PIMRED : ROBBY OCTORA ROMANZA (WARTAWAN UTAMA)

6/recent/ticker-posts
"SEBAR LUASKAN INFORMASI KEGIATAN DAN PROMOSI USAHA ANDA DISINI"

K.I.E di Pasaman, Ade Rezki Pratama Bersama BKKBN Ajak Semua Elemen Tekan Angka Stunting

Pasaman, Tanamo News - Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama mengajak warga Bonjol, Kabupaten Pasaman, untuk bisa menekan angka stunting di daerah itu agar sumber daya manusia sehat dan berkualitas. 

"Stunting merupakan permasalahan bangsa saat ini, mari bersama-sama untuk menekan angka stunting, karena ini tidak hanya menjadi tugas pemerintah saja, tetapi semua pihak punya tanggung jawab," kata Ade Rezki, saat Sosialisasi Advokasi dan Komunikasi Informasi Edukasi Penanganan Stunting bersama mitra kerja, di halaman kantor Wali Nagari Limo Koto, Bonjol, Selasa (13/9). 

Ia mengatakan, percepatan penurunan stunting, tidak hanya dimulai dari pra nikah, dan masa 1000 HPK, namun juga tergantung bagai mana untuk menjadi orang tua hebat.

"Menjadi orangtua hebat dalam mengasuh anak, bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, tetapi butuh perjuangan dan tekad yang kuat agar peran uang tua  benar-benar menjadi alat dalam mewujudkan karakter anak" ujarnya menambahkan.

Ada beberapa hal yang ahrus dilakukan oleh orang tua dalam mewujudkan orang tua hebat; Orangtua harus benar-benar mempersiapkan diri sebagai pengasuh anak yang baik. Orangtua harus memiliki konsep diri yang positif, artinya mampu memandang dirinya secara positif. 

Orangtua dalam hal ini ayah dan ibu harus berbagi peran dalam pengasuhan anak sesuai dengan porsinya masing-masing. Dan yang terakhir, bagaimana Orangtua harus mampu menjaga anak dari pengaruh buruk media.

Berdasarkan Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan terdapat 23,3% anak di bawah usia 5 tahun (balita) yang mengalami stunting di Provinsi Sumatera Barat pada 2021.

Adapun wilayah dengan proporsi balita stunting terbesar di Sumatera Barat salah satunya Kabupaten Pasaman, dengan angka prevalensi balita 30,2%.

Untuk itu, perlu penanganan khusus dan serius secara bersama-sama agar angka stunting di Pasaman dapat diturunkan dan mencapai targer nasional, yakni sebesar 14 persen. 

"Permasalahan stunting jadi perhatian khusus dari pemerintah pusat dalam menurunkan angka tersebut. Semua pihak di Pasaman harus benar-benar bekerja keras untuk menekan angka stunting di daerah ini," katanya. 

Sementara, Koordinator KS/PK Badan Kependudukam Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumbar, Drs. Budi Mulia, M.Si menyampaikan, stunting merupakan kegagalan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dan infeksi yang berulang. 

"Stunting dalam jangka panjang tidak ditindaklanjuti akan berdampak terhadap kesehatan anak," katanya. 

Ia menambahkan, angka stunting di Sumbar masih tinggi sebesar 23 persen dan ini perlu perhatian bersama dalam menurunkan angka stunting.

Kiat dalam percepatan penurunan stunting dilaksanakan secara Pentaholic. Yaitu, melalui koordinasi, sinergi dan sinkronisasi di antar kementerian atau lembaga, Pemerintah Daerah Sumbar, pemerintah daerah kota, kabupaten, pemerintah nagari dan pemangku kepentingan, segenap unsur lapisan masyarakat, unsur pendidikan, pihak swasta dan media.

"Kami telah melakukan pemetaan di 19 kabupaten dan kota. Stunting merupakan program prioritas dan telah melakukan aksi nasional," katanya.

"Saya berharap dengan kehadiran pada sosialisasi ini bisa sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk menyampaikan ke tetangga, agar calon pengantin tidak terpapar stunting, sehingga sumber daya manusia bakal berkualitas," katanya.

Kepala Bidang Keluarga Berencana Dinas Kependudukan, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Pasaman, Furkan menambahkan, prevalensi stunting di Pasaman masih mengalami angka yang mengkhawatirkan, dimana saat ini berada pada prevalensi tinggi diatas 30 persen yakni 30,2 persen. 

"Ada beberapa faktor yang membuat tingginya angka stunting di Pasaman. Diantaranya, gizi yang kurang terpenuhi, pola asuh dan faktor lainnya. Untuk itu, Pemkab Pasaman terus gencar dalam menurunkan angka stunting, yakni membuat Tim Percepatan Penanganan Penurunan Stunting Pasaman dari tingkat kabupaten hingga nagari serta membuat tim pendamping keluarga. 

"Pasaman akan terus berusaha kuat untuk lepas dari permasalahan stunting, dengan dukungan semua elemen diharapkan angka stunting di Pasaman bisa mencapai angka 14 persen," ujar Furkan.

Camat Bonjol, Afnita mengucapkan terimakasih kepada Ade Rezki Pratama dan BKKBN Sumbar yang telah menunjuk Bonjol sebagai lokasi kegiatan ini. 

"Stunting adalah problem kita bersama, sosialisasi dan pengarahan kepada masyarakat harus selalu digencarkan. Dalam agenda kali ini, Ilmu yang diberikan sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam menekan angka stunting di daerah ini," kata Afnita.(dina)

Posting Komentar

0 Komentar





Selamat datang di Portal Berita, Media Online : www.tanamonews.com, atas nama Redaksi mengucapkan Terima kasih telah berkunjung.. tertanda: Owner and Founding : Indra Afriadi Sikumbang, S.H. Tanamo Sutan Sati dan Pemimpin Redaksi : Robby Octora Romanza