Tanamonews.com, Jakarta — Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Darmansyah, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Kehadiran pimpinan legislatif daerah tersebut menjadi wujud komitmen DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dalam menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah demi mendukung pembangunan berkelanjutan.
Rakornas ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, bersama kepala daerah dari seluruh Indonesia. Kehadiran unsur eksekutif dan legislatif secara bersamaan mempertegas keseriusan daerah mengikuti arah kebijakan nasional.
Forum Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 diikuti oleh 4.011 peserta dari berbagai kementerian, lembaga negara, pemerintah daerah, serta unsur Forkopimda.
Rakornas menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi serta memperkuat koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi membuka Rakornas tersebut. Ia menegaskan bahwa sinergi pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan pembangunan nasional.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa pembangunan Indonesia tidak terlepas dari pengorbanan besar rakyat.
Menurut Presiden, seluruh pemimpin bangsa memiliki kewajiban moral untuk mengabdi sepenuhnya kepada kepentingan rakyat.
“Negara ini dibangun atas pengorbanan rakyat yang sangat besar. Karena itu, keberadaan kita adalah untuk berbakti dan mengabdi kepada rakyat,” tegas Presiden Prabowo.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh kepala daerah dan pimpinan lembaga legislatif yang hadir.
Ketua DPRD Pesisir Selatan, Darmansyah, menilai pesan Presiden sangat relevan dengan kebutuhan daerah akan kepemimpinan yang jujur dan bertanggung jawab.
Ia menyebut DPRD memiliki peran penting dalam memastikan kebijakan daerah benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah nasional yang masih menjadi tantangan serius.
Menurut Presiden, masalah sampah berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan hidup.
Sebagai solusi, Presiden memperkenalkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Gerakan tersebut diharapkan melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
Pemerintah pusat juga merencanakan pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota di Indonesia mulai tahun 2026.
Proyek ini bertujuan mengolah sampah menjadi energi sekaligus mengurangi volume sampah nasional.
Ketua DPRD Darmansyah menyambut positif kebijakan tersebut dan menilai sangat relevan diterapkan di daerah.
Ia menyebut Pesisir Selatan memiliki tantangan pengelolaan sampah seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan jumlah penduduk.
Dalam Rakornas itu, Presiden juga memperkenalkan program gentengisasi untuk meningkatkan kualitas permukiman rakyat.
Program ini mendorong penggunaan material atap yang lebih ramah lingkungan dan nyaman bagi masyarakat.
Dengan kehadiran DPRD dan pemerintah daerah dalam Rakornas ini, Pesisir Selatan menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat demi kesejahteraan masyarakat.









0 Komentar