Tanamonews.com, Jakarta – Di tengah keterbatasan anggaran daerah, kepemimpinan inovatif menjadi kunci esensial dalam akselerasi pembangunan. Hal inilah yang dibuktikan secara nyata oleh Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani. Melalui diplomasi program yang progresif dan penetrasi jaringan yang kuat ke tingkat pusat, ia sukses mengamankan alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp1,225 miliar dari PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) untuk pembangunan 30 unit rumah deret di Kabupaten Dharmasraya.
Langkah taktis ini menjadi bukti konkret kemampuan Annisa dalam memetakan sumber pembiayaan alternatif di luar APBD. Keberhasilan ini terwujud setelah Pemerintah Kabupaten Dharmasraya secara intensif mengusulkan dan mengawal dukungan pembiayaan langsung ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Dukungan finansial strategis tersebut resmi diserahterimakan oleh manajemen PT SMF kepada Pemerintah Kabupaten Dharmasraya yang diwakili oleh Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan), Silaturahim, S.K.M., M.H., pada Rabu (16/09/2026), bertempat di Kantor Pusat PT SMF, Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan.
Inisiasi Progresif dan Kepemimpinan yang Tampil Beda
Kepala Dinas Perkimtan, Silaturahim, menegaskan bahwa realisasi program ini merupakan buah manis dari kegigihan dan atensi penuh Bupati Annisa yang tak lelah membuka sumbat-sumbat birokrasi demi kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, Annisa membawa style kepemimpinan baru yang lebih dinamis dan berorientasi pada hasil (result-oriented).
"Bantuan ini tidak terlepas dari determinasi dan komitmen kuat Ibu Bupati Annisa Suci Ramadhani. Beliau terus mendorong kami di jajaran birokrasi untuk proaktif dan menjemput bola, memastikan kebutuhan hunian layak bagi masyarakat Dharmasraya mendapatkan afirmasi, baik dari pemerintah pusat maupun konsorsium dunia usaha seperti PT SMF," ujar Silaturahim usai menerima dokumen kerja sama di Jakarta.
Silaturahim juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kementerian PKP dan PT SMF yang telah menaruh kepercayaan besar terhadap validitas data dan perencanaan tata ruang yang diajukan Pemkab Dharmasraya.
Transformasi Pasar Lama Pulau Punjung
Suntikan dana segar sebesar Rp1,225 miliar ini akan langsung dikonversi menjadi tindakan nyata di lapangan. Target penataan kali ini menyasar kawasan Pasar Lama, Pulau Punjung, melalui konsep hunian vertikal/horizontal terpadu berupa rumah deret yang sehat, higienis, dan estetik.
"Alhamdulillah, komitmen ini sudah resmi terealisasi. Anggaran ini akan langsung diaplikasikan untuk membangun 30 unit rumah deret di Pasar Lama Pulau Punjung. Secara teknis, persiapan sudah matang dan konstruksi fisik akan segera kita eksekusi dalam waktu dekat," imbuh Silaturahim optimis.
Membangun Kolaborasi multipihak (Pentahelix)
Keberhasilan menggamit PT SMF—badan usaha milik negara yang fokus pada pembiayaan perumahan—menunjukkan kelas Bupati Annisa sebagai kepala daerah yang mampu membangun ekosistem kolaborasi multipihak (Pentahelix). Ia berhasil mempertemukan kepentingan publik, regulasi pemerintah pusat, dan tanggung jawab sosial korporasi dalam satu visi besar: mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui penyediaan rumah layak huni.
Dengan hadirnya 30 rumah deret baru ini, wajah kawasan Pasar Lama Pulau Punjung diproyeksikan akan berubah drastis. Program ini tidak hanya sekadar membedah fisik bangunan yang tidak layak, melainkan juga menaikkan derajat kesehatan, produktivitas, serta martabat sosial warga yang menempatinya.
Melalui terobosan ini, Bupati Annisa Suci Ramadhani mengirimkan pesan kuat kepada publik: bahwa keterbatasan anggaran bukanlah alasan untuk berhenti membangun, asalkan pemimpinnya punya visi, nyali, dan jaringan kerja yang luas. Penulis : Dimetri Robby







0 Komentar