PIMRED : ROBBY OCTORA ROMANZA (WARTAWAN UTAMA)

6/recent/ticker-posts
"SEBAR LUASKAN INFORMASI KEGIATAN DAN PROMOSI USAHA ANDA DISINI"

Langkah Taktis Bupati Annisa: Kerahkan 15 Puskesmas, Bentengi Anak Sekolah Dharmasraya dari Kepungan Asap

Tanamonews.com, Dharmasraya – Kesehatan dan masa depan generasi muda Dharmasraya tidak boleh digadaikan oleh situasi. Prinsip tegas inilah yang melandasi keputusan cepat Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, dalam merespons memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Melalui instruksi langsung sang Bupati, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan bergerak serempak. Sebanyak 15 Puskesmas di seluruh penjuru Dharmasraya langsung diterjunkan ke lapangan. Misinya satu: memastikan setiap anak sekolah mendapatkan tameng perlindungan berupa masker gratis demi keberlanjutan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang aman.

Bagi Annisa, mengembalikan anak-anak ke ruang kelas adalah prioritas, namun keselamatan mereka tetap di atas segalanya. Langkah taktis ini diambil agar aktivitas pendidikan tidak lumpuh, sekaligus memastikan paru-paru para siswa tetap terjaga dari paparan polusi udara yang berbahaya.

"Seluruh Puskesmas di wilayah kerja masing-masing telah kami kerahkan untuk membagikan masker kepada anak-anak sekolah. Ini adalah langkah nyata melindungi kesehatan peserta didik di tengah kondisi udara yang kurang bersahabat," ujar Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya, Yosta Defina, didampingi Kabid Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan, Aprial Khamri Isra.

Gerak Cepat Lintas Sektor dan Kolaborasi Provinsi

Strategi kepung pasar yang diinisiasi Bupati Annisa terbukti efektif. Dengan melibatkan 15 Puskesmas secara masif, distribusi masker kini menjangkau hingga sekolah-sekolah di wilayah pelosok. Anak-anak yang rentan terhadap infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi prioritas utama pergerakan ini.

Di balik aksi masif ini, terselip sinergi yang kuat. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya sebelumnya sukses mengamankan bantuan 50.000 masker dari Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy. Amunisi inilah yang kemudian disebar ke sekolah-sekolah sebagai bentuk perlindungan berlapis.

Jauh sebelum gerakan ke sekolah-sekolah ini masif, radar kewaspadaan Pemkab Dharmasraya sebenarnya sudah menyala. Pada fase awal kabut asap, Dinas Kesehatan bersama BPBD telah mengguyur ruang publik dengan 5.000 masker, yang kemudian disusul gelombang kedua sebanyak 10.000 masker. Kini, di bawah komando Annisa, fokus perlindungan digeser secara spesifik ke lingkungan sekolah.

Menjaga Kelas Tetap Bernyawa

Melalui kebijakan ini, Pemkab Dharmasraya ingin mengirimkan pesan kuat: pendidikan tidak boleh kalah oleh asap, dan kesehatan tidak boleh dikorbankan demi formalitas. Dua aspek ini berjalan beriringan di bawah pengawasan ketat. Tak sekadar membagikan masker, pemerintah daerah juga mengetuk kesadaran para guru dan orang tua. Mereka diimbau untuk menjadi "mata dan telinga" di lini terdepan dalam memantau kondisi fisik anak-anak. 

Jika ada siswa yang mulai mengeluhkan batuk, sesak napas, atau gejala gangguan pernapasan lainnya, pintu fasilitas kesehatan dipastikan terbuka lebar untuk penanganan instan. Melalui orkestrasi kebijakan yang dinamis dan koordinasi lintas sektor ini, Bupati Annisa Suci Ramadhani membuktikan bahwa kepemimpinan yang responsif adalah kunci utama dalam menjaga roda daerah tetap berputar, bahkan di tengah kepungan kabut asap sekalipun.

Penulis : Dimetri Robby

Posting Komentar

0 Komentar





Selamat datang di Portal Berita, Media Online : www.tanamonews.com, atas nama Redaksi mengucapkan Terima kasih telah berkunjung.. tertanda: Owner and Founding : Indra Afriadi Sikumbang, S.H. Tanamo Sutan Sati dan Pemimpin Redaksi : Robby Octora Romanza