Tanamonews.com, Dharmasraya – Di bawah kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani, Kabupaten Dharmasraya resmi menabuh genderang perang terhadap sistem pertanian konvensional. Melalui langkah visionernya, Pemkab Dharmasraya bersinergi dengan Kementerian Pertanian RI meluncurkan Gerakan Tanam Serentak (Gertam) berbasis Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS).
Langkah berani ini membidik lompatan produktivitas padi lokal secara radikal, dari rata-rata 5–6 ton menjadi hingga 13 ton per hektare. Peluncuran ekosistem pertanian masa depan ini dipusatkan di hamparan lahan Kelompok Tani Limau Kapeh, Nagari Sungai Dareh, Kecamatan Pulau Punjung, Rabu (30/9/2026). Kehadiran program raksasa ini menjadi bukti nyata keandalan diplomasi kebijakan Bupati Annisa dalam menarik program strategis nasional ke Ranah Cati Nan Tigo.
Komitmen Total Bupati Annisa: Petani Harus Naik Kelas
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Yefrinaldi, menegaskan bahwa Pemkab Dharmasraya tidak main-main dalam mengawal implementasi PM-AAS. Bagi Annisa, modernisasi ini adalah harga mati untuk mengubah garis kesejahteraan petani regional.
“Kami siap mendukung penuh dan mengawal agar penerapan PM-AAS ini berjalan optimal di lapangan. Ini bukan sekadar program seremonial, melainkan intervensi teknologi yang harus memberikan manfaat finansial dan nyata bagi kantong para petani Dharmasraya,” tegas Annisa dalam pesan tertulisnya.
Tidak tanggung-tanggung, guna memastikan target ambisius 13 ton per hektare ini berjalan mulus tanpa deviasi, Bupati Annisa langsung menginstruksikan seluruh penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk melekat dan melakukan pendampingan ketat 24 jam di tingkat tapak. PPL dituntut responsif, adaptif, dan wajib menelurkan solusi instan jika para petani menghadapi kendala teknis di lapangan.
Arsitektur PM-AAS dan Peta Zonasi di Sembilan Kecamatan
Akselerasi yang digagas Bupati Annisa ini bertumpu pada enam pilar teknologi PM-AAS, yaitu presisi populasi tanaman, benih unggul bersertifikasi, tata kelola tanaman terukur, mekanisasi mutakhir, efisiensi input produksi, serta digitalisasi pertanian.
Dari total potensi Lahan Baku Sawah (LBS) Dharmasraya seluas 4.629 hektare, Bupati Annisa berhasil mengamankan alokasi tahap awal seluas 790 hektare untuk musim tanam September–Desember ini. Proyeksi ini melibatkan 105 kelompok tani yang tersebar di 9 kecamatan, dengan rincian wilayah kontribusi:
- Sitiung: 255 Hektar
- Pulau Punjung: 202 Hektare
- Koto Salak: 147 Hektare
- Koto Baru: 74 Hektare
- Timpeh: 60 Hektare
- Tiumang: 47 Hektare
- Padang Laweh: 3 Hektare
- Sembilan Koto: 1 Hektare
- Koto Besar: 1 Hektare
Untuk mendukung masifnya gerakan ini, sebanyak 51.400 kilogram benih unggul dari enam varietas adaptif—Banang Pulau, Bawaan, Inpari 32, Bujang Marantau, Cisokan, dan Junjuang—telah disalurkan langsung kepada kelompok tani penunjang program.
Visi Besar: Swasembada Pangan dan Lompatan IP
Agenda besar yang dipacu oleh Bupati Annisa ini tidak hanya fokus pada lonjakan tonase semata. Sasaran makro dari proyek PM-AAS ini adalah mendongkrak Indeks Pertanaman (IP) dari yang semula IP 2 menjadi lebih dari 2. Artinya, intensitas masa tanam dan panen akan jauh lebih rapat dan produktif dalam setahun.
Langkah taktis Dharmasraya ini pun mendapat apresiasi tinggi dari pusat. Agenda krusial ini turut dikawal dan dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Andi Nur Alam Syah, Direktur Pascapanen Rizal Ismail, Kepala BRMP Sumbar Salwati, Camat Pulau Punjung Erik Harja, serta jajaran unsur Forkopimda dari Polres Dharmasraya dan Kodim 0310/SSD. Sinergi lintas sektor ini mempertegas bahwa di bawah komando Annisa Suci Ramadhani, Dharmasraya siap menjadi episentrum baru swasembada pangan di Sumatra Barat.
Penulis : Dimetri Robby







0 Komentar