Tanamonews.com - Ade Rezki Pratama, Anggota Komisi IX DPR RI bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).
Kegiatan edukasi dan kemitraan tersebut digelar di Kecamatan 2x11 Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Dalam agenda sosialisasinya bersama mitra kerja, Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menyelesaikan berbagai tantangan kependudukan di daerah, mulai dari persoalan kesehatan ibu hingga percepatan penurunan angka stunting.
Visi Indonesia Emas 2045 menjadi cita-cita agar Indonesia menjadi Negara Nusantara Berdaulat, Maju, Adil, dan Makmur di usianya yang ke-100tahun. Visi ini akan diwujudkan melalui empat pilar pembangunan strategis yang berfokus pada pembangunan manusia, ekonomi yang berkelanjutan, pemerataan pembangunan, dan pemantapan tata kelola pemerintahan.
Pencegahan stunting merupakan syarat mutlak dan tantangan utama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045—saat Indonesia memperingati 100 tahun kemerdekaannya dan menargetkan menjadi negara maju, ucap Ade. Kepala BKKBN Perwakilan Sumatera Barat, Mardalena Wati Yulia, menyampaikan bahwa orientasi dan peran BKKBN saat ini telah berkembang pesat.
BKKBN tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan Keluarga Berencana (KB) semata, melainkan mengemban amanat yang lebih luas mencakup pembangunan keluarga dan pengelolaan kependudukan secara menyeluruh. "BKKBN sekarang tidak hanya mengurus Keluarga Berencana saja, melainkan terkait pembangunan keluarga dan kependudukan secara holistik. Saat ini kita masih menghadapi berbagai tantangan nyata, seperti tingginya angka kematian ibu saat melahirkan hingga penanganan kesejahteraan lansia," ujar Mardalena.
Untuk menjawab berbagai tantangan kependudukan modern tersebut, BKKBN menghadirkan 5 Program Unggulan, yakni Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), Gati (Gerakan Orang Tua Sayang Lansia), Sidaya (Sistem Informasi Pendataan Keluarga) dan terakhir Sakina Super Apps (Aplikasi layanan digital terpadu keluarga). Sementara itu, Kepala DPPKB Padang Pariaman, Azwarman, menyampaikan bahwa program edukasi Bangga Kencana yang turun langsung ke tingkat kecamatan ini sangat krusial untuk mempercepat tercapainya target ketahanan keluarga di daerah.
Menurutnya, keterlibatan aktif mitra kerja dan masyarakat di lapangan menjadi kunci utama dalam menekan angka stunting serta membenahi masalah kesehatan reproduksi di Padang Pariaman. Berdasarkan data prevalensi stunting dari SSGI tahun 2021 hingga 2024, terlihat bahwa tren stunting secara nasional cenderung mengalami penurunan secara bertahap. Sementara itu, di Provinsi Sumatera Barat terjadi fluktuasi, dengan peningkatan pada tahun 2022 sebelum kembali menurun.
Prevalensi stunting di Kabupaten Padang Pariaman menunjukkan tren yang fluktuatif dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2021 tercatat sebesar 28,3 persen, kemudian menurun menjadi 25 persen pada tahun 2022 dan kembali turun signifikan menjadi 19,4 persen pada tahun 2023. Namun, pada tahun 2024 terjadi peningkatan kembali menjadi 26,6 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun sempat terjadi perbaikan, upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Padang Pariaman masih perlu diperkuat secara berkelanjutan agar hasil yang dicapai dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
Camat 2x11 Kayutanam, Junaidi Syah, dalam kesempatan yang sama mengapresiasi dukungan dari seluruh pihak, serta secara khusus menyampaikan rasa terima kasih kepada Anggota DPR RI Ade Rezki Pratama atas bantuan konkret berupa 16 unit jamban sanitasiuntuk warga di wilayah Kecamatan 2x11 Kayutanam. "Bantuan sanitasi ini sangat mendesak dan dibutuhkan oleh masyarakat kami. Atas nama warga dan pemerintah kecamatan, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ade Rezki Pratama. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan kita jaga bersama-sama keberlangsungannya demi kesehatan lingkungan," pungkas Junaidi.
Melalui sinergi antara DPR RI, BKKBN, DPPKB Padang Pariaman, dan pemerintah kecamatan, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan reproduksi, sanitasi yang layak, serta ketahanan keluarga dapat terus meningkat secara berkelanjutan. (Dina)







0 Komentar