Tanamonews.com, Jakarta - Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal bersama Wali Kota Padang didampingi Ketua Komisi III DPRD Kota Padang Helmi Moesim dan Kepala Dinas PU Kota Padang, serta Satker Pengelolaan Air Bersih BPPW Sumatera Barat menyambangi Gedung DPR RI guna melakukan Audiensi terkait Mitigasi Bencana, Rencana Pembangunan SPAM 3 Taban kapasitas 200 liter perdetik.
Kedatangan Wali Kota dan rombongan disambut langsung oleh Zigo Rolanda, anggota komisi V DPR RI diruang kerjanya pada Kamis, 21/8/25 di Jakarta. Agenda dilanjutkan dengan kunjungan ke Kementerian Pekerjaan Umum Dirjen Cipta Karya guna melakukan pembahasan serupa. Dirtek Andri Satria turut mendampingi kunjungan kerja ini. Komisi V DPR RI bersama Kementerian Pekerjaan Umum akan terus memperjuangkan agar kebutuhan anggaran dapat dipenuhi. Demi mempercepat realisasi layanan air bersih yang lebih baik bagi masyarakat Kota Padang, ujarnya.
SPAM Taban mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp75 miliar untuk pembangunan SPAM Palukanan Taban 3 yang akan masuk dalam rencana kerja Kementerian PU melalui Dirjen Cipta Karya tahun 2026. Anggaran ini merupakan langkah awal dari kebutuhan total Rp305 miliar yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan secara penuh. SPAM Palukahan Taban 3 direncanakan menjadi pemasok utama air bersih bagi masyarakat Kota Padang. Hal ini sangat mendesak, mengingat pasokan air saat ini masih bergantung pada PDAM Gunung Pangilun yang kondisinya rusak pasca gempa tahun 2009.
PDAM tersebut merupakan sumber utama air bersih bagi sekitar 200 ribu warga Kota Padang, termasuk 12 rumah sakit serta berbagai kantor pemerintahan di Kota Padang. Apabila terjadi kegagalan produksi di PDAM Gunung Pangilun, maka kebutuhan air bersih masyarakat Kota Padang akan sangat terganggu.
0 Komentar