Tanamonews.com, Dharmasraya – Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya kembali merilis perkembangan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit terbaru untuk periode Selasa, 9 Juni 2026.
Informasi resmi tersebut dipublikasikan langsung melalui akun media sosial resmi Dinas Pertanian dan ikut disebarluaskan oleh akun Facebook resmi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Dharmasraya sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.
Berdasarkan laporan harian, terdapat variasi harga yang cukup signifikan antara PKS Mitra dan Non-Mitra, dengan catatan harga tertinggi menembus angka Rp3.855 per kilogram.
Dari total 8 PKS yang terdata di daerah tersebut, seluruhnya (100%) telah menyampaikan laporan harga secara transparan. Namun, tercatat ada 2 PKS yang melaporkan tidak menerima buah dari masyarakat pada hari ini.
PT AWB Pimpin Harga Tertinggi, PT DSL Terendah
Pada perdagangan hari ini, PT. AWB memimpin sebagai pembeli dengan harga tertinggi, yaitu Rp3.855/kg (harga disbun) yang berlaku untuk kategori Mitra.
Sebaliknya, harga terendah dilaporkan oleh PT. DSL di angka Rp3.250/kg. Meski demikian, untuk kategori kelapa sawit brondolan, PT. DSL menetapkan harga sebesar Rp3.600/kg.
Secara umum, rata-rata harga TBS yang diterima oleh para petani di Kabupaten Dharmasraya hari ini berada di angka Rp3.384,7/kg, dengan margin atau selisih harga antar-pabrik mencapai Rp605/kg.
Daftar Lengkap Harga TBS di Kabupaten Dharmasraya
Kategori TBS Mitra:
- PT. AWB (Harga Disbun): Rp3.855,-
- PT. HKI: Rp3.350,-
- PT. DL: Rp3.350,-
- PT. SMP: Rp3.305,-
- PT. SAK Timpeh: Rp3.275,-
- PT. Incasi Pangian: Rp3.275,-
- PT. DSL: Rp3.250,-
- PT. TKA: (Kosong / Tidak menerima buah)
Kategori TBS Non-Mitra:
- PT. HKI: Rp3.350,-
- PT. DL: Rp3.350,-
- PT. SMP: Rp3.305,-
- PT. SAK Timpeh: Rp3.275,-
- PT. Incasi Pangian: Rp3.275,-
- PT. DSL: Rp3.250,-
Melalui rilis tertulisnya, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menjelaskan bahwa publikasi harian ini berkomitmen menyediakan informasi harga yang akurat, cepat, dan mudah diakses. Langkah ini diharapkan dapat menjadi referensi valid bagi petani sawit dalam menentukan pilihan pemasaran hasil panen demi meningkatkan kesejahteraan mereka. Penulis : Dimetri Robby







0 Komentar