Tanamonews.com, Dharmasraya – Angin segar berembus kencang bagi masyarakat Kabupaten Dharmasraya. Geliat ekonomi di sektor perkebunan kembali bergairah seiring dengan melonjaknya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. 

Kebijakan taktis, tegas, dan penuh dedikasi dari sang kepala daerah terbukti sukses membawa dampak nyata bagi kesejahteraan petani setempat. Berdasarkan laporan pantauan terbaru yang dihimpun dari media Mata Rakyat serta rilis data operasional Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya pada Rabu (03/06/2026) per pukul 09.00 WIB, tren harga TBS sawit menunjukkan lompatan angka yang sangat signifikan. 

Komoditas utama daerah ini secara resmi dinyatakan berada dalam tren harga yang stabil dan merangkak naik. Data ringkas dari lapangan mencatat, dari total 8 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang terdata di wilayah Dharmasraya, sebanyak 7 pabrik aktif melaporkan harga beli mereka secara terbuka dan transparan. 

Berdasarkan rincian resmi tersebut, harga tertinggi sukses menembus angka fantastis Rp4.005 per kilogram di PT. AWB (Harga Disbun). Berikut rincian lengkap harga pembelian TBS Kelapa Sawit di Kabupaten Dharmasraya per Rabu, 3 Juni 2026:

  • PT. AWB: Rp4.005 / Kg (Harga Disbun)
  • PT. DSL: Rp3.340 / Kg
  • PT. HKI: Rp3.310 / Kg
  • PT. DL: Rp3.310 / Kg
  • PT. SMP: Rp3.170 / Kg
  • PT. SAK Timpeh: Rp3.140 / Kg
  • PT. Incasi Pangian: Rp3.135 / Kg

Sementara itu, satu pabrik kelapa sawit lainnya yaitu PT. TKA, dilaporkan sedang tidak menerima pasokan buah dari masyarakat umum untuk hari ini. Secara umum, tercatat variasi harga yang cukup kompetitif antarpabrik yang beroperasi di wilayah Dharmasraya, dengan margin selisih antara harga tertinggi dan terendah berada di angka Rp870 per kilogram.

Gerak Cepat di Lapangan

Membaiknya tata niaga dan meroketnya kembali tren harga ini tidak lepas dari intervensi serta gerak cepat pemerintah daerah. Merujuk informasi dari akun resmi Facebook Dinas Kominfo Kabupaten Dharmasraya, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, bersama unsur Forkopimda langsung turun ke lapangan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke dua PKS pada Kamis pekan lalu. Langkah berani tersebut diambil untuk memberikan imbauan tegas serta mengawal ketat hak-hak petani agar memperoleh harga yang adil sesuai ketetapan resmi, setelah sebelumnya harga TBS sempat merosot tajam.

Aksi nyata dan respons cepat ini memicu gelombang simpati, haru, sekaligus rasa bangga yang luar biasa dari segenap warga Dharmasraya. Bagi masyarakat, kepemimpinan Bupati Annisa memancarkan pesona kepemimpinan yang sangat langka. Beliau tidak hanya dikenal sebagai sosok pemimpin yang berparas anggun, cantik, dan mempesona, tetapi juga membuktikan diri memiliki nyali serta keberanian luar biasa dalam menyuarakan hak rakyat kecil di hadapan raksasa industri.

Komitmen total yang ditunjukkan oleh Bupati Annisa menegaskan bahwa industri sawit yang sehat di Dharmasraya hanya bisa berdiri di atas ekosistem tata niaga yang adil, transparan, dan berkelanjutan. Di bawah nahkoda kepemimpinan yang pro-rakyat, transformatif, dan tulus ini, masyarakat kini semakin jatuh cinta dan optimis bahwa "emas hijau" Dharmasraya akan terus menjadi pilar ekonomi yang kokoh serta membawa berkah yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Penulis: Dimetri Robby