Ticker

6/recent/ticker-posts

Sekdaprov Sumatera Barat Resmi Buka TMMD ke-110, didua Kabupaten Ini

PADANG, TANAMONEWS - SUMBAR | Kegiatan Rapat Koordinasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-110 tahun anggaran 2021 Provinsi Sumatera Barat, pagi ini Selasa (2/2) resmi dibuka oleh Sekdaprov yang diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Rakor TMMD dihadiri oleh Bupati Kepulauan Mentawai, Bupati Padang Pariaman dalam hal ini diwakili Sekda Kabupaten Padang Pariaman, Komandan Korem 032 Wirabraja, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sumbar, Forkopimda Provinsi Sumbar dan Kabupaten Padang Pariaman dan Kepulauan Mentawai, Kepala Kankemenag Kab. Kepulauan Mentawai turut berpartisipasi rakor yang dipusatkan di Aula Kantor Gubernur Sumbar.

TNI bersama rakyat menjadikan Desa Bukit Pamewa, Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Nagari Silabutan Kabupaten Padang Pariaman sebagai sasaran dalam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 Tahun 2021 Provinsi Sumatera Barat.

Dalam krisis, Sekdaprov Sumbar yang diwakili oleh Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Drs. H. Syafrizal, MM Datuak Nan Batuah mengatakan TMMD selain sebagai sarana untuk merawat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pemahaman pemahaman kebangsaan dan bernegara. 

Sekaligus untuk mengikat kebersamaan mengatasi masalah masalah kebangsaan, melalui sinergitas TNI dengan rakyat serta pemerintah pusat dan daerah untuk kemajuan desa.

Melalui kegiatan yang bersifat sasaran fisik maupun non fisik khususnya di daerah tertinggal, perbatasan wilayah, atau lainnya, ”ujarnya.

Dikatakannya rakor hari ini merupakan persiapan dalam perencanaan kegiatan yang ada pada OPD, lembaga yang terkait di Sumbar sesuai dengan kebutuhan operasional TMMD yang dimaksud. 

Syafrizal menyebut TMMD akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 2 hingga 31 Maret 2021 mendatang.

Untuk Sumatera Barat sendiri, akan dibuka secara resmi oleh Gubernur dan Wagub di dua lokasi yakni Kecamatan Lubuk Alung kabupaten Padang Pariaman dan desa Bukit Pamewa menuju desa Betumonga, Kecamatan Sipora Utara. Kecamatan Sekorab Kepulauan Mentawai.

Disisi lain Wakil Bupati Kepulauan Mentawai Kebocoran Kartanius Soba SPt dalam mengapresiasi kegiatan TMMD di Kepulauan Mentawai. Menurutnya, dengan semangat manunggal, daerah yang selama ini masih ada, diharapkan dapat segera diakses.

Ia, menjelaskan pentingnya membuka akses jalan melalui TMMD tahun ini di Kecamatan Sipora Utara Kecamatan Sekorab Kepulauan Mentawai. Masalah masalah transportasi memang menjadi masalah di Mentawai selama ini. 

Menurutnya, salah satu keluhan masyarakat di wilayah itu adalah akses jalan yang harus melewati transportasi laut, selain ombaknya yang tinggi juga berbiaya tinggi.

Ia juga menuturkan dengan pembukaan pembukaan jalan kurang lebih 10 kilometer itu masyarakat tidak lagi mendapat tempat parkir dalam transportasi. 

“Jika harus lewat darat, harus melewati akses jalan nagari yang masih setapak dan itu tidak dapat dilalui kendaraan roda empat sepanjang kurang lebih 10 kilometer.” Sebutnya.

Lebih lanjut, untuk pembukaan lahan pada TMMD tahun ini ada dua akses yang dibuka oleh Pemda Kepulauan Mentawai atau TNI. Untuk jarak sekitar 21 km, sambungnya. 

Sekaligus pembangunan jalan sepanjang lima kilometer dengan lebar 10 meter lengkap dengan parit selebar satu meter dikedua sisi jalan dialokasikan anggaran anggaran 2 M. 

"Dan ini sudah kali kedua dilaksanakan, dimana yang sudah dikerjakan sebelumnya pada Tahun 2019 oleh TMMD sepanjang 5 km, dan tahun ini akan dikerjakan 5 km lagi." Terangnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Jonpriadi mengungkapkan, akan dilaksanakan pembukaan jalan sepanjang 2,5 km dilokasi terpilih. Seperti pemasangan gorong-gorong, pembuatan saluran, pembangunan jembatan plat, rehab mushola dan pembuatan tempat berwudhu.

Untuk di Kabupaten Padang Pariaman, TMMD tahun ini dipusatkan di Korong Lipek Halamanh - Gamaran, Nagari Silabutan, Kecamatan Lubuk Alung, katanya.

Dilain pihak, faktor itu hal itu Kanwil Kemenag Sumbar H Hendri yang turut hadir pada kesempatan itu menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan TMMD Reguler ke110 Tahun Anggaran 2021 Provinsi Sumbar. 

Pihaknya menyebut Kementerian Agama turut mengambil bagian dalam kegiatan TMMD ini melalui Kanwil Kemenag Provinsi Sumbar dan Kankemenag Kabupaten Kepulauan Mentawai,

Sebut saja kontribusi Kanwil Kemenag dalam kegiatan fisik adalah memberikan bantuan rehab di Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk satu unit rumah ibadah umat Katolik senilai 25 juta dan 20 buah Alkitab suci Injil. Umat ​​umat Kristen 10 juta rupiah untuk rumah ibadah. 

Rehab Mesjid senilai 50 juta dan bantuan mushaf Alquran sebanyak 150 eksemplar. Untuk Kabupaten Padang Pariaman, adalah bantuan berupa rehabilitasi 2 buah mushalla senilai 55 juta. Kemudian kitab suci Alquran sebanyak 150 eksemplar.

Selain itu Kemenag juga telah memberikan bantuan untuk operasional baznas sebesar 10 juta, 10 juta untuk MUI, LPTQ sebanyak 10 juta, FKUB 60 juta rupiah. "Ini akan diserahkan nanti pada acara resmi dibukanya TMMD nanti," imbuhnya.

Sementara untuk kegiatan non fisik, tambah H Hendri, Kemenag mempunyai program penyuluhan agama yang akan melibatkan Kankemenag di dua Kabupaten Mentawai dan Padang Pariaman, pembinaan Keluarga Sakinah, program keagamaan seperti zakat, dan wakaf, serta pengajian lainnya.

Dalam hal ini H Hendri menyebut akan melibatkan ormas ormas untuk maksimal mendukung kegiatan TMMD 2021 pada dua Kabupaten yang dimaksud.

“Semoga berdampak besar bagi masyarakat pada dua Kabupaten ini dan insyaallah ini akan menjadi prioritas kita mulai hari ini kedepannya,” katanya.

Sementara, BAZNAS Provinsi Sumbar bekerja sama dengan Kanwil Kemenag Sumbar dalam agenda akan membantu rehabilitasi 10 unit rumah warga. Dimana untuk masing-masing unit memperoleh bantuan sebesar 20 juta. 

“5 unit untuk Kepulauan Mentawai dan 5 unit untuk Padang Pariaman,” jelasnya. “Hanya doa dari kita, mudah mudahan TMMD ini sukses dan pandemi ini segera berlalu, dan semoga para muzakki yang berzakat mendapatkan berkah dari Allah,” harapnya.

Sementara itu, menurut Korem 032 Wirabraja diwakili Kasitel Kol.Kav Husnizon, dalam laporannya mengatakan tujuan akhir dari pelaksanaan kegiatan TMMD di internal TNI adalah terciptanya kemanunggalan TNI dan rakyat. 

“Karena kami berasal dari rakyat, berjuangan untuk rakyat, dan kembali pada rakyat,” katanya. 

Ia, menyebut kegiatan akan dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam satu tahun anggaran. Hal ini mengingat animo pemerintahan Kabupaten / kota untuk melaksanakan TMMD ini. 

"Untuk Sumatera Barat sendiri, pada Tahun 2021 ini, ada 5 kabupaten/Kota yang akan melaksanakan kegiatan TMMD/TMMN. Sebut saja Kabupaten Mentawai, Padang Pariaman yang termasuk dalam satgas 110, untuk satgas 111 adalah Kabupaten Lima Puluh Kota, sedangkan untuk satgas 112 Kabupaten Solok dan Kabupaten Agam, rincinya. Sedangkan untuk Kabupaten/kota lainnya juga bisa melaksanakan kegiatan karya bakti ini". 

Menurutnya, ada hal menarik untuk pelaksanaan TMMD satgas 111 yang direncanakan akan berjalan pada bulan Juni mendatang, alokasi anggaran yang menembus 2,5 M. 

“Semula memang dianggarkan sebanyak 3,5 M namun karena ada pertimbangan lain menjadi 2,5 M, ini kali pertama terjadi dalam sejarah di Sumbar mendapat anggaran sebanyak ini,” sebutnya.

“Saya berharap pelaksanaannya nanti dilapangan bisa diimbangi dengan peningkatan alokasi anggaran untuk target fisik dan non fisik yang bersumber dari APBD atau bantuan subsidi dari provinsi maupun nasional,” ungkapnya.

Ia, menumpangkan harapan besar terhadap jajaran Dandim untuk bisa mewujudkan prestasi. “Kalau pelaksanaan pembangunan jalan misalnya target 5 km kemudian hasilnya 5 km itu sudah hal yang biasa, namun sebaliknya jika bisa dilaksanakan hingga 6-7 km, itu yang namanya melebihi prestasi,” tekannya memberi semangat.

Menurutnya, hal tersebut membutuhkan strategi bagi dandim untuk berkoordinasi intens dengan pemkab lokal maupun dinas terkait lainnya. 

Tak lupa ia mengajak sinergitas pihak terkait dalam pelaksanaan TMMD 2021 ini. “Tidak hanya dinas provinsi tapi juga Kabupaten/kota, agar berpartisipasi penuh dalam kegiatan ini” harapnya.

Besar harapan kita semua, agar kegiatan TMMD dapat berhasil dan berdaya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perlu kerja sama, kontribusi, Partisipasi, dan sinergitas semua pihak yang terkait, harap komandan Korem 032 Wirabraja Sumbar ini.

Dapat diketahui, pada rakor tersebut dikemukakan alasan terpilihnya kedua desa atau nagari tersebut untuk kegiatan TMMD 2021. Selain memang tergolong desa tertinggal juga karena masih minimnya akses jalan dan fasilitas lainnya. 

Bahkan mirisnya, warga di Desa Bukit Pamewa harus berjalan kaki seharian untuk bisa sampai kesekolah atau ke pusat pemerintahan. Dalam rapat juga diulas tuntas kondisi dan potensi yang ada di dua lokasi TMMD tersebut. (Arif)

Posting Komentar

0 Komentar

"Upaya Pemprov Sumbar Membangkitkan Ekonomi dimasa Pandemi Covid-19"



Welcome to Thank's