Agam - Tanamo News | Anggota DPR RI bersama Kementerian Kesehatan RI melaksanakan sosialisasi gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) dalam upaya percepatan penanggulangan Stunting, kegiatan ini dilaksanakan di Palupuah, Kabupaten Agam, Selasa 13/9.
Legislator RI dari Komisi IX, Ade Rezki Pratama hadir dengan Pejabat Kemenkes RI Dedi Supriadi, Bupati Agam Andri Warman, pejabat Kemenkes Provinsi Sumbar dan Agam serta dihadiri oleh ratusan warga di daerah setempat.
Ade Rezki Pratama menjelaskan, Percepatan Penurunan Stunting perlu dilakukan mulai dari Pra nikah; Dimana Pencegahan stunting dapat dilakukan pada pasangan yang merencanakan pernikahan.
Setiap pasangan calon pengantin (catin) harus memahami beberapa hal yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak seihingga bayi yang lahir tidak dalam kondisi stunting.
Termasuk pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi, pemberian makanan pendamping ASI pada bayi setelah 6 bulan yang sesuai dengan usia, mendapatkan vaksinasi dasar secara lengkap dan vaksin lanjutan, pemberian vitamin A, obat cacing, dan stimulasi tumbuh kembang sesuai dengan usia.
Selanjutnya, Percepatan Penurunan Stunting dilakukan pada Masa 1000 HPK. Pasalnya, Tidak memenuhi nutrisi optimal pada 1000 HPK anak bisa berdampak buruk terhadap pertumbuhan otak yang tidak optimal.
Jika pertumbuhan otak tidak optimal, perkembangan kognitif anak pun akan terhambat. Ini dapat berakibat berkurangnya kecerdasan buah hati serta ketangkasan berpikirnya.
Ketika dewasa, hal ini dapat berisiko buah hati tidak berprestasi saat di sekolah dan tidak produktif saat bekerja. Dan yang ketiga, Menjadi orang tua hebat.
Ade menyampaikan, Menjadi orangtua hebat dalam mengasuh anak, bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, tetapi butuh perjuangan dan tekad yang kuat agar peran uang tua benar-benar menjadi alat dalam mewujudkan karakter anak.
Daerah Kabupaten Agam khususnya di Kecamatan Palupuh masih terdapat anak yang menderita stunting untuk lebih diperhatikan, ujar Ade secara terpisah.
"Ini menjadi PR kita bersama, mari periksa apa permasalahan penyebabnya, kami siap membantu, ada program yang bisa dijemput seperti pengentasan rumah tidak layak huni atau pengadaan MCK, itu bisa menjadi salah satu penyebab stunting," kata dia.
Ia menyoroti angka populasi penduduk yang tumbuh dengan tidak diiringi kesiapan dari keluarga terhadap ancaman stunting.
"Masalah ekonomi karena pertumbuhan populasi yang tidak terkontrol dan kesiapan juga harus dikendalikan, peran besar mulai dari bekal pernikahan dari KUA kepada Catin hingga bekal kesehatan dari Dinkes sangat diperlukan," kata Ade Rezki.
Pejabat Kemenkes RI, Dedi Supriadi mengatakan kegiatan Germas dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dalam upaya peningkatan kualitas hidup.
"Kami awali kegiatan kesehatan masyarakat itu dengan vaksinasi di lima titik di Palupuh yaitu Nagari Pasia Laweh, Koto Rantang, Pagadih, Nan Tujuah dan di Kantor Kecamatan," kata Dedi.
Kegiatan sosialisasi Germas dilakukan selama dua hari dengan rangkaian pemberian materi oleh narasumber dan diskusi tanya jawab serta penandatanganan komitmen masyarakat hidup sehat di Palupuah.
"Mudah-mudahan target percepatan penurunan stunting di Agam tercapai, perjuangan ini harus dilakukan bersama, program ini luar biasa untuk Kabupaten Agam," kata Bupati Andri Warman. (Dina)







0 Komentar