para Niniak Mamak (pemangku adat). Di sana, ia mendengarkan langsung aspirasi dan petuah para tetua.

"Pembangunan fisik sehebat apa pun akan hambar jika kita kehilangan jati diri. Suara Niniak Mamak adalah kompas bagi saya. Saya hadir di sini bukan hanya sebagai bupati, tapi sebagai anak kemanakan yang ingin memastikan bahwa kemajuan Dharmasraya tetap berpijak pada nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah," tambahnya.

Dampak Ekonomi dan Pariwisata

Alek Nagari Sungai Langkok 2026 yang diikuti oleh 32 tim dari berbagai jorong ini juga terbukti menggerakkan ekonomi lokal. Puluhan UMKM tampak memadati lokasi acara. Bupati Annisa pun menyempatkan diri menyambangi lapak-lapak pedagang kecil, memastikan bahwa perhelatan budaya ini berdampak langsung pada kantong masyarakat.

"Event seperti ini adalah magnet pariwisata berbasis komunitas. Kita ingin budaya kita dikenal luas, sekaligus memastikan ekonomi rakyat di nagari-nagari terus berdenyut kencang," tegas Bupati yang dikenal dekat dengan kaum milenial ini.

Penutup yang Mengesankan

Acara ditutup dengan penyerahan piala oleh Bupati Annisa kepada tim pemenang. Namun bagi warga Sungai Langkok, piala terbesar hari itu adalah kehadiran pemimpin yang mau turun ke tanah, mendengarkan keluh kesah, dan merangkul semua golongan tanpa sekat.

Melalui Sabiduak Selaju Sampan 2026, Bupati Annisa Suci Ramadhani kembali menegaskan bahwa di bawah kemudinya, Dharmasraya tidak hanya sedang membangun infrastruktur, tapi sedang membangun jiwa dan kebersamaan sebuah bangsa.(DR)