Tanamonews.com — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menjajaki peluang kerja sama dengan Badan Bank Tanah untuk mengoptimalkan pemanfaatan tanah negara agar lebih produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hal itu menjadi materi utama pembicaraan saat Gubernur Mahyeldi bertemu dengan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat, di Jakarta, Selasa (6/10) lalu. Mahyeldi mengatakan, penjajakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mendukung pelaksanaan reforma agraria sekaligus mendorong pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu potensi yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah pemanfaatan tanah negara di kawasan Bukit Gombong, Kabupaten Solok yang dikelola Badan Bank Tanah. Tanah tersebut berpeluang dimanfaatkan untuk mendukung reforma agraria, termasuk kemungkinan redistribusi tanah kepada masyarakat atau petani penggarap sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Meski demikian, Mahyeldi menegaskan bahwa pembahasan tersebut masih dalam tahap penjajakan awal. Karena itu, ia meminta perangkat daerah terkait mempelajari lebih lanjut peluang kerja sama tersebut sebelum menentukan langkah berikutnya. “Pembicaraan kemarin baru penjajakan awal. Kita perlu mempelajarinya lebih detail di tingkat internal, sehingga kebijakan yang nantinya kita ambil betul-betul tepat dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Mahyeldi saat dikonfirmasi di Padang, Sabtu (10/10/2026).
Menurut Mahyeldi, pemanfaatan tanah harus direncanakan dengan baik agar tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga mendukung kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah secara berkelanjutan. Ia menambahkan, setiap peluang pemanfaatan tanah perlu dikaji dengan mempertimbangkan karakteristik daerah, kebutuhan masyarakat, aspek lingkungan dan budaya, serta arah pembangunan Sumbar.
“Yang kita harapkan bukan hanya tanahnya bisa dimanfaatkan, tetapi bagaimana pemanfaatan tersebut memberikan nilai tambah, membuka peluang ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya. Sementara itu, Plt. Kepala Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat menjelaskan bahwa Badan Bank Tanah merupakan badan khusus yang dibentuk pemerintah untuk menjamin ketersediaan tanah bagi berbagai kepentingan, antara lain kepentingan umum, kepentingan sosial, pembangunan, pemerataan ekonomi, dan reforma agraria.
Menurut Hakiki, Badan Bank Tanah juga dapat mendukung pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan tanah agar lebih produktif dan memberikan manfaat yang lebih luas. “Kehadiran kita adalah untuk membantu daerah dalam aspek pengelolaan aset tanah agar menjadi lebih produktif,” tegas Hakiki saat bertemu Gubernur beberapa waktu yang lalu. Melalui penjajakan ini, Pemprov Sumbar akan mempelajari lebih lanjut potensi kerja sama yang dapat dikembangkan bersama Badan Bank Tanah.
Upaya tersebut diharapkan dapat membuka peluang pemanfaatan tanah yang produktif, berkeadilan, dan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan kewenangan masing-masing pihak serta ketentuan peraturan perundang-undangan. Diketahui, saat melakukan pertemuan dengan pihak Badan Bank Tanah beberapa waktu yang lalu, Gubernur Mahyeldi didampingi oleh sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Sumbar, di antaranya, Kepala Dinas Perkimtan, Ahdiyarsyah; Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Nolly Eka Mardianto; Kepala Bidang Pertanahan Dinas Perkimtan, Antos Lukman. (adpsb)







0 Komentar