Tanamonews.com, Dharmasraya – Komitmen nyata dalam memotong rantai stunting di Kabupaten Dharmasraya terus digulirkan secara agresif oleh jajaran pemerintah daerah. Tanpa mengenal hari libur akhir pekan, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, memilih turun langsung secara maraton ke lapangan untuk menyerahkan bantuan permakanan Tahap VI bagi ibu hamil dan menyusui pada Minggu (25/10/2026).
Langkah taktis ini menjadi bukti konkret pemenuhan janji kampanye pasangan Bupati Annisa Suci Ramadhani dan Wakil Bupati Leli Arni dalam mewujudkan visi "Dharmasraya Sejahtera Merata". Rangkaian agenda kerja maraton bupati perempuan pertama di Sumatra Barat ini dimulai tepat pukul 10.00 WIB di Gedung Pertemuan Kecamatan Pulau Punjung. Tampil bersahaja dalam balutan pakaian kasual dan topi hitam, kehadiran Bupati Annisa disambut hangat oleh puluhan kader, tokoh masyarakat, jajaran pemerintah kecamatan, serta ibu hamil.
Di Pulau Punjung, intervensi nutrisi ini menyasar 81 penerima manfaat yang terdiri atas 37 ibu hamil dan 44 ibu menyusui. Angka ini dilengkapi dengan pergerakan rombongan menuju wilayah selatan Dharmasraya, tepatnya di Gedung Serba Guna Kecamatan Koto Besar. Kedatangan Bupati di Koto Besar disambut antusiasme luar biasa oleh warga, di mana bantuan disalurkan kepada 37 penerima manfaat dengan rincian 19 ibu hamil dan 18 ibu menyusui.
Intervensi Dini: Gizi Sejak Dalam Kandungan
Dalam arahannya, Bupati Annisa menegaskan bahwa pertarungan melawan stunting tidak bisa dimulai saat anak sudah lahir atau menginjak usia balita. Fondasi kesehatan anak justru harus dibangun kokoh sejak masa kehamilan melalui pemenuhan nutrisi makro dan mikro yang optimal. “Justru sejak masa kehamilan, pemenuhan gizi ibu sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin,” ujar Annisa lugas.
Program bantuan permakanan ini dirancang secara terstruktur dan berkelanjutan, dilaksanakan bertahap mulai dari masa mengandung hingga masa menyusui eksklusif selama enam bulan. Skema penyalurannya diprioritaskan bagi keluarga yang paling membutuhkan, khususnya yang masuk dalam kelompok desil 1 dan desil 2 berdasarkan data kesejahteraan terpadu pemerintah.
Secara akumulatif, sejak program ini resmi diluncurkan pada Mei hingga Oktober 2026, total jangkauan penerima manfaat di seluruh kecamatan telah menyentuh angka 1.469 orang. Tren grafik penerima terus merangkak naik tiap bulannya: berawal dari 141 penerima di bulan Mei, naik menjadi 230 (Juni), 251 (Juli), 264 (Agustus), 283 (September), hingga menyentuh 300 penerima pada Oktober. Ekspansi program ini dipastikan akan terus diperluas seiring menguatnya kapasitas anggaran daerah.
Sinergi Tanpa Sekat dan Militansi Kader Lapangan
Di balik kesuksesan distribusi program ini, ada strategi komunikasi humanis dan inklusif yang diperlihatkan oleh Bupati. Gaya kepemimpinan merakyat tanpa jarak tercermin jelas saat agenda di Koto Besar. Menanggalkan formalitas protokoler yang kaku, Annisa memilih duduk melingkar di lantai bersama para warga dan kader kesehatan.
Ruang dialog tanpa sekat ini seketika hidup, menjadi wadah bagi para kader Dasawisma dan Posyandu untuk menumpahkan keluh kesah serta masukan berharga dari akar rumput. Pendekatan personal ini juga terlihat seusai agenda di Pulau Punjung. Guna mengapresiasi kerja keras para garda terdepan kesehatan, Bupati Annisa memboyong para kader untuk santap siang bersama di Rumah Makan (RM) Ita Bakar, Sungai Dareh. Momen penuh kehangatan tersebut diakui para kader menjadi suntikan motivasi dan energi baru untuk terus mengabdi secara ikhlas bagi masyarakat.
Bupati Annisa menyadari bahwa efektivitas program ini bertumpu pada kolaborasi yang solid di lapangan. Karena itu, ia menginstruksikan integrasi yang kuat antara perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, tenaga kesehatan, hingga kader Posyandu dan Dasawisma. “Bukan hanya menyalurkan bantuan fisik pangan, tetapi edukasi gizi yang masif, pemeriksaan kehamilan berkala, serta pendampingan kesehatan ibu dan anak harus terus diperkuat di setiap lini,” tambahnya.
Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan maraton tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya Hj. Yosta Defina, Plt. Kepala Dinas Sosial P3APPKB dr. Helmi Muslim, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Yuli Adri, Camat Pulau Punjung Erik Harja, serta Camat Koto Besar. Melalui sinergi lintas sektoral dan pendekatan kepemimpinan yang menyentuh hati, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya optimis program intervensi gizi ini tidak hanya menekan angka stunting secara signifikan, tetapi juga melahirkan generasi penerus Dharmasraya yang sehat, cerdas, berkualitas, serta berkarakter di masa depan.
Penulis : Dimetri Robby







0 Komentar