TANAMONEWS.COM - Sepekan libur lebaran idul Fitri 1443 H, kusir bendi di kota Bukittinggi kebanjiran penumpang. Dengan paket yang ditawarkan, pengungjung dapat memilih rute yang diinginkan.
Nof Caniago salah satu kusir bendi menuturkan, sejak H+1 hingga sepekan lebaran, bendi di kota Bukittinggi ramai diminati wisatawan.
Untuk mempermudah wisatawan, Pemerintah kota Bukittinggi melalui Disparpora memberlakukan tarif khusus bendi. Tarif untuk route bebas/1 jam 150.000/ bendi, paket keliling jauh 100.000/ bendi, paket keliling dekat 75.000/bendi, jam gadang - kebun binatang 50.000/ bendi dan jam gadang lobang Jepang 50.000/ bendi.
Nof menambahkan, dengan dibukanya kembali objek wisatawa pasca pandemi covid 19, berdampak luas bagi masyarakat. Hal serupa juga dirasakan para kusir bendi. Dalam satu hari, kusir bendi dapat meraih omset hingga 500 ribu lebih.
Saat ini terdapat 150 lebih bendi yang beroperasi. Bendi bendi tersebut tersebar di sejumlah titik berbeda, mulai dari depan taman pedestrian jam gadang, depan tugu pahlawan tidak dikenal, kampung Cina, depan kebun binatang, pasar banto dan pasar bawah.
Para penumpang pada umumnya memilih rute menuju objek wisata yang diinginkan. Karena untuk rute jauh, kusir bendi sering dihadapi dengan permasalahan kemacetan, ujarnya.
Tika, salah satu wisatawan asal Aceh merasa senang dapat menaiki bendi sembari menikmati keindahan kota Bukittinggi.
Saya dan keluarga baru pertama kali menaiki bendi di kota Bukittinggi. Meskipun macet, kami tetap senang. Pelayanan kusir bendi membuat saya nyaman. (Dina)







0 Komentar