Agam, Tanamo News - Dalam rangka memberikan pemahaman pada masyarakat terkait keamanan obat dan makanan, Sabtu (17/9/2022) Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) gelar sosialisasi. Kegiatan yang dipusatkan di aula SMPN 2 Tilatang Kamang, dihadiri Langsung mitra kerja, Anggota komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama SE,MM.
Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi informasi dan edukasi (KIE) tentang makanan dan obat-obatan diikuti oleh ratusan warga, mulai dari Perangkat Nagari, Instansi, Wali Jorong dan Walinagari serta tokoh masyarakat serta bundo kanduang se Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam.
Ade Rezki Pratama yang membuka kegiatan itu mengatakan, semua itu sebagai bentuk kepedulian dan pengawasan kepada masyarakat di Sumbar dan Kabupaten Agam pada khususnya.
“Kita harus bersyukur kegiatan positif ini bisa dilakukan kembali setelah masa pandemi, ini momen penting mengambil informasi melalui BBPOM terkait pengawasan konsumsi masyarakat pada makanan, obat atau kosmetik,” ungkap Ade Rezki.
Lebih jauh disampaikan Ade, selain melakukan pengawasan produk yang digunakan masyarakat luas, BPOM memiliki peran penting selama masa COVID-19 untuk memberi ruang masyarakat mengembangkan usaha dalam bidang makanan dan obat juga kosmetik.
“BPOM turut memberikan pendampingan kepada warga yang berusaha dalam produksi konsumsi, semua diawasi dan diberikan ijin sesuai standar kesehatan.
Komisi IX DPR RI juga aktif dalam mengawasi peredaran obat dan makanan yang dinilai berbahaya dikonsumsi oleh masyarakat,” ulasnya.
Kepala BPOM di Padang, Abdul Rahim yang diwakili Lega Fatman mengatakan pihaknya sebagai mitra kerja DPR RI bertugas memberikan edukasi dan informasi terhadap peredaran makanan obat dan kosmetik yang kerap luput dari perhatian masyarakat.
“BPOM sebagai instansi vertikal milik pemerintah memiliki tugas pengawasan terhadap makanan atau obat yang beredar, mulai dari pengecekan sampel sampai pada pemasaran, apakah yang beredar sesuai dengan yang diuji oleh BBPOM,” ujar Lega (dina)







0 Komentar