Tanamonews.com, Dharmasraya – Suasana di Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya pada Jumat (30/10/2026) terasa begitu hangat dan penuh optimistis. Di bawah langit bumi mekar, gurat lelah di wajah puluhan perwakilan petani seketika luruh, berganti senyum sumringah. Hari itu menjadi tonggak sejarah baru bagi kedaulatan pangan di Dharmasraya.
Pemerintah hadir memberi bukti, bukan sekadar janji. Melalui tangan dingin Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, dan Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, bantuan masif dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia resmi mendarat ke tangan yang tepat.
Sebanyak 1,23 ton benih jagung hibrida Pioneer 27 dan tiga unit Traktor Roda Empat (TR4) diserahkan langsung kepada para pahlawan pangan lokal. Momen haru sekaligus membanggakan ini turut disaksikan oleh deretan anggota DPRD Dharmasraya dari Fraksi Gerindra, yakni Rosandi Sanjaya Putra, Teddy Waldian, dan M. Yasin, yang sejak awal berkomitmen mengawal aspirasi masyarakat hilir.
Komitmen Nyata Sejak 2025: Ikhtiar Bupati Annisa yang Dikawal Ketat Wagub Vasko
Bantuan yang terealisasi hari ini tidak jatuh begitu saja dari langit. Ini adalah buah manis dari buah pikiran dan langkah taktis Bupati Annisa pada November 2025 lalu. Menyadari potensi besar daerahnya, Annisa melayangkan usulan ke pusat.
Gagasan tersebut tidak berjalan sendirian; Wagub Vasko Ruseimy dengan penuh kepedulian mengawal ketat prosesnya di kementerian hingga akhirnya fajar keberhasilan itu terbit hari ini. "Ini adalah bukti nyata betapa Presiden Prabowo Subianto menaruh cinta dan perhatian yang luar biasa besar kepada para petani kita," ujar Wagub Vasko Ruseimy dengan nada bergetar penuh kebanggaan.
Vasko menegaskan bahwa setiap kebijakan yang dilahirkan di era Presiden Prabowo bersama Menteri Mentanian Andi Amran Sulaiman sepenuhnya berpihak pada kesejahteraan petani tanah air. Beliau pun menitipkan pesan mendalam agar bantuan teknologi dan benih ini dirawat dan dimanfaatkan secara optimal.
"Kita harus memastikan program ini sukses dan manfaatnya mengalir nyata ke dapur-dapur rumah tangga petani kita. Kepada para penyuluh pertanian, saya instruksikan: kawal ketat! Dampingi petani kita dari masa tanam, pemeliharaan, hingga jemari mereka memanen keberhasilan," tegas Vasko mengedukasi.
Haru Biru Petani Sitiung: Sentuhan Teknologi TR4 Gairahkan 820 Hektare Lahan
Dukungan mekanisasi ini menjadi berkah tak terhingga bagi tiga kelompok tani yang beruntung menerima TR4, yakni Kelompok Tani Rawang Puri yang dipimpin Rusdi, Fastabikul Khairat di bawah komando Alzar Syah Putra, dan Kelompok Tani Sawah Lopo yang diketuai Firdaus.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Traktor roda empat ini adalah mimpi yang jadi nyata. Dengan ini, pengolahan lahan kami menjadi jauh lebih cepat, hemat, dan efisien," ungkap Rusdi, Ketua Kelompok Tani Rawang Puri, dengan mata berkaca-kaca penuh haru.
Sementara itu, napas kebersamaan berembus lewat pembagian 12.300 kilogram benih jagung Pioneer 27 yang menjangkau 42 kelompok tani. Program masif ini menyatukan 1.515 petani lokal untuk menghijaukan bentangan lahan seluas 820 hektare.
Menjemput Anggaran MBG Rp1 Miliar per Hari: Dharmasraya Ogah Jadi Penonton
Dengan cerdas dan visioner, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani mengajak seluruh masyarakat melihat momentum ini dengan kacamata yang lebih luas. Bantuan ini bukan sekadar tentang menanam dan memanen, melainkan tentang menangkap peluang emas ekonomi nasional: Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Annisa memaparkan fakta edukatif bahwa kebutuhan jagung sebagai pakan ternak di Dharmasraya selama ini masih bergantung pada pasokan luar daerah. Padahal, jagung adalah fondasi utama untuk menggerakkan sektor peternakan ayam dan telur—dua komoditas inti dalam rantai pasok MBG.
"Perputaran anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis di Dharmasraya ini diproyeksikan menembus angka Rp1 miliar per hari! Uang sebesar ini tidak boleh mengalir keluar daerah. Kita harus mandiri. Petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM lokal Dharmasraya harus menjadi aktor utama yang memasok kebutuhan tersebut," urai Bupati Annisa membakar semangat.
Pemkab Dharmasraya tidak membiarkan petani berjalan sendirian di pasar yang penuh ketidakpastian. Di bawah kepemimpinan Annisa, dari lahan 820 hektare tersebut, ditargetkan akan lahir produksi jagung melimpah hingga 5.700 ton pada masa panen nanti.
Jaring Pengaman Pemkab: Petani Tenang, Harga Jagung Dikunci Rp8.000 per Kg
Sebagai bentuk perlindungan dan kasih sayang pemerintah kepada petani, Pemkab Dharmasraya telah menyiapkan jaring pengaman berupa skema penyerapan hasil panen dengan harga minimal Rp8.000 per kilogram. Langkah strategis ini sengaja diambil demi memberikan kepastian harga di tingkat tapak, sekaligus melecut semangat para petani agar bisa totalitas dalam mengembangkan komoditas jagung tanpa perlu cemas dipermainkan oleh tengkulak.
Melalui kolaborasi harmonis antara Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, dan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, bantuan ini mengalirkan pesan kuat: bahwa ketahanan pangan sejati lahir dari kepedulian yang menyatu antara pemimpin dan rakyatnya. Hari ini Sitiung menjadi saksi, Dharmasraya tidak hanya sedang menanam jagung, melainkan sedang menanam benih-benih kesejahteraan dan kemandirian ekonomi yang akan dipanen oleh generasi masa depan.
Penulis : Dimetri Robby







0 Komentar