Agam, Tanamonews.com - Perdana di Sumatera Barat, rumah hunian tetap (huntap) resmi digunakan korban bencana longsor dan banjir bandang di nagari Sungai Landia Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam. Peresmian dihadiri langsung Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Provinsi Sumbar, Ahdiarsyah, Senin (12/1).
Satu unit hunian tetap (Huntap) didirikan oleh Lembaga Amil Zakat Ansharullah Peduli Negeri (Ashpen) Bukittinggi bersama donatur Karang Waluh Grup dari Kalimantan Selatan untuk warga terdampak bencana. Huntap pertama di Sumatera Barat (Sumbar) berupa rumah semi permanen yang didirikan di Kampuang Ateh, Sungai Landia itu diberikan kepada warga setempat yang rumahnya hanyut terkena banjir besar saat bencana hidrometeorologi November 2025 lalu.
Direktur Laz Ashpen, Zulfamiadi, menyampaikan, rumah hunian tetap (huntap) ini diberikan kepada Emi Yuniarti, salah seorang warga nagari Sungai Landia yang menjadi korban bencana akhir November 2025 lalu. Ibu empat orang anak tersebut merupakan seorang dhuafa. Zulfahmiadi menargetkan pendirian Huntap di Sumbar sebanyak 20 unit. Huntap di Sungai Landia menurutnya bisa didirikan secara maksimal hanya dengan rentang waktu sepuluh hari. "Semua berkat dukungan seluruh pihak. Pengerjaan seminggu lebih hanya terkendala dari akses jalan akibat kondisi cuaca, kepada warga yang menerima Huntap agar bisa menggunakan rumah barunya dengan baik serta berkah untuk semua donatur," kata dia.
Zulfamiadi menambahkan, Sejak bencana alam terjadi, Laz Ashpen turun langsung ke lokasi bencana untuk mengantarkan bantuan dari donatur. Tidak hanya ke Kabupaten Agam, bantuan juga disalurkan hingga ke Medan dan Aceh Tamiang. Pembangunan Huntap yang dilakukan Laz Ashpen, mendapat apresiasi dari pemerintah Provinsi Provinsi Sumatera Barat. Peresmian Huntap ini perdana dilakukan sejak bencana terjadi. Saat ini, pemerintah daerah sedang membangun huntara di sejumlah lokasi yang terdampak bencana, ucap Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Provinsi Sumbar, Ahdiarsyah.
"Alhamdulillah, ini menjadi Huntap pertama yang kami resmikan di Sumatera Barat (Sumbar). Huntap dari bantuan non pemerintah, apresiasi dan kebanggaan tinggi kepada Ashpen dan Karang Waluh Grup," ucapnya. Ia menyebut bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat menimbulkan kerugian tempat tinggal warga sebanyak 6.627 rumah rusak ringan, 2.842 rusak sedang, 2.666 rusak berat, dan 791 hanyut. "Kami masih dalam proses finalisasi formulasi untuk relokasi ini, Hunian Sementara (Huntara) sudah dibangun, Kajian dan evaluasi untuk hunian Tetap (Huntap) juga terus berlangsung," kata dia.
Ia berharap bantuan lainnya terus datang ke Sumbar mengingat masih banyaknya kebutuhan masyarakat yang sesaat lagi mendekati lebaran. "Ini menjadi bukti infak dan sedekah yang dikelola secara amanah hingga mampu memberikan hasil bantuan terbaik bagi mereka yang membutuhkan Pemulihan ini butuh dukungan seluruh pihak sampai masyarakat benar-benar pulih baik secara ekonomi dan mental mereka," kata Adhiyarsyah. Direktur Karang Waluh Grup, Wendy Dainury mengatakan pihaknya berupaya membantu warga terkena bencana di Sumbar melalui kerjasama dengan Ashpen.
"Peristiwa bencana merupakan duka bagi kita semua, kami yang di Kalimantan Selatan ikut merasakannya. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing, Huntap ini tidak sekedar membangun rumah tapi juga membangun kembali harapan bagi warga," katanya. Penerima huntap, Hernita, bersyukur mendapat hunian baru, karena pasca bencana ia bersama empat orang anak tinggal di pondok milik kerabat. "Saya sangat bersyukur dan terimakasih kepada Ashpen, Karang Waluh dan pemerintah yang menolong hidup kami sekeluarga. Kami mendoakan Huntap lainnya segera diperoleh korban bencana lainnya," katanya.
Staf ahli Pemda Agam, Taslim menyebutkan dari 16 kecamatan di Agam, 13 di antaranya terdampak bencana di dua bulan terakhir dengan enam kecamatan berkategori rusak parah. "Terima kasih kepada seluruh pihak yang terus membantu warga di Agam, pemerintah terus berupaya sekuat tenaga sejak awal tanggap darurat dari evakuasi hingga kini di masa pemulihan," kata Taslim. "Kepada warga yang dibantu, pergunakanlah sebaik mungkin, ini membuktikan bahwa kita tidak sendiri, banyak saudara dan perhatian besar dari seluruh pihak untuk membantu," pungkasnya. (Dina)







0 Komentar