Tanamonews.com — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan bersama Bank Nagari mendorong digitalisasi pengelolaan retribusi pada sektor pariwisata melalui penerapan mesin retribusi pos atau e-tiketing.
Kolaborasi tersebut mulai diterapkan pada retribusi masuk Pulau Pamutusan dan Pulau Pagang, yang ditandai dengan peluncuran sistem oleh Bupati Pesisir Selatan H. Hendrajoni, S.H., M.H., di Painan, Rabu (16/9/2026).
Langkah ini tidak hanya diarahkan untuk memudahkan proses transaksi bagi wisatawan, tetapi juga menjadi bagian dari pembenahan tata kelola retribusi agar pencatatan transaksi lebih tertata dan dapat dipantau dengan lebih baik.
Peluncuran e-tiketing tersebut dihadiri Direktur Keuangan Bank Nagari Roni Edrian, Pimpinan Bank Nagari Cabang Painan Rahmadani, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Pesisir Selatan Ronald Bernando, sejumlah kepala perangkat daerah, pengelola destinasi wisata, pelaku usaha pariwisata serta undangan lainnya.
Hendrajoni mengatakan, kerja sama dengan Bank Nagari menjadi bagian penting dalam mendorong pemanfaatan teknologi untuk memperbaiki sistem pengelolaan sektor pariwisata di Kabupaten Pesisir Selatan.
Menurutnya, digitalisasi retribusi dibutuhkan agar proses pemungutan tidak lagi hanya berorientasi pada transaksi, tetapi juga menghasilkan data yang dapat mendukung pengelolaan pendapatan daerah.
“Dengan adanya sistem e-tiketing dan mesin POS ini, kita berharap proses pemungutan retribusi menjadi lebih mudah, baik bagi wisatawan maupun pengelola destinasi. Pemerintah juga memperoleh data transaksi yang lebih tertata sebagai bagian dari peningkatan kualitas pengelolaan pendapatan daerah,” ujar Hendrajoni.
Ia menilai pembenahan sistem transaksi harus berjalan beriringan dengan pengembangan destinasi wisata. Sebab, potensi wisata yang besar membutuhkan tata kelola yang mampu mengikuti kebutuhan wisatawan dan perkembangan teknologi. Pesisir Selatan, kata Hendrajoni, memiliki kekuatan besar pada sektor pariwisata bahari dengan keberadaan pantai, pulau-pulau, laut, budaya serta kekayaan alam yang menjadi aset daerah.
Pulau Pamutusan dan Pulau Pagang menjadi salah satu bagian dari potensi tersebut. Karena itu, pengelolaan destinasi tidak cukup hanya mengandalkan daya tarik alam, tetapi juga membutuhkan pelayanan dan sistem pengelolaan yang profesional.
“Pengembangan destinasi tidak cukup hanya dengan menghadirkan keindahan alam. Harus dibarengi pengelolaan yang profesional, pelayanan yang baik, kemudahan bagi wisatawan serta tata kelola yang transparan,” tegasnya.
Hendrajoni juga mengapresiasi Bank Nagari yang ikut mendukung penerapan sistem digitalisasi retribusi tersebut. Menurutnya, keterlibatan perbankan daerah dapat memperkuat proses transformasi digital dalam pengelolaan sektor pariwisata.
Direktur Keuangan Bank Nagari Roni Edrian mengatakan, kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan bentuk dukungan perbankan terhadap transformasi digital di daerah.
Roni mengatakan, pemanfaatan teknologi dalam transaksi pariwisata diharapkan dapat memberikan kemudahan sekaligus membantu menciptakan sistem pengelolaan retribusi yang lebih tertata.
Sementara itu, pengelola Pulau Pagang dan Pulau Pamutusan, Dahler, menyambut baik penerapan e-tiketing tersebut. Menurutnya, sistem digital dapat membantu memberikan kemudahan kepada wisatawan dalam melakukan transaksi retribusi.
Dahler berharap kerja sama antara pemerintah daerah, Bank Nagari dan pengelola destinasi dapat terus diperkuat sehingga penerapan sistem digital tidak berhenti pada peluncuran, tetapi dapat memberikan dampak terhadap peningkatan pelayanan di lapangan.
Hendrajoni menambahkan, penerapan digitalisasi retribusi akan menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun sistem pengelolaan pariwisata yang lebih transparan dan akuntabel. Ia berharap pola kerja sama serupa dapat dikembangkan pada destinasi wisata lainnya di Pesisir Selatan.
“Kita ingin membangun pariwisata Pesisir Selatan yang tidak hanya indah dari sisi destinasi, tetapi juga unggul dalam pelayanan dan tata kelola,” katanya. (Bee)









0 Komentar