Tanamonews, Padang Pariaman - Tanamo News. Tingginya tingkat capaian vaksinasi covid 19 di Kecamatan Ulakan Tapakis Kabupaten Padang Pariaman, mendapat apresiasi dari anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama.
Hal itu disampaikan Politisi muda tersebut pada kegiatan sosialisasi germas penurunan stunting dan covid 19, yang digelar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama mitra kerja, di aula Hall Sudirman nagari Sungai Gimba, Senin 17/10.
Legislator RI menuturkan, Pandemi Covid-19 sudah dua tahun melanda Indonesia terhitung sejak diumumkannya pasien pertama terinfeksi virus corona pada 2 Maret 2020. Sejak beberapa waktu terakhir, pemerintah memberikan kelonggaran ditengah masyarakat untuk dapat melakukan aktivitas namun tetap mematuhi protokol kesehatan.
Legislator RI menilai, Vaksinasi salah satu upaya mengantisipasi masyarakat terhindar dari pandemi covid 19. Kedisiplinan masyarakat mematuhi protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi, membuat jumlah masyarakat khususnya di Kabupaten Padang Pariaman yang terpapar dinilai cukup kecil.
Tidak hanya covid 19/ kasus stunting juga menjadi perhatian khusus pemerintah pusat. Untuk itu, Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja dari Kementerian Kesehatan Ri hingga kini gencar turun ke daerah, untuk mensosialisasikan gerakan masyarakat hidup sehat, tutur Ade Rezki Pratama.
Dalam sambutannya, Ade menyampaikan, Percepatan Penurunan Stunting perlu dilakukan sejak dini. Mulai dari Pra nikah, agar pasangan calon pengantin (catin) harus memahami beberapa hal yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga bayi yang lahir tidak dalam kondisi stunting.
Selanjutnya, pasangan pengantin mengetahui Masa 1000 HPK, karena Tidak memenuhi nutrisi optimal pada 1000 HPK anak bisa berdampak buruk terhadap pertumbuhan otak yang tidak optimal. Selanjutnya, mereka harus memahami bagaimana Menjadi orang tua hebat, tutur Ade mengakhiri sambutannya.
Camat Ulakan Tapakis Emri Nurman, S.STP.MM, meapresiasi kegiatan sosialisasi gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) yang digelar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama.
Pandemi Covid 19 saat ini belum selesai, meskipun Pemerintah pusat telah melonggarkan aturan protokol kesehatan, namun kita semua harus tetap waspada, tuturnya.
Emri Nurman menambahkan, Tingginya tingkat kecerdasan masyarakat dalam menyikapi vaksinasi, Capaian vaksin covid 19 di Kecamatan Ulakan Tapakis menjadi peringkat satu di Kabupaten Padang Pariaman.
Terkait masalah stunting, saat ini permasalahan tersebut menjadi perhatian semua pihak. Nagari nagari telah menganggarkan terkait penanganan stunting karena merupakan program Nasional. Untuk menambah wawasan masyarakat, Legislator RI membawa narasumber dari Kemenkes, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten Padang Pariaman, ujarnya.
Ketua Tim Kerja Pengelolaan BLU Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan dari Kemenkes RI menjelaskan, pandemi covid 19 belum selesai. Masyarakat diminta terus disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan.
Untuk mengedukasi masyarakat, Kemenkes bersama mitra kerja turun ke daerah untuk mensosialisasikan germas, baik dalam pencegahan covid 19 maupun untuk mengantisipasi kasus stunting yang kini menjadi perhatian khusus pemerintah pusat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, dr. H. Aspinuddin menyampaikan, Germas di Kabupaten Padang Pariaman telah di launching sejak 2016 lalu bersama 10 Kabupaten Kota di Indonesia.
Kondisi ini, Kabupaten Padang Pariaman memiliki Puskesmasaats di 103 nagari, yang melayani25 438 rb jiwa pendudukan se Kabupaten Padang Pariaman yang tersebar di 600 korong.
Berdasarkan hasil prevalensi stunting berdasarkan survey status gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021, berada di angka 28,3%.
Jumlah tersebut berada dibawah angka prevalensi kasus stunting di Sumatera Barat, yaitu 23,3%, yang mana berdasarkan intruksi presiden bahwa pada tahun 2024, angka prevalensi stunting harus menyentuh angka 14%.
Berkaitan dengan itu, Padang Pariaman sampai saat ini telah melakukan berbagai macam upaya untuk menurunkan angka stunting hingga menyentuh angka prevalensi 0%, diantaranya melalui kegiatan prioritas mencegah lahirnya anak stunting.
“Kedepannya, tentu kita harus mengoptimalkan peran tim pendamping yang sudah terbentuk sebanyak 789 orang yang terdiri dari Bidan desa, TP PKK, dan kader untuk memberikan pendampingan kepada calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca melahirkan, dan keluarga yang memiliki anak 0-5 tahun,” tutupnya mengakhiri. (Dina)







0 Komentar