Bukittinggi, Tanamonews.com - Yayasan Konco Arek Sahati (KOARSA) dalam waktu dekat akan membangun Mushola di daerah Maninjau Kabupaten Agam. Yayasan yang dipelopori angkatan 88 seluruh SMA di Bukittinggi berkomitmen melakukan pembangunan mushola baru di kawasan wisata dan daerah terdampak bencana di Sumatera Barat.
Ketua Yayasan Koarsa, Yv Tri Saputra di Bukittinggi, Minggu (31/5) menjelaskan yayasan yang berdiri sejak 2018 telah mendirikan sembilan mushola dilengkapi toilet bersih di berbagai daerah di Sumbar. "Koarsa aktif bergerak di bidang kemanusiaan, sosial dan keagamaan, seperti penanganan bencana alam, khitanan massal, kurban Idul Adha, operasi katarak dan lainnya yang dibutuhkan masyarakat," kata Yv Tri Saputra yang juga menjabat sebagai Komisaris Hotel Monopoli dan Founder Minang Geopark Run.
Pengelolaan dana yang transparan menjadi magnet bagi Yv Tri Saputra untuk bergabung hingga dirinya dipercaya menjadi ketua sejak beberapa bulan lalu. Seluruh dana CSR atau bantuan dari donatur disalurkan 100 persen tanpa dipotong untuk biaya operasional, karena operasional yayasan ditanggung mandiri melalui iuran anggotanya," kata Yv Tri Saputra. Yayasan KOARSA berdiri beriringan dengan momentum bertepatan dengan digelarnya ajang Minang Geopark Run.
Saat itu, dibutuhkan sekitar 200 personel di lapangan untuk urusan operasional dan penyelenggaraan, yang kemudian menjadi cikal bakal bertemunya para anggota yayasan. "Kami nebeng beramal dari kegiatan orang yang mau jadi donatur. Anggota yayasan mengeluarkan tenaga, waktu, bahkan uang sendiri untuk operasional," ujar Yv Tri Saputra.
Yayasan KOARSA saat ini fokus mengatasi krisis ketersediaan tempat ibadah dan toilet yang bersih di destinasi wisata Sumatera Barat. Proyek mushola di Puncak Tabiang, Pandai Sikek, akan dijadikan sebagai prototipe. Mushola tersebut dirancang dengan arsitektur yang rapi dan indah oleh alumni ITB angkatan 2004.
Rencana pembangunan musala berikutnya di Maninjau akan mengadopsi konsep serupa. Mengingat Maninjau merupakan daerah yang rawan, pihak yayasan menegaskan akan melakukan survei matang terlebih dahulu untuk memastikan keamanan lokasi serta kesiapan masyarakat setempat.
"Pembangunan direncanakan berjalan secepatnya karena dana yang digunakan merupakan dana pribadi dari Jenderal Purnawirawan Angkasa Dipua. Melalui program-program ini, Yayasan KOARSA berharap dapat merangkul generasi muda dengan jiwa sosial tinggi demi keberlanjutan dan regenerasi organisasi di masa depan," kata Yv Tri Saputra
Aksi nyata yayasan ini juga terlihat saat bencana melanda Sumatera Barat pada tahun 2025 lalu. Ajang Minang Geopark Run yang sedianya bertajuk Alek Gadang Pelari diubah total menjadi gerakan Bangkit Sumbar dengan menggelar donasi bantuan.
Yayasan KOARSA juga langsung mendirikan tujuh dapur umum di daerah Malalo, Tanah Datar. Hubungan emosional yang erat dengan warga Malalo terus berlanjut hingga Idul Adha kemarin, di mana yayasan menyalurkan hewan qurban ke daerah tersebut.
Berkenalan dengan yayasan koarsa sosial amal bangun masjid. Banyak kegiatan sosial dan kemanusiaan yang telah dilakukan keluarga besar Koarsa, semua dana yang mengalir digunakan sesuai peruntukan, meskipun menyita uang pribadi dan waktu, Koarsa selalu bersatu turun membantu masyarakat. (Dina)







0 Komentar