Tanamonews - Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi terus berupaya untuk memulihkan ekonomi masyarakat yang menurun dratis paska pandemi Covid19 dua tahun terakhir.
Salah satu strategi pemulihan perekonomian masyarakat kota yaitu dengan menarik jumlah kunjungan ke Kota Bukittinggi. Untuk itu. Pemko Bukittinggi mengupayakan mempercantik pusat perbelanjaan, khususnya di waktu malam (night market), sehingga lebih representatif bagi pengunjung dan pedagang berskala kecil di lokasi yang strategis.
Mewujudkan itu, Pemko Bukittinggi berencana membangun kanopi atau awning dengan desain kekinian serta memperhatikan aspek ramah lingkungan terutama sirkulasi udara, cahaya matahari serta estetika keindahan.
Diketahui selama ini di lokasi itu telah menjadi tempat berjualan bagi pedagang kreatif lapangan (PKL) di malam hari. Terutama bagi pedagang yang kehilangan tempat berjualan akibat kebakaran Pasar Atas beberapa tahun silam yang tidak terakomodir hingga saat ini.
Namun sayangnya, hingga kini pedagang terpaksa menggelar dagangan dengan kondisi seadanya. Sehingga lokasi yang dekat dengan ikon pariwisata Sumbar itu tidak tertata dengan rapi.
Sebagaimana disampaikan Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, rencana pemasangan kanopi sepanjang jalan Minangkabau itu selain mengakomodir pedagang kaki lima yang kehilangan tempat berjualan akibat kebakaran Pasar Atas juga untuk memberikan kenyamanan dan penguatan konsep wisata di jantung kota.
Menanggapi hal itu, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bukittinggi mendukung rencana Pemko Bukittinggi membangun awning atau kanopi di Jl Minangkabau kota itu.
“KNPI Bukittinggi sangat mengapresiasi langkah pemerintah untuk membangun awning di Jl Minangkabau,” kata Ketua KNPI Bukittinggi Firdaus kepada wartawan, Rabu 5/10.
la mengatakan, apresiasi adalah kata yang tepat untuk niat baik Pemko Bukittinggi dalam memajukan perekonomian rakyat kecil serta memperindah kota Bukittinggi terkhusus rencana dari pembangunan awning itu. (DINA)







0 Komentar