Desember 2019, Padang Inflasi 0,07 persen dan Bukittinggi Deflasi 0,01 persen - Tanamonews.com
  • Breaking News

    Desember 2019, Padang Inflasi 0,07 persen dan Bukittinggi Deflasi 0,01 persen

    Padang - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Dr. Ir. Sukardi, M.Si. melalui Kepala Bidang Statistik Distribusi Teguh Sugiyarto, M.Pop.Hum.Res, Ph.D melaporkan bahwa di bulan Desember 2019 Kota Padang mengalami inflasi sebesar 0,07 persen dan Kota Bukittinggi mengalami deflasi sebesar 0,01 persen.


    Tanamonews.com | "Bulan Desember 2019 Kota Padang mengalami inflasi sebesar 0,07 persen dan Kota Bukittinggi mengalami deflasi sebesar 0,01 persen." ungkap Teguh Sugiyarto di gedung BPS JL. Khatib Sulaiman No. 48, Kota Padang, Ruang Vicon Gedung 1 lantai 2, Kamis Siang (2/01/2020).

    Lebih lanjut, Laju inflasi tahun kalender sampai bulan Desember 2019 Kota Padang dan Kota Bukittinggi masing-masing sebesar 1,72 persen dan 1,31 persen. Laju inflasi year on year Kota Padang (Desember  2019 terhadap Desember 2018) sebesar 1,72 persen dan Kota Bukittinggi sebesar 1,31 persen.

    Lebih rinci, Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama bulan Desember 2019 di Kota Padang antara lain: angkutan udara, telur ayam ras, beras, jengkol, bawang merah, minyak goreng, daging ayam ras, tomat sayur, kelapa, air kemasan, dan beberapa komoditi lainnya. Komoditas yang mengalami peningkatan harga di Kota Bukittinggi adalah daging ayam ras, sewa rumah, bawang merah, angkutan antar kota, telur ayam ras, tomat sayur, bayam, makanan ringan/snack, sate, obat dengan resep, dan beberapa komoditi lainnya.

    "Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga selama Desember 2019 di Kota Padang diantaranya: cabai merah, bayam, teri, emas perhiasan, cabai hijau, kacang panjang, ikan asin belah, cabai rawit, buncis, sabun detergen bubuk/cair, dan beberapa komoditi lainnya. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga di Kota Bukittinggi antara lain: cabai merah; pampers, jeruk; dencis, emas perhiasan, cabe hijau, belut, buncis, kentang, daun bawang, dan beberapa komoditi lainnya." kata Teguh.

    Terkait Andil Kelompok Pengeluaran pada Inflasi/Deflasi, Kepala Bidang Statistik Distribusi Teguh Sugiyarto jelaskan, "Inflasi di Kota Padang pada bulan Desember 2019 disebabkan adanya andil/sumbangan inflasi pada 2 (dua) kelompok pengeluaran yakni: kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,12 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,04 persen. 

    Sedangkan 5 (lima) kelompok lainnya memberikan andil deflasi yakni: kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar -0,04 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar serta kelompok sandang yang masing-masing memberikan andil sebesar -0,02 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar -0,01 persen dan kelompok kesehatan dengan andil mendekati -0,00 persen." jelasnya.

    Di Kota Bukittinggi, sambungnya, pada bulan Desember 2019, sebanyak 2 (dua) dari 7 (tujuh) kelompok pengeluaran memberikan andil/sumbangan deflasi yaitu: kelompok bahan makanan sebesar -0,15 persen dan kelompok sandang sebesar -0,04 persen. Sedangkan kelompok lainnya memberikan andil inflasi yakni: kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,08 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,05 persen, kelompok kesehatan dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan masing-masing sebesar 0,03 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga dengan andil mendekati 0,00 persen.

    Perbandingan IHK/Inflasi antar Kota di Pulau Sumatera, Teguh Sugiyarto memaparkan, "Dari 23 (dua puluh tiga) kota IHK di Sumatera, 17 (tujuh belas) kota mengalami inflasi dan 6 (enam) kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Batam sebesar 1,28 persen dan terendah terjadi di Kota Dumai dan Kota Padang yang masing-masing sebesar 0,07 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Medan sebesar 0,28  persen dan terendah di Kota Bukittinggi sebesar 0,01 persen. 

    Kota Padang menduduki urutan ke 16 (enam belas) dari seluruh kota yang mengalami inflasi dan Kota Bukittinggi menduduki urutan ke 6 (enam) dari seluruh kota yang mengalami deflasi di Sumatera. Secara nasional Kota Padang menduduki urutan  ke 67 (enam  puluh  tujuh) dari semua kota inflasi dan Kota Bukittinggi menduduki urutan ke 10 (sepuluh) dari semua kota IHK yang mengalami deflasi." pungkasnya

    No comments

    Selamat datang di Website www.tanamonews.com, Legalitas perusahaan media SIUP. No. SK 0075/03.07/MK/SIUP/V/2017-TDP. No. : 03.07.3.58.05437-IG. No. SK : 1078/IG-NI/DPMPTSP/V/2017 - NPWP. Badan : S-4488KT/WPJ.27/KP.0403/2017 - Diskominfo : 555.166/Diskominfo/IV-2017-Surat Domisili : 470/44/APK-IV/2017. Bank Nagari : 2100.0210.45535-821039217 dan BRI : 5466-01-017035-53-8 a/n Pt. Tanamo Media Inter Pers, atas nama segenap redaksi dan Pimpinan Pt. Tanamo Media Inter Pers, mengucapkan Terima kasih telah berkunjung.. tertanda: Owner dan Pendiri : Indra Afriadi.