Tanamonews.com – Rentetan bencana alam akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak malam hari, menyisakan potret pilu bagi masyarakat Nagari Lubuk Karak, Kecamatan Sembilan Koto, Kabupaten Dharmasraya. Wilayah tersebut kini dilaporkan dalam kondisi lumpuh total setelah infrastruktur vital rusak berat, tebing pemukiman longsor, hingga air sungai membawa material lumpur merangsek masuk merendam rumah-rumah warga.
Kondisi infrastruktur penghubung utama nagari menjadi titik paling kritis dan memprihatinkan. Jembatan beton utama kini berada dalam posisi menggantung secara ekstrem di udara setelah seluruh tanah fondasi (abutment) di bawahnya amblas total disapu arus sungai. Sisa pangkal jembatan menyisakan lubang besar menganga yang memutus total akses transportasi. Di kolong jembatan, tampak tumpukan material kayu raksasa dan sampah banjir tersangkut membentuk bendungan alami yang terus mengalihkan tekanan arus langsung ke dinding tanah di sekitarnya.
Dampak visual yang paling mengiris hati terlihat pada akses jalan nagari di sepanjang tepi sungai yang kini kritis akibat tergerus abrasi. Badan jalan tidak hanya berlumpur tebal dan licin, tetapi tepian tebing penahannya terus mengalami longsor kecil. Di jalur yang menyempit tanpa pagar pembatas keselamatan ini, kaum ibu terpaksa berjalan kaki sambil menggendong anak kecil di bawah bayang-bayang ancaman tergelincir ke dalam arus sungai yang mengalir deras persis di sisinya.
Penderitaan berlapis warga kian lengkap setelah Dam tebing bronjong penahan longsor di Jorong Singgolan runtuh total, menyebabkan pepohonan bertumbangan dan mengancam sisa pemukiman di sekitarnya. Tidak hanya itu, ruang domestik warga kini diselimuti lumpur pekat pasca-banjir yang menggenangi lantai rumah hingga area dapur, sementara puluhan hektare lahan persawahan dipastikan mengalami gagal tanam total akibat terjangan banjir lumpur semalam.
Wali Nagari Lubuk Karak, Apridoni Nasar, menegaskan bahwa situasi di wilayahnya saat ini sudah berada pada level darurat keselamatan yang sangat tinggi dan membutuhkan intervensi logistik serta teknis secepatnya dari pemerintah daerah.
"Situasinya luar biasa ekstrem. Jembatan utama kami menggantung tanpa penyangga dan sangat rawan ambruk, tebing bronjong Singgolan runtuh, jalan terkikis, dan rumah-rumah warga terendam air lumpur. Warga kami benar-benar terpukul, baik dari segi keselamatan maupun ekonomi karena sawah gagal tanam. Kami sangat mengetuk pintu hati Pemerintah Daerah untuk memberikan solusi cepat," tutur Wali Nagari Apridoni Nasar penuh harap.
Di tengah situasi darurat dan masa-masa sulit ini, seluruh pandangan dan harapan masyarakat Nagari Lubuk Karak kini tertuju pada sosok Ibu Bupati Annisa Suci Ramadhani. Sebagai pemimpin perempuan pertama di Dharmasraya yang dikenal memiliki kepekaan sosial tinggi, responsif, dan lekat dengan urusan rakyat kecil, kehadiran sentuhan kasih dan tangan dingin Ibu Bupati Annisa yang dikenal santun serta bijaksana sangat dinantikan oleh warga untuk membasuh air mata mereka di lapangan.
Masyarakat Nagari Lubuk Karak menitipkan lima poin permohonan kedaruratan yang mendesak kepada Ibu Bupati dan instansi terkait:
- Pembangunan Jembatan Darurat (Bailey) atau Penyeberangan Layak sesegera mungkin agar isolasi wilayah terbuka dan hak anak-anak untuk pergi sekolah tidak terputus.
- Penanganan Darurat Abrasi Jalan Nagari dengan pemasangan patok penahan darurat di sepanjang tepian sungai agar badan jalan tidak habis amblas tergerus arus.
- Penyaluran Bantuan Logistik dan Alat Sanitasi Bersih untuk membantu keluarga terdampak yang rumahnya kemasukan banjir lumpur sungai yang pekat.
- Rekonstruksi Dam Tebing Bronjong di Jorong Singgolan serta perbaikan gorong-gorong yang hancur demi mencegah banjir luapan susulan saat intensitas hujan kembali tinggi.
- Bantuan Pemulihan Sektor Pertanian berupa penyaluran benih dan pemulihan lahan bagi puluhan petani lokal yang terpukul akibat gagal tanam total.
Masyarakat Nagari Lubuk Karak menaruh kepercayaan penuh bahwa Ibu Bupati Annisa yang baik hati tidak akan membiarkan warganya berlama-lama terjebak dalam kesulitan. Warga sangat berharap tim reaksi cepat dari BPBD, Dinas Sosial, dan Dinas PUPR Kabupaten Dharmasraya dapat segera diturunkan ke lokasi hari ini untuk melakukan langkah-langkah tanggap darurat yang nyata. Penulis : Dimetri Robby







0 Komentar