Tanamonews.com - Februari 2026 menandai satu tahun perjalanan kepemimpinan Bupati Hendrajoni dan Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim di Kabupaten Pesisir Selatan. Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, keduanya langsung bergerak cepat membangun arah baru pembangunan daerah.
Dengan visi “Pesisir Selatan Maju, Tumbuh, dan Berkelanjutan”, pasangan ini menegaskan komitmen pada pembangunan yang tidak hanya berorientasi fisik, tetapi juga menyentuh kualitas sumber daya manusia. Transformasi dijalankan secara bertahap namun terukur.
Reformasi birokrasi menjadi pijakan awal yang diperkuat dalam tahun pertama. Penataan sistem kerja dan penguatan disiplin aparatur dilakukan agar pelayanan publik semakin responsif dan profesional.
Digitalisasi layanan pemerintahan dipercepat untuk memangkas birokrasi berbelit. Masyarakat kini merasakan pelayanan administrasi yang lebih cepat, transparan, dan mudah dijangkau hingga ke nagari-nagari terpencil.
Di sektor pendidikan, program “Nagari Pandai” menjadi langkah strategis memperluas akses dan pemerataan mutu sekolah. Pemerintah daerah fokus pada peningkatan sarana belajar agar anak-anak memperoleh fasilitas yang layak.
Kompetensi tenaga pendidik juga ditingkatkan melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan. Hendrajoni meyakini kualitas guru menentukan kualitas generasi masa depan.
Program beasiswa untuk siswa berprestasi dan keluarga kurang mampu terus diperluas. Kebijakan ini bertujuan memastikan tidak ada generasi muda yang kehilangan kesempatan belajar karena keterbatasan ekonomi.
Di bidang kesehatan, program “Nagari Sehat” diluncurkan dengan pendekatan berbasis indikator yang jelas. Pemerintah ingin manfaatnya benar-benar dirasakan hingga tingkat keluarga.
Sebanyak 16 indikator kesehatan ditetapkan sebagai acuan capaian program. Salah satunya memastikan keberadaan minimal satu Puskesmas Pembantu di setiap nagari.
Peningkatan fasilitas layanan kesehatan dasar ini diperkuat dengan ketersediaan tenaga medis yang memadai. Pemerintah daerah juga mendorong pelayanan preventif melalui edukasi kesehatan masyarakat.
Program Cek Kesehatan Gratis menjadi inovasi yang disambut antusias warga. Deteksi dini penyakit dilakukan secara rutin untuk menekan risiko komplikasi dan kematian.
Menurut Hendrajoni, kesehatan masyarakat merupakan pondasi produktivitas daerah. Ia menilai pembangunan ekonomi akan sulit tercapai jika kualitas kesehatan masyarakat rendah.
Sementara itu, Risnaldi Ibrahim mengawal penguatan nilai religius melalui program “Nagari Mengaji”. Program ini dirancang untuk memperkokoh karakter generasi muda.
Pendekatan pembangunan mental tersebut sejalan dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Pemerintah menempatkan nilai budaya dan agama sebagai ruh pembangunan.
Pada sektor ekonomi, program “Nagari Sejahtera” difokuskan pada penguatan UMKM dan sektor produktif masyarakat. Pertanian dan perikanan menjadi prioritas utama.
Rehabilitasi jaringan irigasi dan pembangunan jalan usaha tani dipercepat. Infrastruktur dasar ini diharapkan mampu meningkatkan produksi dan efisiensi distribusi hasil pertanian.
Pemerintah juga mendorong pengembangan wirausaha muda melalui pelatihan dan kemitraan dengan sektor swasta. Langkah ini bertujuan menciptakan lapangan kerja baru.
Target pertumbuhan ekonomi dipatok secara realistis menuju 6,5 persen secara bertahap. Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia juga menjadi fokus utama dalam lima tahun ke depan.
Isu lingkungan hidup menjadi perhatian serius dalam setiap kebijakan pembangunan. Mitigasi bencana dan pelestarian kawasan hijau diintegrasikan dalam perencanaan infrastruktur.
Sebagai daerah yang rawan bencana, strategi pembangunan berkelanjutan menjadi keharusan. Pemerintah menekankan keseimbangan antara eksploitasi dan konservasi.
Stabilitas daerah selama satu tahun terakhir menjadi modal penting bagi kelancaran program strategis. Sinergi dengan DPRD, Forkopimda, dan tokoh masyarakat berjalan harmonis.
Meski demikian, tantangan global dan dinamika sosial tetap menjadi perhatian. Pemerintah daerah dituntut adaptif dalam merespons perubahan ekonomi nasional dan internasional.
Memasuki tahun kedua, evaluasi program diperketat agar efektivitas anggaran semakin optimal. Setiap kebijakan diarahkan untuk memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Satu tahun kepemimpinan ini menjadi fondasi awal yang kuat bagi perjalanan panjang pembangunan Pesisir Selatan. Dengan kolaborasi dan komitmen bersama, Hendrajoni–Risnaldi optimistis mampu membawa daerah ini melaju lebih maju, tumbuh inklusif, dan berkelanjutan di masa mendatang.









0 Komentar