Tanamonews.com - Libur lebaran telah usai, namun sejumlah objek wisata dan pusat penjualan oleh oleh masih ramai dikunjungi wisatawan. Seperti halnya di Pasar bawah Bukittinggi. Hingga saat ini, Sabtu (14/5), pasar tradisional itu menjadi incaran pembeli.
Ida, salah satu pembeli menuturkan, memilih untuk membeli kerupuk sanjai untuk menjadi buah tangan bagi anaknya yang akan kembali merantau ke daerah Bengkulu. Di Pasar bawah ini, dia dapat memilih beranekaragam kerupuk sanjai dan makanan tradisional Minangkabau lainnya.
"Saya selalu belanja outlet Sanjai Elly, karena lengkap dan kita juga dapat mencicipi kerupuk sanjai sebelum dibeli. Dan yang membuat saya berlangganan, karena disini pembeli juga diberi bonus khusus dari pedagang, ungkapnya.
Hal serupa juga diutarakan Wahyu, pembeli asal Medan. Dia bersama keluarga silih berganti datang membeli kerupuk sanjai di pasar bawah. Sanjai menjadi oleh oleh yang akan diberikan ke sanak famili saat kembali ke kampung halaman.
Diberikannya kelonggaran oleh pemerintah pusat, berdampak positif terhadap masyarakat luas, termasuk pedagang. Dibanding dua tahun pandemi covid 19, pada libur lebaran tahun ini, omset pedagang meningkat dratis.
Menurut salah satu pemilik outlet Sanjai, dalam sehari omset sanjai mencapai 5jt. Jumlah itu meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya.
"Kami bersyukur pembeli ramai datang berbelanja, meskipun harga jual sanjai mengalami kenaikan, namun tidak sepenuhnya mempengaruhi daya jual".
Sejak satu bulan terakhir, harga sanjai naik 5000/kg. Kenaikan terjadi karena kelangkaan ubi dan naiknya harga minyak goreng.
Saat ini harga sanjai tawar, manis, Karak kaliang, kerupuk Cancang, jagung bumbu dijual dengan harga 40 RB/ kg. Sedangkan kerupuk balado, kerupuk katam, sanjai rasa jagung bakar, kerupuk talas, rubik, dan kerupuk bumbu dijual dengan harga 50 RB/ kg.
Meskipun Daya beli meningkat, namun pedagang kesulitan mendapatkan dagangan, karena berkurangnya jumlah produksi akibat kelangkaan ubi, tutur riyha. (Dina)







0 Komentar