PIMRED : ROBBY OCTORA ROMANZA (WARTAWAN UTAMA)

6/recent/ticker-posts
"SEBAR LUASKAN INFORMASI KEGIATAN DAN PROMOSI USAHA ANDA DISINI"

Stop Stunting dengan Mencegah Pernikahan Dini

Agam, Tanamo News - Banyak faktor yang menjadi pemicu terjadinya kasus stunting, salah satunya pernikahan di usia dini yang turut mengakibatkan kasus tersebut melonjak. 

Hal ini disampaikan Legislator RI, Ade Rezki Pratama saat menghadiri sosialisasi dan komunikasi informasi edukasi (KIE) program bangga kencana bersama BKKBN Sumbar, di aula MDA Koto Baru, Nagari Kubang Putiah, Banuhampu Kab.Agam, Senin 24/10.

Politisi muda Partai Gerindra itu menjelaskan, pernikahan usia dini hingga kini masih marak. Dimana Usia ayah dan ibu yang masih terlampau muda membuat risiko stunting menjadi meningkat.

Para remaja masih membutuhkan gizi maksimal hingga usia 21 tahun. Ketika mereka menikah pada usia remaja misalnya 15 atau 16 tahun, maka tubuh ibu akan berebut gizi dengan bayi yang dikandung. 

Saat nutrisi ibu tidak mencukupi selama kehamilan, bayi akan lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dan sangat berisiko terkena stunting, tambahnya.

Stunting sendiri merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. Hal ini mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. 

Sekretaris Dinas Dalduk KBPP dan PA Kabupaten Agam, dra. Riyanti, Apt, memaparkan prevalensi stunting di Agam telah mengalami penurunan, dimana saat ini berada pada angka 19,1% berdasarkan hasil survey status gizi Indonesia (SSGI) 2021.

Berbagai cara dilakukan pemerintah Kabupaten Agam untuk menekan angka stunting menjadi 14% di tahun 2024. Diantaranya, membentuk tim pendamping keluarga yang berjumlah 371 TPK dengan 1.113 orang kader, ujarnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Barat Fatmawati menyampaikan, Dari hasil pemetaan keluarga berpotensi beresiko stanting, Banuhampu masuk dalam lima Kecamatan penyumbang kasus stunting terbanyak dari 16 Kecamatan di Kabupaten Agam.

Stunting umumnya terjadi karena diakibatkan oleh kurangnya asupan nutrisi pada 1.000 hari pertama anak. Hitungan 1.000 hari di sini dimulai sejak janin sampai anak berusia 2 tahun.

Oleh karena itu, upaya pencegahan baiknya dilakukan sedini mungkin. Pada usia 1.000 hari pertama kehidupan, asupan nutrisi yang baik sangat dianjurkan dikonsumsi oleh ibu hamil. 

Tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dirinya, asupan nutrisi yang baik juga dibutuhkan cabang bayi yang ada dalam kandungannya, ujarnya.

Dengan adanya sosialisasi dan KIE ini diharapkan dukungan lintas sektor untuk dapat memberikan intervensi dalam upaya percepatan penurunan stunting, demi terwujud SDM yang sehat dan berkualitas.

Sehingga Upaya menurunkan prevalensi stunting menuju 14 persen pada tahun 2024 bisa dilakukan jika semua pihak dapat bekerja bersama-sama. (Dina)

Posting Komentar

0 Komentar





Selamat datang di Portal Berita, Media Online : www.tanamonews.com, atas nama Redaksi mengucapkan Terima kasih telah berkunjung.. tertanda: Owner and Founding : Indra Afriadi Sikumbang, S.H. Tanamo Sutan Sati dan Pemimpin Redaksi : Robby Octora Romanza