Tanamonews.com, Dharmasraya – Persoalan stunting bukan hanya tentang piring yang terisi, melainkan tentang kasih sayang yang terkawal dan lingkungan yang memanusiakan.
Hal itulah yang ditegaskan oleh Annisa Suci Ramadhani dalam sebuah refleksi mendalam mengenai penanganan stunting di Kabupaten Dharmasraya.
Berdasarkan tinjauan lapangan yang dilakukan, Annisa mengungkapkan sebuah realita pahit: Bantuan makanan tambahan yang telah dikucurkan selama dua tahun terakhir belum membuahkan hasil optimal. Penyebabnya bukanlah kurangnya logistik, melainkan absennya pendampingan yang konsisten dan pengawasan yang menyentuh unit terkecil keluarga.
"Stunting bukan sekadar soal bantuan makanan. Tanpa pendampingan dan pengawasan untuk memastikan bantuan tersebut benar-benar dikonsumsi, hasilnya akan selalu nihil," tulis Annisa melalui akun Facebook resminya, Senin (6/4/2026).
Anatomi Masalah: Dari Sanitasi hingga Cacingan. Annisa menyoroti bahwa stunting adalah puncak gunung es dari berbagai masalah sistemik.
Dalam temuannya, kondisi sekunder seperti buruknya sanitasi menjadi pemicu utama gangguan kesehatan kronis pada anak, termasuk kasus cacingan menahun yang membuat nutrisi gagal terserap tubuh.
Baginya, memberikan makanan bergizi di tengah lingkungan yang tidak sehat adalah kesia-siaan. Oleh karena itu, ia menginstruksikan langkah terpadu yang lebih radikal: Tidak hanya memberi makan, tapi juga membenahi tempat tinggal.
"Penanganan harus menyeluruh. Mulai dari perbaikan sanitasi melalui program bedah rumah hingga pengobatan kondisi medis sekunder. Kita tidak bisa hanya menyembuhkan gejalanya, kita harus mencabut akarnya," tegasnya.
Sentuhan "Bapak/Ibu Asuh": Membangun Kedekatan, Menjamin Keberlanjutan. Satu terobosan yang ditekankan adalah pola Pendampingan Bapak/Ibu Asuh.
Annisa memandang bahwa kehadiran figur pendamping yang memantau secara rutin adalah kunci keberhasilan. Figur ini bertugas memastikan setiap butir nutrisi benar-benar sampai ke mulut anak secara konsisten hingga mereka benar-benar dinyatakan lepas dari jerat stunting.
Visi integrasi ini rencananya akan diterapkan secara masif di seluruh penjuru Dharmasraya.
Dengan melibatkan sinergi antar-instansi—terutama Dinas Kesehatan serta Dinas Sosial P3APPKB—Dharmasraya tengah bersiap memulai babak baru pemberantasan stunting yang lebih manusiawi dan terukur.
Ini bukan sekadar program pemerintah; ini adalah sebuah gerakan hati untuk memastikan setiap anak di Dharmasraya tumbuh dengan tegak, sehat, dan memiliki masa depan yang setara.# DR
Upaya konfirmasi lebih lanjut sedang dilakukan kepada pihak Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Dharmasraya terkait teknis pelaksanaan program bapak/ibu asuh ini di lapangan."







0 Komentar