Ticker

6/recent/ticker-posts

Setelah Diresmikan RSUD Bukittinggi Belum Beroperasi, Ini Kata Herman Syofyan Ketua DPRD

Halaman dan area parkir belum rampung

Tanamonews | Bukittinggi – Meski telah diresmikan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bukittinggi yang digadang-gadangkan menjadi RSUD megah itu belum dapat digunakan. Kini fasilitas kesehatan yang menelan dana hampir Rp200 miliar itu harus menunggu izin operasional Kemenkes RI dan Kemendagri yang belum juga turun.

“Usai diresmikan Walikota, namun pengoperasian RSUD belum. Masih menunggu izin Kementrian Dalam Negeri dan Kementrian Kesehatan,” ucap Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Herman Syofyan kepada wartawan di ruang kantornya, Selasa (19/1).

Ia mengatakan, anggaran untuk alat kesehatan (alkes) dan tenaga medis di rumah sakit juga telah disiapkan. Hanya saja, lanjut Herman, disamping menunggu izin Kementrian perlu mekanisme. Sementara aturan-aturan dan makanisme tersebut sudah dijalankan dan dilayangkan suratnya oleh Pemko Bukittinggi ke kedua kementerian dimaksud.

“Mekanisme operasional harus dikaji sebab RSUD berada di bawah Kemenkes dan pengaturan pegawai di bawah Kemendagri. Jadi tak bisa memaksakan kehendak,” ujar politisi kader Partai Gerindra ini.

“Kini tinggal menunggu tanggapan suratnya,” ujar Herman.

Dikatakan lagi, terkait izin RSUD berada di bawah Kemenkes dan Mendagri, untuk rekrutmen tenaga kerja, tidak harus melapor ke kedua kementerian itu.

“Rekrutmen sementara dari dinas kesehatan Bukittinggi dan sudah dikondisikan dari puskesmas. Begitu juga tenaga outsourcing dan kontrak sudah terlaksana,” sebutnya.

Menunjang terlaksananya RSUD sesuai harapan, dimana peralatan telah disiapkan, termasuk juga tenaganya. Dikabarkan telah dialokasikan dana di APBD 2021 sekitar Rp23 miliar. Namun RSUD tidak bisa beroperasi.

DPRD Kota Bukittinggi optimis bahwa izin operasional RSUD akan segera diterima. Karena itu pula pengesahan anggaran Rp23 miliar itu disetujui DPRD. “Untuk menjemput bola pun sudah disiapkan agar izinya cepat turun, yakni izin pengoperasian,” terangnya.

Salah satu sudut area parkir dan pelataran RSUD Bukittinggi terpantau belum rampung. Terlihat alat kesehatan, komputer, tempat tidur dan peralatan lain layaknya rumah sakit, termasuk prasasti peresmian ditandatangani Walikota Ramlan Nurmatias yang masih tersimpan dalam sebuah ruangan.

Selain itu, pelataran atau halaman termasuk area parkir kendaraan RSUD masih terlihat dasar tanah dan belum diaspal. Ada juga sebuah gang di bangunan lantai satu belum selesai diplaster.

Terkait jalan atau pelataran RSUD dengan ratusan kamar itu, diakui Herman, memang belum dikerjakan. Menurut dia, pengerjaan pengaspalan akan dianggarkan melalui pemerintahan walikota terpilih periode 2021-2025.

“Pengerjaan pelataran yang belum diaspal, termasuk ornamen lain RSUD, kami di dewan belum alokasikan di APBD 2021 ini. Akan tetapi, pembiayaannya atau anggaran dialokasikan saat pemerintahan baru,” kata Herman. (arif)

Posting Komentar

0 Komentar

"Upaya Pemprov Sumbar Membangkitkan Ekonomi dimasa Pandemi Covid-19"





Welcome to Thank's