Tanamonews.com, Padang – Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pariwisata menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Padang (UNP) untuk menyusun Roadmap Gastronomy Kota Padang 2026–2030 sebagai bagian dari persiapan pengajuan Padang menuju UNESCO Gastronomy City 2027.
Pertemuan dan koordinasi penyusunan roadmap tersebut berlangsung di Ruang Kepala LPPM UNP, Jumat (12/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan tim dari Dinas Pariwisata Kota Padang bersama tim penyusun Dossier Gastronomy dan konsultan budaya yang berpengalaman dalam berbagai proses nominasi UNESCO, KRT Gaura Mancacaritadipura. Dari UNP hadir Tim Ahli Roadmap Gastronomy yang terdiri atas Dr. Haris Satria, M.Sn., Okki Trinanda, S.E., M.M., Dr. Yesi Puspita, M.Sn., Prof. Abna Hidayati, M.Pd., serta perwakilan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP) UNP.
Dalam pemaparannya, Dr. Haris Satria, M.Sn. menyebutkan terdapat sejumlah kekuatan utama yang menjadi modal Padang menuju UNESCO Gastronomy City, antara lain kuliner Padang yang telah mendunia, kawasan heritage Kota Tua Padang, keberagaman etnis yang membentuk akulturasi budaya, serta tradisi makan bajamba yang mencerminkan nilai kebersamaan dan diplomasi budaya masyarakat Minangkabau. “Yang ingin kita tunjukkan bukan hanya makanannya, tetapi ekosistem gastronominya. Mulai dari tradisi, budaya, pelaku usaha, komunitas, hingga dukungan akademisi dan pemerintah yang bersama-sama menjaga dan mengembangkan warisan tersebut,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, berbagai masukan akademik dari UNP dibahas untuk memperkuat penyusunan roadmap dan dokumen pengajuan UNESCO. Roadmap Gastronomy 2026–2030 diharapkan menjadi arah strategis pengembangan gastronomi Kota Padang secara berkelanjutan, sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan dossier yang akan diajukan ke UNESCO Creative Cities Network (UCCN).
Selain penyusunan roadmap, kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, media, dan pelaku usaha dinilai penting karena penilaian UNESCO tidak hanya melihat kekayaan kuliner suatu daerah, tetapi juga komitmen berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan gastronomi sebagai bagian dari identitas kota.
LPPM UNP sebagai lembaga yang mengoordinasikan kegiatan penelitian dan pengabdian di lingkungan UNP memiliki peran strategis dalam mendukung penyusunan roadmap berbasis kajian ilmiah dan data akademik. Keterlibatan UNP diharapkan dapat memperkuat landasan ilmiah dan keberlanjutan program pengembangan gastronomi Kota Padang.
Keterlibatan UNP dalam penyusunan Roadmap Gastronomy 2026–2030 turut mendukung pencapaian SDG 4 (Quality Education/Pendidikan Berkualitas) melalui kontribusi riset dan kajian akademik, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth/Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis kuliner.
SDG 11 (Sustainable Cities and Communities/Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui pelestarian warisan budaya gastronomi Minangkabau, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals/Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas, dan pelaku usaha dalam mewujudkan Padang sebagai UNESCO Gastronomy City 2027.







0 Komentar