Tanamonews.com — Di Dusun Batur, Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, pagi itu tak hanya diisi deru mesin molen dan debu jalan yang perlahan terangkat dalam proses pembangunan TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga.
Ada irama lain yang tak kalah kuat datang dari langkah-langkah mantap seorang pria paruh baya bernama Yanto. Ia terlihat berjalan dari satu tempat ke tempat lain sembari memanggul sak semen, seolah menolak lelah untuk singgah. Satu per satu semen ia kerahkan. Tak tergesa, tapi pasti. Di pundaknya, beban itu jelas tak ringan. Namun dari raut wajahnya, yang justru terlihat adalah keteguhan, sebuah kesadaran bahwa setiap langkah kecil yang ia ambil hari ini akan menjadi bagian dari jalan panjang yang kelak dinikmati bersama.
Yanto bukan satu-satunya warga yang bekerja. Di sekelilingnya, Satgas TMMD dan warga lain turut bergerak dalam harmoni gotong royong. Ada yang menuang material, ada yang mengaduk di mesin molen, ada pula yang meratakan adonan yang mulai membentuk badan jalan. Tapi di antara semua itu, langkah Yanto menjadi gambaran sederhana tentang semangat yang tak pernah setengah-setengah. Sesekali ia berhenti sejenak, menyesuaikan posisi sak di pundaknya. Keseimbangan dijaga betul, bukan hanya agar ia tak terjatuh, tapi juga agar ritme pekerjaan tetap berjalan.
Baginya, ini bukan sekadar mengangkat semen. Ini tentang menjaga alur kerja, tentang memastikan proses pembangunan tak tersendat. “Berat ya jelas, tapi kalau dipikir untuk jalan ini, ya jadi ringan,” kira-kira begitu semangat yang tergambar dari gerak tubuhnya, Minggu (3/5/2026). Program TMMD di Dusun Batur memang bukan hanya soal pembangunan fisik. Jalan yang kini mulai terbentuk dari campuran semen dan material lainnya adalah simbol dari kolaborasi antara TNI dan masyarakat, antara tenaga dan harapan.
Di balik setiap adukan molen, ada cerita tentang kebersamaan yang terus dipupuk. Dan Yanto, dengan langkah-langkah kecilnya yang berulang, menjadi bagian dari cerita itu. Ia mungkin hanya memanggul semen. Tapi dari situlah jalan ini dimulai. Jalan yang kelak akan memudahkan akses warga, membuka peluang ekonomi, dan mempercepat mobilitas, serta jalan yang tak hanya dibangun dengan material, tapi juga dengan semangat, ketulusan, dan kerja bersama.







0 Komentar