Tanamonews.com, Dharmasraya – Menilai keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya dari seberapa besar anggaran yang dihabiskannya, melainkan dari kelihaiannya mencari solusi di tengah keterbatasan. Formula inilah yang kini dipertontonkan oleh Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani.
Di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah akibat penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD), Annisa menolak menjadikan hal tersebut alasan untuk menghentikan roda pembangunan. Sebaliknya, ia meluncurkan strategi ganda yang sangat taktis: mengoptimalkan alokasi belanja modal APBD 2026 senilai Rp63,6 miliar untuk sektor prioritas, sekaligus merangkul sektor swasta lewat kolaborasi Corporate Social Responsibility (CSR).
Hasilnya? Jalan-jalan strategis yang puluhan tahun telantar dan terisolasi kini mulai mulus menghitam.
APBD 2026 Bergerak Tepat Sasaran: Kasus Sitiung I
Salah satu bukti ketepatan eksekusi dana APBD Dharmasraya berada di kawasan padat penduduk Kecamatan Sitiung. Setelah sekian lama tidak mendapatkan penanganan, Jalan Simpang Koto Agung–Blok C Sitiung I sepanjang 3,8 kilometer kini sudah kembali mulus dengan progres pekerjaan melesat di atas 90 persen.
"Ruas ini berada di kawasan pemukiman dengan lalu lintas padat. Ibu Bupati memberikan perhatian khusus agar ruas ini menjadi prioritas pembangunan tahun ini," ungkap Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Dharmasraya, Willy Kurniawan.
Wali Nagari Sungai Duo, Ali Amran, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. Bagi warganya, perbaikan ini mengakhiri penderitaan tahunan akibat kepulan debu di musim kemarau dan kubangan air berbahaya di musim hujan. "Terima kasih Ibu Bupati Annisa Suci Ramadhani. Jalan ini membelah Blok B Sitiung I yang merupakan pusat perdagangan terpadat, perbaikan ini langsung mendongkrak distribusi barang dan ekonomi warga," tegas Ali Amran.
Selain Sitiung I, dana APBD 2026 juga dialokasikan secara simultan untuk mendanai:
- Jalan Samping Gedung Lama RSUD Sungai Dareh (900 meter)
- Jalan Pulau Punjung–Lubuk Bulang (6,2 kilometer)
- Jalan Sungai Rumbai–Blok D Sitiung II (1,3 kilometer)
- Pembangunan Tiga Jembatan Strategis: Jembatan Batang Mimpi, Jembatan Sungai Pinang Timpeh dan Jembatan Sungai Duo.
Terobosan CSR: Akhiri Penantian 20 Tahun di Bukit Hujan & Beringin Sakti
Kepiawaian Annisa yang sebenarnya diuji ketika ia berhadapan dengan wilayah-wilayah pinggiran yang membutuhkan anggaran raksasa namun sulit dijangkau APBD. Di sinilah seni diplomasinya bekerja. Melalui komunikasi intensif, Annisa berhasil mengetuk pintu hati manajemen perusahaan-perusahaan besar untuk ikut membangun daerah.
Kisah sukses pertama ada di Jalan Bukit Hujan, Nagari Lubuk Besar, Kecamatan Asam Jujuhan. Selama 20 tahun, warga di kawasan ini terisolasi. Setiap kali hujan, tanjakan tanah yang ekstrem berubah menjadi jalur lumpur mematikan yang membuat kendaraan terperosok. Warga terpaksa memutar jalan memakan waktu hingga 1,5 jam.
Melalui lobi langsung Bupati Annisa, PT TKA turun tangan membawa alat berat untuk membelah bukit, memangkas kemiringan tanjakan sepanjang 1.769 meter, dan membangun rigid beton. "Ibu Bupati Annisa mengundang kami dan menjalin komunikasi yang sangat intens demi memperjuangkan aspirasi masyarakat sekitar kebun," aku General Affair PT TKA, Syaiful R.
Kisah heroik serupa terjadi di Kecamatan Timpeh, tepatnya pada pengaspalan jalan dari Marga Makmur menuju Beringin Sakti. Jalur vital yang setiap hari dihantam truk sawit dan CPO ini dulunya hancur lebur bak kubangan. Lewat pemenuhan janji politiknya, Annisa menggandeng CSR PT Bina Perluas untuk mengaspal jalan tersebut.
Tokoh masyarakat setempat, EM Rizal, bersaksi, "Alhamdulillah, terima kasih Ibu Bupati yang telah menepati janjinya untuk pengaspalan jalan menuju Beringin Sakti. Ini murni terobosan taktis demi kemajuan nagari kami.
Pemimpin Muda yang Visioner dan Solutif
Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Medison, menyebutkan bahwa apa yang dilakukan Bupati Annisa adalah pola pikir out-of-the-box. "Beliau tidak menjadikan keterbatasan fiskal sebagai alasan untuk pasrah. Kolaborasi lintas sektor ini membuktikan bahwa pemerintah dan dunia usaha bisa berjalan beriringan membawa asas manfaat langsung untuk rakyat.
"Dengan mengamankan pusat ekonomi melalui APBD dan membuka keterisolasian daerah pinggiran lewat skema CSR (seperti konsorsium jalan Koto Gadang, Wonotiung, hingga Bukit Hujan dan Beringin Sakti), Annisa Suci Ramadhani telah menaikkan standar kelas bagaimana sebuah daerah harus dipimpin. Pemimpin sejati tidak sibuk mengeluh tentang anggaran yang kurang, tetapi bergerak menciptakan peluang demi kesejahteraan rakyatnya. Penulis : Dimetri Robby








0 Komentar