Ticker

6/recent/ticker-posts

Avtur Naik, Maskapai Krisis Keuangan

Jakarta – Kenaikan harga avtur dan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, ternyata mengakibatkan maskapai penerbangan nasional babak belur.


Tanamonews.com | Menurut pengamat penerbangan nasional Alvin Lie, harga avtur sejak tahun 2016 hingga Desember 2018 rata-rata kenaikannya mencapai 68%. Adapun nilai tukar Rupiah telah mengalami depresiasi yang cukup tinggi dibandingkan nilai tukar Dolar pada kurun waktu tersebut. 

"Padahal untuk leasing yang didominasi perusahaan dari Eropa dan Amerika pembayarannya menggunakan mata uang US Dolar," kata Alvin dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (15/1/2019) sore.

Hal senada dikatakan Ketua Umum INACA Ari Askhara Danasaputra. Ari yang Dirut Garuda Indonesia mengatakan biaya terbesar operasional maskapai adalah untuk avtur sekitar 40-45 persen dan pembayaran leasing beli maupun sewa pesawat serta pembelian komponen pesawat yang mengunakan mata uang US Dolar sekitar 10%. Sisanya yang 45 % untuk operasional dan gaji pegawai.

Menurut Alvin mantan anggota DPR RI dari Fraksi PAN tersebut, penurunan penumpang juga menjadikan airlines nasional babak belur. Ia mencontohkan pada periode natal dan tahun baru 2018 sebagaimana dilaporkan Ditjen Perhubungan Udara jumlah oenumpang mengalami penurunan sebesar 9,75% dibandingkan periode yang sama tahun 2017.

Dibukanya jalan tol Trans Jawa akan memberikan dampak negatif karena untuk bepergian antar kota masyarakat kini nyamanmenggunakan kendaraan darat. Dulu dari Semarang ke Surabaya pilihannya pesawat. Sekarang banyak yang beralih ke mobil karena bisa ditempuh dengan waktu 5 jam saja.



Penulis : Hartono
#Aliansi Jurnalistik Online Indonesia
Tag & Hyperlink : Avtur, Maskapai Penerbangan, Alvin Lie

Posting Komentar

0 Komentar



WELCOME TO TANAMO NEWS YOU WILL BE SATISFIED