Ticker

6/recent/ticker-posts

Yuni Marni : Bersabar Sejak 2018, RTLH - TMMD Yuni Marni, Terwujud 2021

Tanamonews | Salibutan - Yuni Marni (33 tahun) merasa bersyukur, gembira dan senang ketika mendapatkan informasi bahwa dia menerima bantuan rehab/bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 110 TA 2021. 

Rumah yang ditempati oleh Yuni Marni, yang direhab/dibedah pada program TMMD ke 110, TA 2021 ini berlokasi di Korong Lipek Pageh, Nagari Salibutan, Kec. Lubuk Alung, Kab. Padang Pariaman.

Yuni Marni adalah tulang punggung dari 3 orang anaknya yang masih dalam usia sekolah. Muhamad Zaki Nurahman (13 tahun) adalah putra sulungnya yang bersekolah di SMP. Putera keduanya adalah Rama Rahmadani (9 tahun) yang masih belajar di SD. Sari Wahyuni (5 tahun) adalah puteri bungsunya yang belum bersekolah.

Dalam kesehariannya, Yuni Marni menafkahi ketiga buah hatinya dengan bekerja sebagai buruh tani. "Rata - rata dalam sebulan penghasilan saya sebagai buruh tani adalah Rp 400 ribu, -", ujar Yuni Marni kepada www.tanamonews.com pada Minggu (14/3/2021).

Yuni Marni menceritakan,  "Awalnya sewaktu suami saya masih hidup, pada bulan September 2018, Bapak Wali Nagari Salibutan, Bapak Wali Korong Lipek Pageh, Babinsa dan Babinkamtibmas Nagari Salibutan mansurvey kondisi rumah kami yang tidak layak huni. Kami ditanyakan tentang status tanah dan rumah yang kami huni. Saya bersama suami waktu itu menjelaskan bahwa tanah dan rumah ini adalah milik orang tua saya, yang secara adat saya (Yuni Marni) yang diberikan hak untuk menempati tanah dan rumah ini. Setelah mendengar penjelasan kami, Bapak Wali Nagari Salibutan didampingi oleh Bapak Wali Korong Lipek Pageh, Bapak Babinsa dan Bapak Babinkamtibmas Nagari Salibutan memberitahukan bahwa rumah saya diusulkan untuk menerima bantuan Rehab/Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada program Tentara Manunggal Membangun Desa".

Selama tahun 2019 hingga 2020, Yuni Marni tidak mendengar tindak lanjut dari survey yang dilakukan oleh Wali Nagari Salibutan, Wali Korong Lipek Pageh, Babinsa dan Babinkamtibmas Nagari Salibutan tersebut.

Hingga saat suami tercintanya Sarbaini meninggal dunia di usia 34 tahun, pada bulan Mei 2020, Yuni Marni masih belum tahu tentang kapan realisasi janji Bapak Wali Nagari Salibutan tersebut.

Tanpa disangka, diawal bulan Januari 2021, Yuni Marni mendapatkan berita gembira. Bapak Wali Nagari Salibutan yang didampingi Kepala Korong Lipek Pageh, Babinsa dan Babinkamtibmas Nagari Salibutan memberitahukan kepadanya bahwa bantuan bedah/rehab RTLH yang dijanjikan sejak 2018, dikerjakan pada bulan Maret 2021.

Ketika dikunjungi www.tanamonews.com pada Minggu (14/3/2021), progres rehab/bedah RTLH untuk Yuni Marni sudah mencapai 75 persen. Pengerjaan rehab/bedah RTLH tersebut dikerjakan oleh 3 orang prajurit Kodim 0308/Pariaman, yang dipimpin oleh Serka Al Asari. 

Pada kesempatan tersebut, Murniati (59 tahun) ibu dari Yuni Marni juga merasa bersyukur, senang dan gembira atas bantuan yang diterima oleh puterinya. 

"Semua ini kami terima berkat karunia dari Allah SWT, melalui tangan-tangan mulia warga sekitar, Bapak Wali Nagari Salibutan, Bapak Wali Korong Lipek Pageh, Babinsa dan Babinkamtibmas Nagari Salibutan", tutur Murniati kepada www.tanamonews.com di sore Minggu/ 14/3/2021.(Arif)

Posting Komentar

0 Komentar

"Upaya Pemprov Sumbar Membangkitkan Ekonomi dimasa Pandemi Covid-19"



Welcome to Thank's