PIMRED : ROBBY OCTORA ROMANZA (WARTAWAN UTAMA)

6/recent/ticker-posts
"SEBAR LUASKAN INFORMASI KEGIATAN DAN PROMOSI USAHA ANDA DISINI"

BPBD Kota Solok Perkuat Mitigasi Bencana dan Kesiapsiagaan Bencana, Edukasi Masyarakat jadi Prioritas Wujudkan Kota Tangguh dan Siaga

Tanamonews.com, Solok - Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Solok dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), berbagai langkah strategis terus dilakukan untuk memperkuat mitigasi, meningkatkan kesiapsiagaan, serta membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Solok, Edrizal

Sebagai daerah yang memiliki potensi ancaman banjir, banjir bandang, gempa bumi, tanah bergerak, longsor, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), letusan gunung api hingga pandemi, Kota Solok terus berupaya memperkuat sistem penanggulangan bencana agar mampu melindungi masyarakat secara maksimal.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Solok, Edrizal, menjelaskan bahwa banjir masih menjadi ancaman yang paling sering terjadi dan berdampak langsung terhadap kehidupan warga. Karena itu, upaya pengurangan risiko bencana terus menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Berdasarkan kajian kebencanaan yang dimiliki BPBD, terdapat empat kelurahan yang relatif aman dari ancaman banjir, yakni Laing, Tanjung Paku, Pasar Pandan Air Mati (PPA), dan beberapa kawasan lainnya. Sementara sembilan kelurahan lainnya masih masuk dalam kategori rawan sehingga membutuhkan perhatian dan kewaspadaan yang lebih tinggi.

Menurut Edrizal, salah satu langkah paling efektif dalam mengurangi dampak bencana adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko yang ada di lingkungan masing-masing. Peran media sosial pun kini menjadi sarana penting dalam menyebarluaskan informasi kebencanaan, peringatan dini, hingga edukasi penyelamatan diri.

"Informasi kebencanaan kini dapat diterima masyarakat dengan cepat melalui berbagai platform digital. Namun yang paling penting adalah bagaimana masyarakat memahami risiko dan mampu bertindak tepat saat menghadapi bencana," ujarnya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program edukasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan. BPBD Kota Solok rutin menggelar sosialisasi, simulasi evakuasi, pelatihan kebencanaan, hingga pembentukan masyarakat tangguh bencana di berbagai lingkungan. 

Kegiatan ini menyasar sekolah, instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, hingga kelompok warga. Tidak hanya itu, BPBD juga selalu membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat dan siap memenuhi permintaan edukasi kebencanaan dari berbagai lembaga maupun komunitas.

"Semakin banyak masyarakat yang memahami cara menghadapi bencana, maka semakin kecil risiko korban maupun kerugian yang dapat ditimbulkan," kata Edrizal.

Di sisi lain, kesiapsiagaan operasional terus diperkuat melalui keberadaan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang siaga selama 24 jam. Tim ini menjadi garda terdepan dalam melakukan assessment, evakuasi, penanganan darurat, serta memberikan bantuan awal kepada masyarakat saat terjadi bencana.

Untuk mendukung peningkatan kapasitas tersebut, Pemerintah Kota Solok pada tahun 2026 mengalokasikan  anggaran dari pengembalian Dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) sebesar Rp1,5 miliar bagi BPBD Kota Solok.

Anggaran tersebut diantaranya dimanfaatkan untuk pembangunan gudang logistik dan garasi kendaraan operasional senilai Rp900 juta, yang akan menunjang penyimpanan peralatan dan logistik kebencanaan secara lebih aman dan terintegrasi. 

Selain itu, sekitar Rp500 juta dialokasikan untuk pengadaan peralatan kebencanaan, sehingga proses penanganan darurat di lapangan dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan optimal.

Sementara itu, sebesar Rp132 juta digunakan untuk penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) yang akan menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan daerah berbasis mitigasi dan pengurangan risiko bencana.

Menurut Edrizal, dukungan anggaran tersebut merupakan investasi penting untuk meningkatkan ketangguhan Kota Solok dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di masa mendatang.

"Kami terus berupaya meningkatkan kapasitas personel, melengkapi sarana dan prasarana, serta memperkuat edukasi masyarakat. Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat," tegasnya.

BPBD Kota Solok juga mengajak masyarakat untuk selalu waspada, menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta mengikuti setiap informasi dan peringatan yang disampaikan pemerintah.

Dengan dukungan infrastruktur yang semakin memadai, personel yang siap siaga, serta kesadaran masyarakat yang terus meningkat, Kota Solok optimistis dapat menjadi daerah yang lebih tangguh, responsif, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana. 

Melalui sinergi antara pemerintah, relawan, dunia pendidikan, dan masyarakat, upaya mewujudkan Kota Solok sebagai kota yang aman dan berketahanan bencana terus bergerak menuju hasil yang lebih baik.(Adv-YM)

Posting Komentar

0 Komentar





Selamat datang di Portal Berita, Media Online : www.tanamonews.com, atas nama Redaksi mengucapkan Terima kasih telah berkunjung.. tertanda: Owner and Founding : Indra Afriadi Sikumbang, S.H. Tanamo Sutan Sati dan Pemimpin Redaksi : Robby Octora Romanza