PIMRED : ROBBY OCTORA ROMANZA (WARTAWAN UTAMA)

6/recent/ticker-posts
"SEBAR LUASKAN INFORMASI KEGIATAN DAN PROMOSI USAHA ANDA DISINI"

Rapat Paripurna DPRD Kota Padang, Penyampaian LKPJ Tahun 2025 Oleh Pemko Padang

Tanamonews.com, PadangDPRD Kota Padang menggelar rapat paripurna Penyampaian Nota Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 oleh Pemerintahaan Kota (Pemko) Padang yang disampaikan Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir secara resmi  dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Padang.

Rapat Paripurna yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Padang itu dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Padang Muharlion, yang didampingi Wakil Ketua dan Sekretaris DPRD Kota Padang Hendrizal Azhar, Mastilizal Aye, Osman Ayub dan Jupri dan segenap anggota dewan.

Dalam Paparannya Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan bahwa Kota Padang sukses menorehkan rapor hijau di berbagai sektor pembangunan sepanjang 2025. Sederet prestasi mulai dari pengelolaan lingkungan hingga lonjakan kualitas sumber daya manusia menjadi poin utama dalam capaian kinerja.

Capaian strategis tersebut dipaparkan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Padang Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Padang, Senin (9/3/2026).

Maigus Nasir mengatakan, salah satu prestasi yang paling menonjol adalah keberhasilan Padang menembus posisi delapan besar kota terbersih di Indonesia. Torehan ini sekaligus mengukuhkan Kota Padang sebagai yang terbaik di Pulau Sumatera dalam aspek pengelolaan sampah dan lingkungan hidup.

"Kita bersyukur sepanjang tahun ini Padang meraih berbagai prestasi. Terakhir, kita masuk delapan besar nasional dan menjadi yang terbaik di Sumatera dalam pengelolaan sampah," ujar Maigus Nasir. 

Peningkatan kualitas hidup warga juga tercermin dari angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang naik dari 84,38 pada tahun 2024 menjadi 84,93 pada 2025. Kenaikan ini didorong oleh kemajuan di sektor pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan masyarakat yang semakin merata.

Sejalan dengan kualitas SDM, ekonomi Kota Padang tercatat tumbuh sebesar 3,629 persen. Pertumbuhan ini dipicu penguatan infrastruktur jalan, drainase, perluasan transportasi massal Trans Padang, hingga revitalisasi pasar tradisional.

Dalam paparannya, Maigus Nasir juga menyoroti inovasi sosial-digital melalui program Smart Surau. Program ini menyediakan akses WiFi gratis yang dibatasi khusus untuk konten pendidikan, sebagai langkah nyata daerah mendukung rencana pusat dalam membatasi penggunaan media sosial bagi anak-anak demi menjaga karakter generasi muda.

Pada kesempatan itu, Maigus Nasir menyerahkan dokumen LKPJ 2025  kepada pimpinan DPRD Kota Padang untuk dibahas lebih lanjut oleh komisi-komisi terkait guna merumuskan rekomendasi kebijakan pembangunan di masa mendatang. 

Dalam keterangannya kepada awak media setelah rapat paripurna berlangsung, Muharlion menjelaskan rapat paripurna kali ini dalam rangka penyampaian LKPJ pelaksanaan pemerintahan selama satu tahun dari Januari- Desember. "Dari LKPJ tergambar capaian yang diraih Wali Kota selama masa kepemimpinan. Ini terkait kinerja," ujarnya.

Lebih lanjur dikatakannya, setelah ini akan dibahas ke tingkat komisi untuk selanjutnya keluar rekomendasi yang akan ditindaklanjuti pemerintah Kota Padang dalam pelaksanaan tahun 2026. "Spesifik untuk 2026 ini kami mendorong pencapain program unggulan sesuai amanah RPJMD. Sejauh mana capaian program unggulan (Progul) menuju RPJMD. Apa yang belum tercapai kita kawal lagi," kata Muharlion.

Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir secara resmi mewakili Wali Kota menyampaikan Nota LKPJ Tahun 2025. Dikatakannya laporan ini merupakan wujud nyata akuntabilitas publik dari penyelenggaraan pemerintahan oleh kepala daerah kepada DPRD sebagai lembaga resmi yang mewakili masyarakat.

"Penyampaian LKPJ ini bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan otonomi daerah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, sekaligus sebagai bahan evaluasi agar penyelenggaraan pemerintahan daerah dapat berjalan sesuai dengan tujuan dan sasaran, khususnya dalam penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan serta sumber daya daerah," ujarnya.

Lebih jauh dari itu, LKPJ yang disampaikan ini pada hakikatnya merupakan laporan mengenai hasil dan capaian program serta kegiatan atas pemanfaatan keuangan daerah, sebagaimana yang telah disepakati bersama antara pemerintah daerah dan DPRD. Tentunya hasil-hasil yang dicapai beserta persoalan yang dihadapi selama pelaksanaan tugas tahun 2025, akan kita evaluasi bersama dan akan dijadikan sebagai masukan bagi pelaksanaan tugas pada tahun yang akan datang.

"Secara umum, penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di Kota Padang pada Tahun 2025 dapat berjalan dengan baik dan lancar, meskipun masih terdapat beberapa permasalahan," ujarnya. Permasalahan yang paling umum berkaitan dengan ketidaksesuaian antara asumsi prioritas pembangunan daerah dengan kemampuan keuangan daerah serta rencana program atau kegiatan yang direncanakan dalam RKPD.

Kedepan, diharapkan permasalahan tersebut dapat kita atasi bersama melalui perencanaan dan perhitungan yang cermat, penguatan pengendalian program, serta penyelenggaraan pemerintahan yang berorientasi pada kinerja dan didukung oleh pengawasan yang efektif, sehingga penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di Kota Padang dapat berjalan maksimal.

Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan target pendapatan daerah Kota Padang Tahun 2025 yang bersumber dari pendapatan asli daerah, pendapatan transfer, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah adalah sebesar Rp2.875.054.471.583,59 dengan realisasi sebesar Rp2.850.542.198.443,07 atau 99,15 persen. Belanja daerah Kota Padang ditargetkan sebesar Rp3.037.706.279.299,30 dengan realisasi sebesar Rp2.818.290.949.526,79 atau 92,78 persen, yang terdiri dari belanja operasi sebesar Rp2.551.891.477.231,01 dengan realisasi sebesar Rp2.372.901.119.077,54 atau 92,99 persen.

Belanja Modal sebesar Rp465.877.483.256,29 direalisasikan sebesar Rp433.414.334.351,25 atau 93,03 persen. Belanja tidak terduga sebesar Rp19.937.318.812,00 direaliasikan sebesar Rp11.975.496.098,00 atau 60,07 persen. "Harapannya penyampaian Nota LKPJ ini dapat menjadi bahan telaahan serta tanggapan berupa saran dan masukan, guna meningkatkan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik ke depan," tuturnya. (Adv)

Posting Komentar

0 Komentar





Selamat datang di Portal Berita, Media Online : www.tanamonews.com, atas nama Redaksi mengucapkan Terima kasih telah berkunjung.. tertanda: Owner and Founding : Indra Afriadi Sikumbang, S.H. Tanamo Sutan Sati dan Pemimpin Redaksi : Robby Octora Romanza