Tanamonews.com – Sinergi antara Kepolisian Daerah Sumatera Barat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat semakin solid dalam upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan dan penguatan karakter.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumbar, Drs. Syaifullah, M.M., menyampaikan apresiasi atas komitmen Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, dalam membina siswa di lingkungan Sekolah Rakyat (SR).
Menurut Syaifullah, keterlibatan aktif kepolisian dalam pembinaan Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi. Ia menilai, peran kepolisian kini tidak hanya terbatas pada fungsi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menyentuh aspek pembangunan sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang berada di bawah pembinaan Dinas Sosial.
Kapolda Sumbar memandang Sekolah Rakyat bukan sekadar institusi pendidikan formal, melainkan ruang pembentukan karakter dan masa depan generasi muda.
Atas arahannya, jajaran Polda Sumbar diterjunkan untuk melakukan pendampingan intensif di SRMA 4 Padang dan SRMP 4 Padang. Fokus pembinaan diarahkan kepada siswa yang sempat putus sekolah agar mendapatkan penguatan mental, kedisiplinan, serta motivasi belajar yang berkelanjutan.
Kerja sama yang tertuang dalam surat bernomor 465/PFM/Dinsos/2026 tersebut memuat empat sasaran strategis. Pertama, peningkatan kesadaran hukum dan edukasi anti-narkoba guna membentengi siswa dari pengaruh negatif.
Kedua, penguatan kedisiplinan melalui pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) untuk membentuk ketangguhan fisik dan mental. Ketiga, pengembangan kegiatan kepramukaan sebagai wadah pembentukan kepemimpinan, kemandirian, dan solidaritas.
Keempat, pendekatan psikologis yang humanis bagi siswa yang memiliki latar belakang putus sekolah agar lebih siap menjalani pendidikan berasrama.
Syaifullah menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan arahan Kementerian Sosial Republik Indonesia dalam memperkuat intervensi terpadu penanganan kemiskinan ekstrem.
“Kami sangat mengapresiasi respons cepat dan visi Bapak Kapolda. Beliau memahami bahwa memutus rantai kemiskinan tidak cukup hanya dengan bantuan materi, tetapi harus dibarengi pembentukan karakter yang kuat dan disiplin. Kehadiran personel Polda Sumbar di asrama membawa semangat dan motivasi baru bagi para siswa,” ujarnya.
Sementara itu, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menegaskan bahwa pembinaan di Sekolah Rakyat merupakan bagian dari tanggung jawab moral institusi kepolisian terhadap masa depan bangsa.
“Kami ingin hadir bukan hanya ketika ada persoalan hukum, tetapi juga dalam proses membangun karakter anak-anak bangsa. Sekolah Rakyat ini adalah harapan. Jika karakter mereka kuat dan disiplin terbentuk, maka rantai kemiskinan dapat kita putus bersama,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa keamanan yang berkelanjutan hanya dapat tercipta dari masyarakat yang terdidik dan memiliki kesadaran hukum.
“Menjaga kamtibmas adalah tugas kami, namun menjaga masa depan generasi muda adalah investasi jangka panjang. Kami siap mendampingi dan membina agar anak-anak ini memiliki kepercayaan diri untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi,” imbuhnya.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi model sinergi berkelanjutan di Sumatera Barat. Dengan pendekatan yang terstruktur dan menyentuh aspek karakter, pendidikan, serta psikologis, Sekolah Rakyat diyakini mampu menjadi instrumen efektif dalam memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal akibat keterbatasan ekonomi maupun tantangan sosial.







0 Komentar